Di antara rimbunnya hutan... dari kejauhan keberadaan Gunung Trimong sudah terlihat. dalam pandangan mata sepertinya tidak terlalu jauh.. tapi untuk bisa mencapai puncak nya ternyata harus berhati-hati karena jalan setapak yang menuju kesana sangat curam dan ber lumpur. Ditambah semak belukar yang setiap saat bisa menggores kulit.
Tepat di tengah puncak gunung terdapat sebuah batu besar dengan ketinggian sekitar 10meter. Batu ini lah yang dianggap kramat sehingga banyak di kunjungi orang untuk bertapa.
Bagi masyarakat Desa Pandean kec Mantingan Ngawi.. yang tersurat dalam babat Desa Pandean... Gunung Trimong dipercaya sebagai tempat bertapa keluarga Kerajaan Surakarta. Gunung Trimong hanyalah sebuah bukit kecil yang terletak di tengah hutan... konon ditunggui oleh seorang putri yang suka ngemong... meski wujud penampakan nya tidak selalu sebagai seorang putri... kadang bisa berwujud orang tua berjenggot.
Nama Pandean biasanya berkonotasi dengan kegiatan membuat alat-alat dari besi.... kata lainnya adalah pande besi.
Tapi jangan berharap di Desa Pandean akan bertemu dengan aktivitas masyarakat seperti itu... boleh di bilang tidak ada sama sekali masyarakat yang pekerjaan nya sebagai pande besi. konon ada kisah yang melatarbelakangi Nama Desa tsb.
Sekilas tentang riwayat yang berkaitan dengan nama Pandean
Kadipaten Pati ketika masa pemerintahan Adipati Somonegoro bekerja sama dengan pihak Belanda... tetapi kakak lelakinya yang bernama Raden Bergoloyudo justru berjuang menentang Belanda. selain itu Raden Bergoloyudo memiliki kepedulian kepada rakyat kecil dengan cara mengajari mereka untuk memiliki ketrampilan.. Diantaranya pande besi... dengan cara begitu beliau menggugah keberanian dan semangat rakyat untuk ikut berjuang melawan kompeni.
Perbuatan Raden Bergoloyudo itu lama-lama tercium oleh sang adipati... demi agar tidak terjadi perselisihan dan pertumpahan darah... Raden Bergoloyudo mengalah dan memilih meninggalkan Kadipaten menuju arah timur... beliau menyeberangi sungai bengawan solo hingga sampai hutan di Ngawi... bersama pengikut nya beliau mendirikan pemukiman sambil mengatur strategi untuk meneruskan perjuangan melawan kompeni. dengan kepintaran membuat peralatan dari besi yg diajarkan oleh Raden Bergoloyudo.. masyarakat mulai membuat alat perang... berupa senjata.
Pada waktu itu di daerah Ngawi juga berdiri sebuah Kadipaten yang bernama Gendingan. Dengan adipati yang bernama Kerto Negoro. Yang juga tidak mau tunduk kepada Belanda. Adipati Kerto Negoro memiliki seekor kuda sembrani yang bisa terbang dengan Nama Pagerwojo.... dengan kuda kesayangan nya adipati Kerto Negoro pada suatu malam ketika sedang keliling wilayah nya... melihat nyala api di tengah hutan... karena tertarik ingin mengetahui apa yang terjadi.. Sang Adipati mengajak kuda sembrani nya turun.
Kedatangan Adipati Kerto Negoro secara tiba-tiba mengejutkan Raden Bergoloyudo dan para pengikut nya.... mereka mengira Sang Adipati adalah musuh dan langsung diserang.... terjadi lah pertempuran seru yang akhirnya dimenangkan oleh Adipati Kerto Negoro dengan pusaka nya Cemeti Kyai Kilat Bawono.
Setelah Raden Bergoloyudo menjelaskan siapa dirinya dan para pengikut nya.... Sang Adipati merasa senang karena mereka bukan orang jahat dan justru orang yang sepaham dengan dirinya untuk menentang Belanda... nyala api itu adalah kegiatan para laskar untuk membuat berbagai macam senjata untuk berperang melawan kompeni. dan tempat yg baru itu di namakan dengan Pandean.... Raden Bergoloyudo kemudian diangkat sebagai Demang dengan gelar Demang Wonowudo yang memimpin Pandean sampai tahun 1787.
Perjuangan dalam melawan kompeni terjadi di berbagai tempat di tanah jawa.. dan ketika Kanjeng Pangeran Diponegoro ngraman... berbagai tokoh kependekaran serta pimpinan masyarakat dan ulama bersatupadu dibawah komando Kanjeng Pangeran Diponegoro melawan Belanda.... perang jawa tsb adalah perang paling dahsyat yang memakan korban banyak laskar pribumi serta pihak kompeni.
Benda pusaka yang sering di temukan di gunung Trimong barangkali peninggalan dari para pendiri Desa Pandean yang dahulu lenyap secara ghoib.
Hanya kepada Dzat yang Maha Pemberi kita memohon... adapun tempat yang keramat itu hny sebagai wasilah dan tempat untuk bermeditasi mendekatkan diri pada Illahy Robby
Translate
Jumat, 05 Desember 2014
Sejarah Makam Gunung Kawi
Selama ini orang mengenal gunung kawi sebagai tempat ritual dan berziaroh.
Keberadaan gunung kawi sebagai tempat wisata spiritual tidak hanya di kenal di dalam negri saja, tetapi beberapa negara tetangga sudah mengenal nya. Maka tidak heran kalau banyak turis yang jauh datang dari Malaysia Singapura Thailand Filipina dan negara-negara lainnya... khusus untuk berziaroh ke gunung kawi.
Letak gunung kawi kurang lebih 40km arah barat kota Malang. Tepatnya di Desa Wonosari kec Ngajum kab Malang. Untuk sampai kesana tidak sulit... selain akses jalan beraspal yang mulus juga tersedia sarana transportasi yang langsung menuju ke sana dari Kepanjen.
Bagi peziarah yang kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh yang naik turun menuju lokasi..tersedia jasa pijat untuk sekedar melemaskan otot... para tukang pijat kadang berprofesi sebagai guide... jadi nggak perlu bingung kemana yang harus di tuju... karena dalam satu lokasi gunung kawi terdapat banyak tempat yang di keramat kan yang di jadikan tujuan wisata. dan kalau perut lapar juga terdapat banyak rumah makan dan warung yang harganya terjangkau.
Tidak sedikit peziarah gunung kawi sampai bermalam beberapa hari lamanya. Bagi yang memiliki tujuan khusus biasanya memilih bermalam di tempat tempat tertentu di lokasi makam... sambil menunggu datangnya petunjuk mengenai keinginan mereka... namun mereka yang hanya berziaroh biasanya tidak bermalam.
Mengenai tempat tempat yang di keramat kan
Sumber Manggis adalah salah satu tempat yang di keramat kan di lokasi wisata spiritual gunung kawi. Letaknya di kanan belakang pesarean.... melalui jalan menurun yang berliku. Sepanjang jalan banyak pedagang yang menawarkan handuk sabun maupun keperluan mandi lainnya... krn sumber manggis berupa sumber mata air yang berada di bawah pohon manggis. orang yang datang ke lokasi itu biasanya untuk mandi dengan harapan agar awet muda.
Sekilas kisah tentang sumber manggis
Ketika Raden Imam Sudjono (teman seperjuangan Mbah Djoego dlm perang Diponegoro) sedang membabat hutan untuk mendirikan Desa Wonosari... sumber air ini di gunakan untuk mandi dan bersuci saat mau menjalankan Sholat... tapi karena letaknya sangat jauh di dalam hutan.. untuk menandainya Raden Imam Sudjono menaruh biji manggis yang akhirnya tumbuh menjadi pohon besar... masyarakat lalu menyebutkan mata air tsb dgn sumber manggis.
Di halaman pesarean (makam) ada satu obyek wisata spiritual yang tidak kalah menarik nya... yaitu berupa sebuah pohon dewadaru. konon... siapapun yang kejatuhan daun dari pohon tsb... tanda akan memperoleh keberuntungan yang luar biasa.... karena itu di bawah pohon tsb selalu tidak pernah sepi dari peziarah.. mereka rela duduk berjam-jam demi kejatuhan sehelai daun.... anehnya daun tsb tidak mudah jatuh walaupun diterpa angin dan hujan sekalipun...
Sekilas kisah tentang pohon dewadaru
Menurut riwayat... dalam kunjungan Mbah Djoego ke desa Wonosari untuk menemui sahabat nya Raden Mas Imam Sudjono... beliau sempat beristirahat di suatu tempat yang rindang. barang kali beliau sudah punya firasat bahwa umurnya tidak lama lagi... beliau lalu menancapkan tongkat nya di tempat itu... karna kesaktian yang beliau miliki serta karomah yang tinggi yang beliau punyai... tongkat berubah menjadi pohon dewadaru... Mbah Djoego lalu berpesan... agar nanti kalau wafat di makamkan di tempat itu.
Makam atau pesarean adalah tempat di semayamkannya jasad Mbah Djoego dan Raden Mas Imam Sudjono...
Sekilas tentang Mbah Djoego dan Raden Mas Imam Sudjono
Sebagai dua orang kerabat... matipun beliau berdua minta dimakamkan di dalam liang yang sama berjajar.
Alkisah ; ketika Pangeran Diponegoro terperangkap dalam tipudaya kompeni di bawah pimpinan jendral de kock... saat perundingan di Magelang pada tgl 28 maret 1830... Ia (Pangeran Diponegoro) mempunyai strategi untuk melanjutkan perjuangan melawan
Belanda... yaitu beliau dan sahabat nya (Sentot Ali Basya Prawiro Dirdjo, Kyai Mojo) rela untuk ditangkap... asalkan laskar dan seluruh keluarga diperkenankan untuk hidup bebas... jika permintaan itu di tolak oleh Belanda... Pangeran Diponegoro bertekad akan perang habis-habisan sampai titik darah yang terakhir.. permintaan itu ternyata di penuhi oleh pihak kompeni Belanda.
Pangeran Diponegoro akhirnya Wafat dalam pengasingan di Makassar.... tetapi sisa prajurit nya masih terus melakukan perjuangan melawan kompeni... perjuangan mereka sampai ke pelosok desa yang kadang dengan penyamaran.baik sebagai petani maupun rakyat jelata yang lain yg seolah tidak memiliki kemampuan aoa2.... salah satu dari pejuang tsb adalah Kyai Zakaria ke dua alias Raden Mas Suryo Kusumo alias Mbah Sadjugo....yg kemudian di kenal dgn nama Mbah Djoego..
Dalam surat keterangan yang di keluarkan oleh pengageng Darah Dalem Kraton Ngayogjokarto Hadiningrat... dengan No 55/TD/1964... di terangkan tentang silsilah Kyai Zakaria ke dua...
Pangeran Puger yang bergelar Paku Buwono pertama. Memerintah 1705-1719 mempunyai putra yang bernama Bandoro Pangeran Haryo Diponegoro.... BPH Diponegoro punya putra Pangeran Suryo Negoro yang dilingkungan Kraton Kartosuro dikenal sebagai ulama besar dgn gelar Kanjeng Kyai Zakaria pertama.... beliau mempunyai putra Raden Mas Suryo Kusumo... yang oleh Paku Buwono ke Lima diberi gelar Kanjeng Kyai Zakaria ke dua... dan saat perang Diponegoro Paku Buwono ke lima mengutus beliau bersama Raden Mas Suryo Muhammad (yang di Banyumas di kenal dgn nama Syaikh Nur Hakim) untuk memimpin laskar dr solo membantu perang.
Setelah Pangeran Diponegoro tertangkap oleh kompeni.... dalam menerus kan perjuangan Kyai Zakaria ke dua mengembara sampai jawa timur... yang kemudian menetap di Desa Sanan... kesamben... Blitar... dalam penyamarannya menjadi rakyat biasa dengan nama Mbah Djoego.
Adapun Raden Imam Sudjono... dalam surat kekancingan dari Kraton Ngayogjokarto Hadiningrat yang dikeluarkan pada tgl 23 juni 1964.. disebutkan kalau beliau adalah cicit dari Kanjeng Sultan Hamengku Buwono pertama.... dalam pelarian sampai ke gunung kawi dan mendirikan Desa Wonosari... Raden Imam Sudjono akhirnya menikah dengan salah seorang anggota langen kusumo (laskar putri) di bawah pimpinan Raden Ayu Ratna ningsih garwo Kanjeng Pangeran Diponegoro.... istri Raden Imam Sudjono bernama Raden Ayu Saminah yang lebih dikenal dengan nama Nyai Djuwul.
Dari perkawinan tsb lahirlah seorang putri yang bernama RA Demes... setelah dewasa dinikahkan dgn keponakan Ki Kasiyo (pengawal Setia Raden Imam Sudjono) yang bernama Tarikun Karyorejo dari tuban... mereka di karuniai dua orang putra bernama Raden Asim Nitiredjo dan Raden Yahmin Wihardjo.
Keduanya sejak tahun 1964 menjadi kuncen pesarean gunung kawi pengangkatan dari Kraton Ngayogjokarto... yang selanjutnya sampai sekarang diteruskan oleh para keturunan beliau.
Mbah Djoego wafat pada minggu legi malem senin pahing tgl 1 bulan selo (dzulhijah) tahun 1799 dal. Atau dlm masehi tgl 22 januari 1871
Sesuai pesan bahwa kalau meninggal minta di makamkan di gunung kawi... maka hari itu juga jenazah diberangkatkan dari desa Sanan Blitar menuju Desa Wonosari Malang... dengan perjalanan menembus hutan yang lebat dan tebing tebing curam... karena sulitnya medan yang harus ditempuh serta menghindari dari mata2 kompeni.... pengusung jenazah baru sampai di Wonosari dua hari kemudian.... setelah disemayamkan semalam di kediaman Raden Imam Sudjono... keesokan harinya pada kamis kliwon 25 januari 1871 jenazah Mbah Djoego dimakamkan... pada malam harinya tepat pada malam jum'at legi di makam Mbah Djoego di lakukan tahlilan yang diikuti oleh sebagian pengikut Mbah Djoego serta Raden Imam Sudjono... baik yang di Malang maupun di Blitar.... acara tsb akhirnya menjadi rutinitas yang berlangsung sampai sekarang.
Sepeninggal Mbah Djoego... padepokan dan pesantren yang berada di Kesamben dirawat oleh Kyai Tasiman (warga setempat) dibantu oleh Kyai Dawud (juru masak Mbah Djoego) Kyai Ngapiyah dan tokoh lainnya... adapun peninggalan Mbah Djoego masih tetap di rawat dan di jaga oleh keluarga Kyai Tasiman secara turun temurun... berupa masjid sawah jubah tombak pusaka dan perlengkapan lain ketika menjadi laskar perang... topi serta tiga buah guci tempat air.
RM Imam Sudjono memboyong dua dari ketiga guci tsb ke gunung kawi.. bukan tanpa maksud.. konon air yang dimasukkan ke guci tsb bisa menjadi wasilah penangkal hama dan mengobati penyakit...
Guci tsb sampai sekarang masih berada di lingkungan pesarean gunung kawi.
Itulah sepenggal riwayat tntg siapa sebenarnya yang di makamkan di gunung kawi...
Beliau2 sosok pejuang yang tangguh ahli ilmu keprajuritan yang perkasa.. ahli ilmu agama yang masyhur... dermawan... penuh Kharisma...
Jadi makam gunung kawi bukanlah tempat spiritual untuk hal kesesatan dan kekayaan...
Tapi tempat ziaroh dan untuk meneladani sifat dan sikap perjuangan Mbah Djoego dan Raden Imam Sudjono
Dgn tatacara yang di benarkan oleh agama serta memohon pada ALLOH agar beliau2 di terima di sisi ALLOH.
Tidak ada makam kramat yang bisa membuat orang yang datang menjadi kaya.
Ziaroh pny makna yang luas... disamping mendoakan shohibul maqbaroh.. kita hendaknya meneladani perjuangan orang yang kita ziarohi.
Keberadaan gunung kawi sebagai tempat wisata spiritual tidak hanya di kenal di dalam negri saja, tetapi beberapa negara tetangga sudah mengenal nya. Maka tidak heran kalau banyak turis yang jauh datang dari Malaysia Singapura Thailand Filipina dan negara-negara lainnya... khusus untuk berziaroh ke gunung kawi.
Letak gunung kawi kurang lebih 40km arah barat kota Malang. Tepatnya di Desa Wonosari kec Ngajum kab Malang. Untuk sampai kesana tidak sulit... selain akses jalan beraspal yang mulus juga tersedia sarana transportasi yang langsung menuju ke sana dari Kepanjen.
Bagi peziarah yang kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh yang naik turun menuju lokasi..tersedia jasa pijat untuk sekedar melemaskan otot... para tukang pijat kadang berprofesi sebagai guide... jadi nggak perlu bingung kemana yang harus di tuju... karena dalam satu lokasi gunung kawi terdapat banyak tempat yang di keramat kan yang di jadikan tujuan wisata. dan kalau perut lapar juga terdapat banyak rumah makan dan warung yang harganya terjangkau.
Tidak sedikit peziarah gunung kawi sampai bermalam beberapa hari lamanya. Bagi yang memiliki tujuan khusus biasanya memilih bermalam di tempat tempat tertentu di lokasi makam... sambil menunggu datangnya petunjuk mengenai keinginan mereka... namun mereka yang hanya berziaroh biasanya tidak bermalam.
Mengenai tempat tempat yang di keramat kan
Sumber Manggis adalah salah satu tempat yang di keramat kan di lokasi wisata spiritual gunung kawi. Letaknya di kanan belakang pesarean.... melalui jalan menurun yang berliku. Sepanjang jalan banyak pedagang yang menawarkan handuk sabun maupun keperluan mandi lainnya... krn sumber manggis berupa sumber mata air yang berada di bawah pohon manggis. orang yang datang ke lokasi itu biasanya untuk mandi dengan harapan agar awet muda.
Sekilas kisah tentang sumber manggis
Ketika Raden Imam Sudjono (teman seperjuangan Mbah Djoego dlm perang Diponegoro) sedang membabat hutan untuk mendirikan Desa Wonosari... sumber air ini di gunakan untuk mandi dan bersuci saat mau menjalankan Sholat... tapi karena letaknya sangat jauh di dalam hutan.. untuk menandainya Raden Imam Sudjono menaruh biji manggis yang akhirnya tumbuh menjadi pohon besar... masyarakat lalu menyebutkan mata air tsb dgn sumber manggis.
Di halaman pesarean (makam) ada satu obyek wisata spiritual yang tidak kalah menarik nya... yaitu berupa sebuah pohon dewadaru. konon... siapapun yang kejatuhan daun dari pohon tsb... tanda akan memperoleh keberuntungan yang luar biasa.... karena itu di bawah pohon tsb selalu tidak pernah sepi dari peziarah.. mereka rela duduk berjam-jam demi kejatuhan sehelai daun.... anehnya daun tsb tidak mudah jatuh walaupun diterpa angin dan hujan sekalipun...
Sekilas kisah tentang pohon dewadaru
Menurut riwayat... dalam kunjungan Mbah Djoego ke desa Wonosari untuk menemui sahabat nya Raden Mas Imam Sudjono... beliau sempat beristirahat di suatu tempat yang rindang. barang kali beliau sudah punya firasat bahwa umurnya tidak lama lagi... beliau lalu menancapkan tongkat nya di tempat itu... karna kesaktian yang beliau miliki serta karomah yang tinggi yang beliau punyai... tongkat berubah menjadi pohon dewadaru... Mbah Djoego lalu berpesan... agar nanti kalau wafat di makamkan di tempat itu.
Makam atau pesarean adalah tempat di semayamkannya jasad Mbah Djoego dan Raden Mas Imam Sudjono...
Sekilas tentang Mbah Djoego dan Raden Mas Imam Sudjono
Sebagai dua orang kerabat... matipun beliau berdua minta dimakamkan di dalam liang yang sama berjajar.
Alkisah ; ketika Pangeran Diponegoro terperangkap dalam tipudaya kompeni di bawah pimpinan jendral de kock... saat perundingan di Magelang pada tgl 28 maret 1830... Ia (Pangeran Diponegoro) mempunyai strategi untuk melanjutkan perjuangan melawan
Belanda... yaitu beliau dan sahabat nya (Sentot Ali Basya Prawiro Dirdjo, Kyai Mojo) rela untuk ditangkap... asalkan laskar dan seluruh keluarga diperkenankan untuk hidup bebas... jika permintaan itu di tolak oleh Belanda... Pangeran Diponegoro bertekad akan perang habis-habisan sampai titik darah yang terakhir.. permintaan itu ternyata di penuhi oleh pihak kompeni Belanda.
Pangeran Diponegoro akhirnya Wafat dalam pengasingan di Makassar.... tetapi sisa prajurit nya masih terus melakukan perjuangan melawan kompeni... perjuangan mereka sampai ke pelosok desa yang kadang dengan penyamaran.baik sebagai petani maupun rakyat jelata yang lain yg seolah tidak memiliki kemampuan aoa2.... salah satu dari pejuang tsb adalah Kyai Zakaria ke dua alias Raden Mas Suryo Kusumo alias Mbah Sadjugo....yg kemudian di kenal dgn nama Mbah Djoego..
Dalam surat keterangan yang di keluarkan oleh pengageng Darah Dalem Kraton Ngayogjokarto Hadiningrat... dengan No 55/TD/1964... di terangkan tentang silsilah Kyai Zakaria ke dua...
Pangeran Puger yang bergelar Paku Buwono pertama. Memerintah 1705-1719 mempunyai putra yang bernama Bandoro Pangeran Haryo Diponegoro.... BPH Diponegoro punya putra Pangeran Suryo Negoro yang dilingkungan Kraton Kartosuro dikenal sebagai ulama besar dgn gelar Kanjeng Kyai Zakaria pertama.... beliau mempunyai putra Raden Mas Suryo Kusumo... yang oleh Paku Buwono ke Lima diberi gelar Kanjeng Kyai Zakaria ke dua... dan saat perang Diponegoro Paku Buwono ke lima mengutus beliau bersama Raden Mas Suryo Muhammad (yang di Banyumas di kenal dgn nama Syaikh Nur Hakim) untuk memimpin laskar dr solo membantu perang.
Setelah Pangeran Diponegoro tertangkap oleh kompeni.... dalam menerus kan perjuangan Kyai Zakaria ke dua mengembara sampai jawa timur... yang kemudian menetap di Desa Sanan... kesamben... Blitar... dalam penyamarannya menjadi rakyat biasa dengan nama Mbah Djoego.
Adapun Raden Imam Sudjono... dalam surat kekancingan dari Kraton Ngayogjokarto Hadiningrat yang dikeluarkan pada tgl 23 juni 1964.. disebutkan kalau beliau adalah cicit dari Kanjeng Sultan Hamengku Buwono pertama.... dalam pelarian sampai ke gunung kawi dan mendirikan Desa Wonosari... Raden Imam Sudjono akhirnya menikah dengan salah seorang anggota langen kusumo (laskar putri) di bawah pimpinan Raden Ayu Ratna ningsih garwo Kanjeng Pangeran Diponegoro.... istri Raden Imam Sudjono bernama Raden Ayu Saminah yang lebih dikenal dengan nama Nyai Djuwul.
Dari perkawinan tsb lahirlah seorang putri yang bernama RA Demes... setelah dewasa dinikahkan dgn keponakan Ki Kasiyo (pengawal Setia Raden Imam Sudjono) yang bernama Tarikun Karyorejo dari tuban... mereka di karuniai dua orang putra bernama Raden Asim Nitiredjo dan Raden Yahmin Wihardjo.
Keduanya sejak tahun 1964 menjadi kuncen pesarean gunung kawi pengangkatan dari Kraton Ngayogjokarto... yang selanjutnya sampai sekarang diteruskan oleh para keturunan beliau.
Mbah Djoego wafat pada minggu legi malem senin pahing tgl 1 bulan selo (dzulhijah) tahun 1799 dal. Atau dlm masehi tgl 22 januari 1871
Sesuai pesan bahwa kalau meninggal minta di makamkan di gunung kawi... maka hari itu juga jenazah diberangkatkan dari desa Sanan Blitar menuju Desa Wonosari Malang... dengan perjalanan menembus hutan yang lebat dan tebing tebing curam... karena sulitnya medan yang harus ditempuh serta menghindari dari mata2 kompeni.... pengusung jenazah baru sampai di Wonosari dua hari kemudian.... setelah disemayamkan semalam di kediaman Raden Imam Sudjono... keesokan harinya pada kamis kliwon 25 januari 1871 jenazah Mbah Djoego dimakamkan... pada malam harinya tepat pada malam jum'at legi di makam Mbah Djoego di lakukan tahlilan yang diikuti oleh sebagian pengikut Mbah Djoego serta Raden Imam Sudjono... baik yang di Malang maupun di Blitar.... acara tsb akhirnya menjadi rutinitas yang berlangsung sampai sekarang.
Sepeninggal Mbah Djoego... padepokan dan pesantren yang berada di Kesamben dirawat oleh Kyai Tasiman (warga setempat) dibantu oleh Kyai Dawud (juru masak Mbah Djoego) Kyai Ngapiyah dan tokoh lainnya... adapun peninggalan Mbah Djoego masih tetap di rawat dan di jaga oleh keluarga Kyai Tasiman secara turun temurun... berupa masjid sawah jubah tombak pusaka dan perlengkapan lain ketika menjadi laskar perang... topi serta tiga buah guci tempat air.
RM Imam Sudjono memboyong dua dari ketiga guci tsb ke gunung kawi.. bukan tanpa maksud.. konon air yang dimasukkan ke guci tsb bisa menjadi wasilah penangkal hama dan mengobati penyakit...
Guci tsb sampai sekarang masih berada di lingkungan pesarean gunung kawi.
Itulah sepenggal riwayat tntg siapa sebenarnya yang di makamkan di gunung kawi...
Beliau2 sosok pejuang yang tangguh ahli ilmu keprajuritan yang perkasa.. ahli ilmu agama yang masyhur... dermawan... penuh Kharisma...
Jadi makam gunung kawi bukanlah tempat spiritual untuk hal kesesatan dan kekayaan...
Tapi tempat ziaroh dan untuk meneladani sifat dan sikap perjuangan Mbah Djoego dan Raden Imam Sudjono
Dgn tatacara yang di benarkan oleh agama serta memohon pada ALLOH agar beliau2 di terima di sisi ALLOH.
Tidak ada makam kramat yang bisa membuat orang yang datang menjadi kaya.
Ziaroh pny makna yang luas... disamping mendoakan shohibul maqbaroh.. kita hendaknya meneladani perjuangan orang yang kita ziarohi.
kisah Nabi Khidzir dan air kehidupan
Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Ats-Tsa'labi rohmatulloh 'alaihi yang diperoleh dari Sayidina 'Aly bin Abi Tholib Ra...
Bermula dari Sultan Iskandar Dzulqornain yang di segani dan ditakuti oleh seluruh dunia pada zamannya... walau demikian ia bukanlah Raja yang sombong.. namun salah satu Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada ALLOH SWT
Suatu ketika Sultan Iskandar Dzulqornain berjalan diatas bumi menuju ke tepi bumi... ALLOH memerintahkan seorang Malaikat bernama Rofa'il As untuk mendampingi Sultan Iskandar Dzulqornain.
Di tengah perjalanan mereka berbincang bincang... Sultan Iskandar Dzulqornain berkata kepada Malaikat Rofa'il "wahai Malaikat Rofa'il ceritakan lah kepada ku tentang ibadah para Malaikat di langit ".
Malaikat berkata "ibadah para Malaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya, ada yang rukuk tidak mengkat kepala selamanya dan ada yang sujud tidak mengangkat kepalanya selamanya "
Mendengar keterangan itu Sultan tercenung.. dalam fikiran beliau punya keinginan melakukan hal yang sama seperti para Malaikat, yaitu beribadah kepada ALLOH melebihi Malaikat... sebagai rasa syukur atas anugerah kebesaran yang diberikan ALLOH kepada nya.
Namun... apakah bisa melakukan ibadah hingga hari kiamat seperti para Malaikat?? sebab semua manusia pasti mati!!
Keinginan nya itu di katakan kepada Malaikat Rofa'il.. lalu Malaikat Rofa'il berkata "sesungguhnya ALLOH telah menciptakan sumber air di bumi.. namanya 'ainul chayat (sumber air kehidupan) .. barang siapa yang meminumnya seteguk.. maka tidak akan mati sampai hari kiamat... kecuali ia memohon kepada ALLOH agar di matikan "
Kemudian Sultan bertanya kepada Malaikat Rofa'il "apakah kau tahu tempat air kehidupan itu????" Malaikat Rofa'il menjawab "sesungguhnya 'ainul Chayat itu berada di bumi yang gelap" Malaikat Rofa'il dalam memberikan keterangan hanya sepotong sepotong sebab bahasa dan pengetahuan yang diberikan ALLOH hanya berupa simbol simbol yang masih misteri... dan setelah itu Malaikat Rofa'il pun pergi.
Setelah mendapat keterangan dari Malaikat Rofa'il Sultan segera mengumpulkan para ;alim ulama.... Sultan bertanya kepada mereka tentang air kehidupan... para ulama tidak ada yang tahu kabar keberadaan nya... namun salah seorang yang 'alim di antara mereka mengatakan "sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat Kanjeng Nabi Adam As, beliau berkata bahwa sesungguhnya ALLOH meletakkan air kehidupan itu di bumi yang gelap "
Sultan menanyakan dimana kah tempat bumi yang gelap itu??? Seorang yang 'alim menjawab "yaitu di tempat keluarnya matahari " maka Sultan bersiap siap mendatangi tempat itu... dalam kondisi seperti ini... Malaikat Rofa'il pun hadir. lantas Sultan bertanya kepada sahabat nya itu.. tentang kuda apa yang sangat tajam penglihatan nya di waktu gelap. Diberikan keterangan.. yaitu kuda betina yang perawan... kemudian Sultan memerintahkan pada para prajurit nya untuk mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang masih perawan.. setelah itu memilih para prajurit dan cendikiawan dari 6000 orang yang ahli berkuda.. Diantaranya adalah Nabi Khidzir As yang menjabat sebagai perdana menteri.
Setelah persiapan matang perbekalan dan lainnya siap.. akhirnya Sultan Iskandar dan rombongan berangkat... Nabi Khidzir As berjalan di barisan terdepan memimpin rombongan... arah terbitnya matahari itu berada di arah kiblat saat ini dr wilayah kerajaan Sultan Iskandar waktu itu.
Setelah 12 tahun menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di tepi bumi yang gelap... ternyata gelapnya bukan seperti gelapnya malam... tetapi memancar seperti kabut.. dan pasukan berjalan menerobos kegelapan... namun.. semakin lama semakin gelap.
Dalam perjalanan.. di sepanjang jalan yang dilalui banyak terdapat kerikil kerikil gemerlapan melancarkan cahaya merah kuning dan biru laksana bintang gemintang di angkasa.
Untuk mencari tahu Sultan Iskandar pun menanyakan kepada Malaikat Rofa'il.. dan diberikan jawaban bahwa benda benda gemericik yang gemerlapan itu apabila seseorang mengambil nya niscaya ia akan menyesal dan apabila tidak mengambil nya ia pun akan menyesal juga.
Untuk mengatasi rasa penasaran Sultan Iskandar pun mengambil nya dalam kegelapan terasa seperti batu.... maka benda itu di bawa ke tempat yang terang... terkejut Sang Sultan karena ternyata benda tsb adalah benda2 langit... manikam..yakut merat...zamrud dll
Maka Sultan pun kembali dan memunguti benda2 yang berkilau itu.. di masukkan dalam karung bekas wadah perbekalan... akibatnya perjalanan semakin berat...
Nabi Khidzir selaku pimpinan rombongan berkali-kali memperingatkan Sultan bahwa perjalanan masih jauh.. hendaknya benda benda itu ditinggalkan saja untuk meringankan beban... permata yang berkarung karung sedikit demi sedikit dikurangi.. namun perjalanan terasa makin jauh... dan bumi terlihat makin gelap... Sultan yang perkasa pun lama kelamaan kondisi nya melemah. dan tidak kuat meneruskan perjalanan... akhirnya memutuskan untuk kembali ke negerinya tanpa hasil... sementara Nabi Khidzir tetap meneruskan perjalanan.
Di riwayat kan Nabi Khidzir akhirnya menemukan 'Ainul chayat... sebab dalam perjalanan beliau menerima Wahyu dari ALLOH bahwa air itu untuknya... beliau yang dipilih ALLOH... begitu sampai di sumber 'Ainul Chayat... perjalanan Nabi Khidzir diperintahkan berhenti.. sebab di sebelah kanan terdapat jurang yang menyerupai lembah.. ditempat itulah 'Ainul Chayat berada... maka dilepaskan lah terompah dan pakaian beliau.. serta minum dan mandi di air kehidupan tsb.
Ada sebuah penafsiran bahwa perjalanan mencari air kehidupan merupakan kiasan... yaitu menggambarkan perjalanan rohani menuju sisi ALLOH...
Dalam menempuh perjalanan rohani harus meninggalkan jubah keduniawian harta benda dunia...
Itu sebabnya Nabi Khidzir memperingatkan Sultan Iskandar yang sudah Kaya raya untuk meninggalkan permata dan berlian yang dipungutinya.
Perjalanan rohani tidak bisa terbebani sedikit pun urusan dunia. Baik dlm fikiran maupun perasaan.
Sultan Iskandar walaupun Raja yang beriman dan bertaqwa.. tidak mampu menempuh jalan rohani.. penyebab nya masih membawa beban kekuasaan dan harta duniawi. Kerena beban duniawi masih berat baginya.. maka ia pun kembali.
Perihal ini tidak tertulis dan tidak tersirat... tetapi harus dipelajari dan di pahami. hal tsb pernah diwejangkan Nabi Khidzir kepada Nabi Musa As.
Nabi Khidzir yang memperoleh Wahyu berhasil mendapatkan ilmu di sisi ALLOH.. yang lazim disebut ilmu laduni (rohmat sekaligus mukjizat)
Memang... itu semua kehendak ALLOH... namun kehendak itu harus di tempuh melalui jalan rohani oleh hamba2 ALLOH.
Sekiranya riwayat tsb bisa kita ambil pelajaran untuk kita semua dlm menjalani kehidupan dan beribadah.... ibadah tidak cukup hny mengedepankan syariat namun hakikat pun di perlukan untuk alam batiniah kita.
Bermula dari Sultan Iskandar Dzulqornain yang di segani dan ditakuti oleh seluruh dunia pada zamannya... walau demikian ia bukanlah Raja yang sombong.. namun salah satu Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada ALLOH SWT
Suatu ketika Sultan Iskandar Dzulqornain berjalan diatas bumi menuju ke tepi bumi... ALLOH memerintahkan seorang Malaikat bernama Rofa'il As untuk mendampingi Sultan Iskandar Dzulqornain.
Di tengah perjalanan mereka berbincang bincang... Sultan Iskandar Dzulqornain berkata kepada Malaikat Rofa'il "wahai Malaikat Rofa'il ceritakan lah kepada ku tentang ibadah para Malaikat di langit ".
Malaikat berkata "ibadah para Malaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya, ada yang rukuk tidak mengkat kepala selamanya dan ada yang sujud tidak mengangkat kepalanya selamanya "
Mendengar keterangan itu Sultan tercenung.. dalam fikiran beliau punya keinginan melakukan hal yang sama seperti para Malaikat, yaitu beribadah kepada ALLOH melebihi Malaikat... sebagai rasa syukur atas anugerah kebesaran yang diberikan ALLOH kepada nya.
Namun... apakah bisa melakukan ibadah hingga hari kiamat seperti para Malaikat?? sebab semua manusia pasti mati!!
Keinginan nya itu di katakan kepada Malaikat Rofa'il.. lalu Malaikat Rofa'il berkata "sesungguhnya ALLOH telah menciptakan sumber air di bumi.. namanya 'ainul chayat (sumber air kehidupan) .. barang siapa yang meminumnya seteguk.. maka tidak akan mati sampai hari kiamat... kecuali ia memohon kepada ALLOH agar di matikan "
Kemudian Sultan bertanya kepada Malaikat Rofa'il "apakah kau tahu tempat air kehidupan itu????" Malaikat Rofa'il menjawab "sesungguhnya 'ainul Chayat itu berada di bumi yang gelap" Malaikat Rofa'il dalam memberikan keterangan hanya sepotong sepotong sebab bahasa dan pengetahuan yang diberikan ALLOH hanya berupa simbol simbol yang masih misteri... dan setelah itu Malaikat Rofa'il pun pergi.
Setelah mendapat keterangan dari Malaikat Rofa'il Sultan segera mengumpulkan para ;alim ulama.... Sultan bertanya kepada mereka tentang air kehidupan... para ulama tidak ada yang tahu kabar keberadaan nya... namun salah seorang yang 'alim di antara mereka mengatakan "sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat Kanjeng Nabi Adam As, beliau berkata bahwa sesungguhnya ALLOH meletakkan air kehidupan itu di bumi yang gelap "
Sultan menanyakan dimana kah tempat bumi yang gelap itu??? Seorang yang 'alim menjawab "yaitu di tempat keluarnya matahari " maka Sultan bersiap siap mendatangi tempat itu... dalam kondisi seperti ini... Malaikat Rofa'il pun hadir. lantas Sultan bertanya kepada sahabat nya itu.. tentang kuda apa yang sangat tajam penglihatan nya di waktu gelap. Diberikan keterangan.. yaitu kuda betina yang perawan... kemudian Sultan memerintahkan pada para prajurit nya untuk mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang masih perawan.. setelah itu memilih para prajurit dan cendikiawan dari 6000 orang yang ahli berkuda.. Diantaranya adalah Nabi Khidzir As yang menjabat sebagai perdana menteri.
Setelah persiapan matang perbekalan dan lainnya siap.. akhirnya Sultan Iskandar dan rombongan berangkat... Nabi Khidzir As berjalan di barisan terdepan memimpin rombongan... arah terbitnya matahari itu berada di arah kiblat saat ini dr wilayah kerajaan Sultan Iskandar waktu itu.
Setelah 12 tahun menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di tepi bumi yang gelap... ternyata gelapnya bukan seperti gelapnya malam... tetapi memancar seperti kabut.. dan pasukan berjalan menerobos kegelapan... namun.. semakin lama semakin gelap.
Dalam perjalanan.. di sepanjang jalan yang dilalui banyak terdapat kerikil kerikil gemerlapan melancarkan cahaya merah kuning dan biru laksana bintang gemintang di angkasa.
Untuk mencari tahu Sultan Iskandar pun menanyakan kepada Malaikat Rofa'il.. dan diberikan jawaban bahwa benda benda gemericik yang gemerlapan itu apabila seseorang mengambil nya niscaya ia akan menyesal dan apabila tidak mengambil nya ia pun akan menyesal juga.
Untuk mengatasi rasa penasaran Sultan Iskandar pun mengambil nya dalam kegelapan terasa seperti batu.... maka benda itu di bawa ke tempat yang terang... terkejut Sang Sultan karena ternyata benda tsb adalah benda2 langit... manikam..yakut merat...zamrud dll
Maka Sultan pun kembali dan memunguti benda2 yang berkilau itu.. di masukkan dalam karung bekas wadah perbekalan... akibatnya perjalanan semakin berat...
Nabi Khidzir selaku pimpinan rombongan berkali-kali memperingatkan Sultan bahwa perjalanan masih jauh.. hendaknya benda benda itu ditinggalkan saja untuk meringankan beban... permata yang berkarung karung sedikit demi sedikit dikurangi.. namun perjalanan terasa makin jauh... dan bumi terlihat makin gelap... Sultan yang perkasa pun lama kelamaan kondisi nya melemah. dan tidak kuat meneruskan perjalanan... akhirnya memutuskan untuk kembali ke negerinya tanpa hasil... sementara Nabi Khidzir tetap meneruskan perjalanan.
Di riwayat kan Nabi Khidzir akhirnya menemukan 'Ainul chayat... sebab dalam perjalanan beliau menerima Wahyu dari ALLOH bahwa air itu untuknya... beliau yang dipilih ALLOH... begitu sampai di sumber 'Ainul Chayat... perjalanan Nabi Khidzir diperintahkan berhenti.. sebab di sebelah kanan terdapat jurang yang menyerupai lembah.. ditempat itulah 'Ainul Chayat berada... maka dilepaskan lah terompah dan pakaian beliau.. serta minum dan mandi di air kehidupan tsb.
Ada sebuah penafsiran bahwa perjalanan mencari air kehidupan merupakan kiasan... yaitu menggambarkan perjalanan rohani menuju sisi ALLOH...
Dalam menempuh perjalanan rohani harus meninggalkan jubah keduniawian harta benda dunia...
Itu sebabnya Nabi Khidzir memperingatkan Sultan Iskandar yang sudah Kaya raya untuk meninggalkan permata dan berlian yang dipungutinya.
Perjalanan rohani tidak bisa terbebani sedikit pun urusan dunia. Baik dlm fikiran maupun perasaan.
Sultan Iskandar walaupun Raja yang beriman dan bertaqwa.. tidak mampu menempuh jalan rohani.. penyebab nya masih membawa beban kekuasaan dan harta duniawi. Kerena beban duniawi masih berat baginya.. maka ia pun kembali.
Perihal ini tidak tertulis dan tidak tersirat... tetapi harus dipelajari dan di pahami. hal tsb pernah diwejangkan Nabi Khidzir kepada Nabi Musa As.
Nabi Khidzir yang memperoleh Wahyu berhasil mendapatkan ilmu di sisi ALLOH.. yang lazim disebut ilmu laduni (rohmat sekaligus mukjizat)
Memang... itu semua kehendak ALLOH... namun kehendak itu harus di tempuh melalui jalan rohani oleh hamba2 ALLOH.
Sekiranya riwayat tsb bisa kita ambil pelajaran untuk kita semua dlm menjalani kehidupan dan beribadah.... ibadah tidak cukup hny mengedepankan syariat namun hakikat pun di perlukan untuk alam batiniah kita.
mandi di kali tempur sebagai laku orang jawa
Tirakat atau yang biasa disebut laku prihatin yang sering di jalani orang jawa. Dlm penelitian ternyata mengandung muatan pengobatan. Tentu saja dlm hal fisik serta spiritual. Hal ini membuat masyarakat dunia barat kepincut untuk menyelaminya.
Laku prihatin sudah menjadi bagian integral bagi orang jawa. Semua itu memberikan buah yang berkhasiat. Tidak tidur 'misalnya ' menahan kantuk di malam hari ini pnya nilai positif bagi kekuatan batin agar lebih peka terhadap suara alam dan suara hati nurani.
Apa yang disebut laku!!!! Pengertian laku secara umum adalah :tindakan, perbuatan atau aksi. Laku dlm kehidupan sehari-hari dapat diterjemahkan sebagai suatu aksi yang dipilih sebagai jalan dlm menempuh kehidupan di dunia. Tujuan laku adalah mencapai kesempurnaan hidup..
Jika kesempurnaan hidup sudah dicapai.. maka akan tercapai pula keharmonisan dlm tiga arah. Yakni arah ke dalam kepada si pelaku ; sejatine Urip atau Urip sejati : kedua arah horizontal kepada lingkungan dan dunia :hamemayu hayuning bawono : ke tiga arah vertikal : kepada ALLOH :manunggaling kawulo gusti.
Dalam laku prihatin orang jawa selalu menunjukkan sikap panembah.. yakni ujud eling dan hormat kepada Yang Maha Kuasa, ujud cinta dan hormat kepada leluhur.
Di dalam laku dilakukan meditasi atau semadi dgn berdzikir wirid dan doa serta berpuasa... biasanya pula ada laku 'nempur' yakni mandi di pertetemuan tiga sungai di malam hari, kelihatannya sederhana dan aneh... tetapi dalam pengalaman para sesepuh kita itu merupakan laku pembersihan diri dari kotoran dan merupakan bentuk wujud dari pertaubatan untuk mencari kesucian hati dan jiwa.
Ada makna yang lebih dalam dari sekedar mandi di sungai. 'nempur' di tempuran sungai bukan saja berarti fisik... tetapi terlebih lg bermakna spiritual.. aliran sungai atau air lambang sumber kehidupan... sumber kehidupan alam raya ini tidak lain dan tidak bukan yang mempunyai hidup... yang mempunyai hidup adalah ALLOH yang bersifat Maha Hidup (الحي) .. krn itu 'nempur ' sesungguhnya menyongsong bantuan atau pitulungan dari ALLOH yang Maha Hidup... untuk segala hal urusan manusia..
Dari sisi kesehatan arus air yang begitu deras dari tiga aliran sungai merupakan terpaan yang mempunyai ritme tertentu yang di kulit terasa seperti pijatan.dan pijatan Di waktu malam yang sangat dingin seolah seperti kejutan bagi tubuh manusia.. yang akan membangkitkan simpul2 syaraf yang kendor sehingga peka kembali. Kejutan dan rangsangan terhadap sel syarat akan membuat sel berfungsi dengan lebih baik..
Dalam ilmu medis menyebutkan bahwa sel-sel syarat yang mati membuat tubuh sakit.. bisa di rangsang dengan kejutan seperti strom pukulan atau dgn suhu yang bertentangan.. misalnya dari panas ke dingin atau sebaliknya..
Oleh karena itulah mandi malam hari akan merangsang syaraf yg kurang peka terhadap sesuatu.. baik yang bersifat lahiriah ataupun batiniah.
Laku prihatin wong jowo penuh dengan kias dan semu, harapan dan doa, oleh karena itu bukan tidak mungkin penyakit yang menempel di tubuh pun bisa hilang dengan sendirinya.
Orang jawa menjalani budaya dengan pemahaman filsafat. Dan ber semboyan "tyas manis kang mantesi. Aruming wicoro kang mranani. Sinembuh laku utomo./tingkah laku dan sikap yang baik menurut norma kehidupan. Bicara yang penuh makna yang baik. Disertai tindakan yang baik dan menunjukkan keutamaan "
Dengan demikian laku prihatin bukan saja sebagai obat bagi manusia.. tetapi juga bagi jiwa yang haus akan rohmat ALLOH.. kebiasaan prihatin membuat kita hidup sehat dengan sikap sikap utama yang menjadi pondasinya.. semuanya itu mewujud dalam karakter ;
1- Eling... eling (ingat) akan selalu ingat kepada Sang Pencipta melalui berzikir.
2- Sabar.. tidak lekas marah.. tidak membalas perbuatan jahat.. tabah dlm menghadapi cobaan dlm kehidupan.
3- Narimo.. yaitu menerima apa adanya dlm kondisi apapun.. harus diterima dgn baik dan tetap menjalankan hidup apa adanya.. dlm kondisi apapun tdk mengeluh dan menyalahkan situasi.
4-Temen.. bersungguh-sungguh dan jujur.
5- Rilo... rela mengorbankan sesuatu yang berharga demi kepentingan yang lebih mulia.
6- Prasojo... sederhana dan rendah hati.
7- Teposliro... pengertian.. memahami orang lain dgn mengukur diri sendiri.
8- Sepi ing pamrih rame ing gawe... bekerja dgn sebaik- baiknya tanpa mengharapkan imbalan..
9- Gotong Royong... mengutamakan kebersamaan dlm segala aspek kehidupan
Itulah diatara ajaran sesepuh kita dlm.kehidupan
Laku prihatin sudah menjadi bagian integral bagi orang jawa. Semua itu memberikan buah yang berkhasiat. Tidak tidur 'misalnya ' menahan kantuk di malam hari ini pnya nilai positif bagi kekuatan batin agar lebih peka terhadap suara alam dan suara hati nurani.
Apa yang disebut laku!!!! Pengertian laku secara umum adalah :tindakan, perbuatan atau aksi. Laku dlm kehidupan sehari-hari dapat diterjemahkan sebagai suatu aksi yang dipilih sebagai jalan dlm menempuh kehidupan di dunia. Tujuan laku adalah mencapai kesempurnaan hidup..
Jika kesempurnaan hidup sudah dicapai.. maka akan tercapai pula keharmonisan dlm tiga arah. Yakni arah ke dalam kepada si pelaku ; sejatine Urip atau Urip sejati : kedua arah horizontal kepada lingkungan dan dunia :hamemayu hayuning bawono : ke tiga arah vertikal : kepada ALLOH :manunggaling kawulo gusti.
Dalam laku prihatin orang jawa selalu menunjukkan sikap panembah.. yakni ujud eling dan hormat kepada Yang Maha Kuasa, ujud cinta dan hormat kepada leluhur.
Di dalam laku dilakukan meditasi atau semadi dgn berdzikir wirid dan doa serta berpuasa... biasanya pula ada laku 'nempur' yakni mandi di pertetemuan tiga sungai di malam hari, kelihatannya sederhana dan aneh... tetapi dalam pengalaman para sesepuh kita itu merupakan laku pembersihan diri dari kotoran dan merupakan bentuk wujud dari pertaubatan untuk mencari kesucian hati dan jiwa.
Ada makna yang lebih dalam dari sekedar mandi di sungai. 'nempur' di tempuran sungai bukan saja berarti fisik... tetapi terlebih lg bermakna spiritual.. aliran sungai atau air lambang sumber kehidupan... sumber kehidupan alam raya ini tidak lain dan tidak bukan yang mempunyai hidup... yang mempunyai hidup adalah ALLOH yang bersifat Maha Hidup (الحي) .. krn itu 'nempur ' sesungguhnya menyongsong bantuan atau pitulungan dari ALLOH yang Maha Hidup... untuk segala hal urusan manusia..
Dari sisi kesehatan arus air yang begitu deras dari tiga aliran sungai merupakan terpaan yang mempunyai ritme tertentu yang di kulit terasa seperti pijatan.dan pijatan Di waktu malam yang sangat dingin seolah seperti kejutan bagi tubuh manusia.. yang akan membangkitkan simpul2 syaraf yang kendor sehingga peka kembali. Kejutan dan rangsangan terhadap sel syarat akan membuat sel berfungsi dengan lebih baik..
Dalam ilmu medis menyebutkan bahwa sel-sel syarat yang mati membuat tubuh sakit.. bisa di rangsang dengan kejutan seperti strom pukulan atau dgn suhu yang bertentangan.. misalnya dari panas ke dingin atau sebaliknya..
Oleh karena itulah mandi malam hari akan merangsang syaraf yg kurang peka terhadap sesuatu.. baik yang bersifat lahiriah ataupun batiniah.
Laku prihatin wong jowo penuh dengan kias dan semu, harapan dan doa, oleh karena itu bukan tidak mungkin penyakit yang menempel di tubuh pun bisa hilang dengan sendirinya.
Orang jawa menjalani budaya dengan pemahaman filsafat. Dan ber semboyan "tyas manis kang mantesi. Aruming wicoro kang mranani. Sinembuh laku utomo./tingkah laku dan sikap yang baik menurut norma kehidupan. Bicara yang penuh makna yang baik. Disertai tindakan yang baik dan menunjukkan keutamaan "
Dengan demikian laku prihatin bukan saja sebagai obat bagi manusia.. tetapi juga bagi jiwa yang haus akan rohmat ALLOH.. kebiasaan prihatin membuat kita hidup sehat dengan sikap sikap utama yang menjadi pondasinya.. semuanya itu mewujud dalam karakter ;
1- Eling... eling (ingat) akan selalu ingat kepada Sang Pencipta melalui berzikir.
2- Sabar.. tidak lekas marah.. tidak membalas perbuatan jahat.. tabah dlm menghadapi cobaan dlm kehidupan.
3- Narimo.. yaitu menerima apa adanya dlm kondisi apapun.. harus diterima dgn baik dan tetap menjalankan hidup apa adanya.. dlm kondisi apapun tdk mengeluh dan menyalahkan situasi.
4-Temen.. bersungguh-sungguh dan jujur.
5- Rilo... rela mengorbankan sesuatu yang berharga demi kepentingan yang lebih mulia.
6- Prasojo... sederhana dan rendah hati.
7- Teposliro... pengertian.. memahami orang lain dgn mengukur diri sendiri.
8- Sepi ing pamrih rame ing gawe... bekerja dgn sebaik- baiknya tanpa mengharapkan imbalan..
9- Gotong Royong... mengutamakan kebersamaan dlm segala aspek kehidupan
Itulah diatara ajaran sesepuh kita dlm.kehidupan
Selasa, 02 Desember 2014
pangeran jayakarta
Selama kita mengenal nama Pangeran Jayakarta sebagai penguasa wilayah pelabuhan sunda kelapa.
Dan pemda DKI merujuk pada Nama Syeh Achmad Djakerta yang di anggap sebagai Pangeran Jayakarta yang mana beliau adalah keturunan dr Banten lewat Tubagus Angke.
Pangeran Jayakarta yang sebenarnya adalah utusan demak yang bersama dgn Fatahillah menyerbu portugis di sunda kelapa.
Senopati utusan demak tsb berhasil mengusir portugis dr sunda kelapa.
Senopati Fatahillah (gelar syarif hidayatulloh waktu di keprajuritan demak) di minta oleh Sultan Fatah menduduki Banten dan menjadi adipati di Banten.... yang kemudian putra beliau menggantikan nya dgn gelar Sultan hasanudin
Sementara Pangeran Jayakarta tdk mau menjadi pimpinan pemerintahan... beliau berdakwah dan menjaga keamanan pelabuhan agar perekonomian demak serta Banten dan pajajaran waktu itu stabil.
Pangeran Jayakarta memang seorg pemimpin yang linuwih... byk para pejabat dan putra raja pajajaran dan sekitarnya yang belajar ilmu pemerintahan serta ilmu keprajuritan.
Pangeran Jayakarta sebagai panutan dan para pangeran Banten yang bertugas di sunda kelapa di minta untuk memakai gelar beliau sekaligus menggantikan beliau memimpin sunda kelapa
Tdk di ketahui akhir riwayat beliau... di karena kan beliau sering dakwah dan alih rupo membo jalmo.
Yang ada hny riwayat dan petilasan yang berada di wilayah Jakarta saat ini.
Mitos pun berhembus dan kontroversi pun bermunculan tntg Pangeran Jayakarta.
Adapun pangeran Jayakarta yang di makamkan di Jati negara kau itu adalah syeh achmad Djakerta bin Tubagus Angke yang bergelar Pangeran Jayakarta ke 3.
Pangeran Jayakarta pada masa demak dan syeh Achmad Djakerta pd masa VOC.
Yang pasti Pangeran Jayakarta itu gelar dr sultan Fatah krn telah memenangkan perang dan memberikan kesejahteraan pd masyarakat sunda kelapa dr jajahan portugis.
Itu lah antara karomah dan kontroversi mengenai Pangeran Jayakarta
Nama yang di kenal sebelum zaman syeh achmad Djakerta
Sebagai ulasan sejarah pejuang islam di belakang walisongo dan awal kekholifahan tanah jawa.
Dan pemda DKI merujuk pada Nama Syeh Achmad Djakerta yang di anggap sebagai Pangeran Jayakarta yang mana beliau adalah keturunan dr Banten lewat Tubagus Angke.
Pangeran Jayakarta yang sebenarnya adalah utusan demak yang bersama dgn Fatahillah menyerbu portugis di sunda kelapa.
Senopati utusan demak tsb berhasil mengusir portugis dr sunda kelapa.
Senopati Fatahillah (gelar syarif hidayatulloh waktu di keprajuritan demak) di minta oleh Sultan Fatah menduduki Banten dan menjadi adipati di Banten.... yang kemudian putra beliau menggantikan nya dgn gelar Sultan hasanudin
Sementara Pangeran Jayakarta tdk mau menjadi pimpinan pemerintahan... beliau berdakwah dan menjaga keamanan pelabuhan agar perekonomian demak serta Banten dan pajajaran waktu itu stabil.
Pangeran Jayakarta memang seorg pemimpin yang linuwih... byk para pejabat dan putra raja pajajaran dan sekitarnya yang belajar ilmu pemerintahan serta ilmu keprajuritan.
Pangeran Jayakarta sebagai panutan dan para pangeran Banten yang bertugas di sunda kelapa di minta untuk memakai gelar beliau sekaligus menggantikan beliau memimpin sunda kelapa
Tdk di ketahui akhir riwayat beliau... di karena kan beliau sering dakwah dan alih rupo membo jalmo.
Yang ada hny riwayat dan petilasan yang berada di wilayah Jakarta saat ini.
Mitos pun berhembus dan kontroversi pun bermunculan tntg Pangeran Jayakarta.
Adapun pangeran Jayakarta yang di makamkan di Jati negara kau itu adalah syeh achmad Djakerta bin Tubagus Angke yang bergelar Pangeran Jayakarta ke 3.
Pangeran Jayakarta pada masa demak dan syeh Achmad Djakerta pd masa VOC.
Yang pasti Pangeran Jayakarta itu gelar dr sultan Fatah krn telah memenangkan perang dan memberikan kesejahteraan pd masyarakat sunda kelapa dr jajahan portugis.
Itu lah antara karomah dan kontroversi mengenai Pangeran Jayakarta
Nama yang di kenal sebelum zaman syeh achmad Djakerta
Sebagai ulasan sejarah pejuang islam di belakang walisongo dan awal kekholifahan tanah jawa.
antara karomah dan kontroversi
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ أَبِى حَازِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ « اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ »
Dari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb, mereka berdua berkata: Muhammad Bin ‘Ubaid menuturkan kepada kami: Dari Yaziid bin Kasyaan, ia berkata: Dari Abu Haazim, ia berkata: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau. Beliau lalu bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian”
(HR. Muslim no.108, 2/671)
Keutamaan Ziarah kubur :
Haram hukumnya memintakan ampunan bagi orang yang mati dalam keadaan kafir (Nailul Authar [219], Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi [3/402]). Sebagaimana juga firman Allah Ta’ala:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya)” (QS. At Taubah: 113)
Berziarah kubur ke makam orang kafir hukumnya boleh (Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi, 3/402). Berziarah kubur ke makam orang kafir ini sekedar untuk perenungan diri, mengingat mati dan mengingat akhirat. Bukan untuk mendoakan atau memintakan ampunan bagi shahibul qubur. (Ahkam Al Janaaiz Lil Albani, 187)
Jika berziarah kepada orang kafir yang sudah mati hukumnya boleh, maka berkunjung menemui orang kafir (yang masih hidup) hukumnya juga boleh (Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi, 3/402).
Hadits ini adalah dalil tegas bahwa ibunda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mati dalam keadaan kafir dan kekal di neraka (Syarh Musnad Abi Hanifah, 334)
Tujuan berziarah kubur adalah untuk menasehati diri dan mengingatkan diri sendiri akan kematian (Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi, 3/402)
An Nawawi, Al ‘Abdari, Al Haazimi berkata: “Para ulama bersepakat bahwa ziarah kubur itu boleh bagi laki-laki” (Fathul Baari, 4/325). Bahkan Ibnu Hazm berpendapat wajib hukumnya minimal sekali seumur hidup. Sedangkan bagi wanita diperselisihkan hukumnya. Jumhur ulama berpendapat hukumnya boleh selama terhindar dari fitnah, sebagian ulama menyatakan hukumnya haram mengingat hadits ,
لَعَنَ اللَّه زَوَّارَات الْقُبُور
“Allah melaknat wanita yang sering berziarah kubur” (HR. At Tirmidzi no.1056, komentar At Tirmidzi: “Hadits ini hasan shahih”)
Dan sebagian ulama berpendapat hukumnya makruh (Fathul Baari, 4/325). Yang rajih insya Allah, hukumnya boleh bagi laki-laki maupun wanita karena tujuan berziarah kubur adalah untuk mengingat kematian dan mengingat akhirat, sedangkan ini dibutuhkan oleh laki-laki maupun perempuan (Ahkam Al Janaaiz Lil Albani, 180).
Ziarah kubur mengingatkan kita akan akhirat. Sebagaimana riwayat lain dari hadits ini:
زوروا القبور ؛ فإنها تذكركم الآخرة
“Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Maajah no.1569)
Ziarah kubur dapat melembutkan hati. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزوروها فإنها ترق القلب ، وتدمع العين ، وتذكر الآخرة ، ولا تقولوا هجرا
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR. Al Haakim no.1393, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’, 7584)
Ziarah kubur dapat membuat hati tidak terpaut kepada dunia dan zuhud terhadap gemerlap dunia. Dalam riwayat lain hadits ini disebutkan:
كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat membuat kalian zuhud terhadap dunia dan mengingatkan kalian akan akhirat” (HR. Al Haakim no.1387, didhaifkan Al Albani dalam Dha’if Al Jaami’, 4279)
Al Munawi berkata: “Tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya” (Faidhul Qaadir, 88/4)
Disyariatkannya ziarah kubur ini dapat mendatangkan manfaat bagi yang berziarah maupun bagi shahibul quburyang diziarahi (Ahkam Al Janaiz Lil Albani, 188). Bagi yang berziarah sudah kami sebutkan di atas. Adapun bagi shahibul qubur yang diziarahi (jika muslim), manfaatnya berupa disebutkan salam untuknya, serta doa dan permohonan ampunan baginya dari peziarah. Sebagaimana hadits:
كيف أقول لهم يا رسول الله؟ قال: قولي: السلام على أهل الديار من المؤمنين والمسلمين، ويرحم الله المستقدمين منا والمستأخرين وإنا إن شاء الله بكم للاحقون
“Aisyah bertanya: Apa yang harus aku ucapkan bagi mereka (shahibul qubur) wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Ucapkanlah: Assalamu ‘alaa ahlid diyaar, minal mu’miniina wal muslimiin, wa yarhamullahul mustaqdimiina wal musta’khiriina, wa inna insyaa Allaahu bikum lalaahiquun (Salam untuk kalian wahai kaum muslimin dan mu’minin penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului (mati), dan juga orang-orang yang diakhirkan (belum mati). Sungguh, Insya Allah kami pun akan menyusul kalian” (HR. Muslim no.974)
Ziarah kubur yang syar’i dan sesuai sunnah adalah ziarah kubur yang diniatkan sebagaimana hadits di atas, yaitu menasehati diri dan mengingatkan diri sendiri akan kematian. Adapun yang banyak dilakukan orang, berziarah-kubur dalam rangka mencari barokah, berdoa kepada shahibul qubur adalah ziarah kubur yang tidak dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Selain itu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga melarang qaulul hujr ketika berziarah kubur sebagaimana hadits yang sudah disebutkan. Dalam riwayat lain disebutkan:
ولا تقولوا ما يسخط الرب
“Dan janganlah mengatakan perkataan yang membuat Allah murka” (HR. Ahmad 3/38,63,66, Al Haakim, 374-375)
Termasuk dalam perbuatan ini yaitu berdoa dan memohon kepada shahibul qubur, ber-istighatsah kepadanya, memujinya sebagai orang yang pasti suci, memastikan bahwa ia mendapat rahmat, memastikan bahwa ia masuk surga, (Ahkam Al Janaiz Lil Albani, 178-179)
Tidak benar persangkaan sebagian orang bahwa ahlussunnah atau salafiyyin melarang ummat untuk berziarah kubur. Bahkan ahlussunnah mengakui disyariatkannya ziarah kubur berdasarkan banyak dalil-dalil shahih dan menetapkan keutamaannya. Yang terlarang adalah ziarah kubur yang tidak sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang menjerumuskan kepada perkara bid’ah dan terkadang mencapai tingkat syirik.
Karomah
Dlm khazanah dunia islam kita mengenal sebuah kalimat (karomah) yang bermakna mulia ataupun kemuliaan. Dan kalimat tsb merujuk pd seseorang yang mempunyai kelebihan dlm ilmu agama dan orientasi bidang hikmah.
Dan dr hal tsb masyarakat menganggap ulama atopun Kyai dan Habib yg pny kemasyhuran dan tokoh yang di segani dianggap sebagai manusia yang karomah nya tinggi....
Karomah atau kemuliaan dr ALLOH hny diperuntukkan untuk hamba-hambaNya yang bertaqwa.. sesuai dgn firman-Nya أن أكرمكم عندالله أتقاكم
Apakah orang2 yang dianggap pny karomah tinggi itu org yang bertaqwa??? Sedangkan diantara mereka hny berjuang mementingkan diri sendiri dan keluarga serta golongan
Dlm hal ilmu tashowwuf diperjelas dgn istilah istijroj yang serupa dan beda tipis dgn sifat karomah itu td.
Dan perbedaan akan jelas hny di akhirat nanti.
Umat islam saat ini byk yang tergelincir dlm sebuah pandangan tntg kalimat karomah dan tdk sedikit pula diantara umat islam yang mempelajari ilmu hikmah dgn menganggap itu sebuah karomah.
Byk di antara kita menganggap tempat tertentu sebagai tempat kramat (ada karomah disitu)... padahal umat terdahulu mengkramatkan dan memuliakan tmpt tsb sebagai bentuk ta'dzim dan menjaga ekosistem alam di sekitar tmpt tsb.
Suatu tempat dianggap kramat krn disitu ada makam tokoh ataupun tempat pertapaan tokoh masa lalu.
Dan jk hal tsb dirujuk pd seorg tokoh dan akhirnya masyarakat menganggap tokoh tsb tokoh yang pny karomah.
Hal itu yang sering menjadi kontroversi di kalangan masyarakat krn adanya mitos dan keyakinan di suatu tmpt.
Sebagai contoh nama Kanjeng Sunan Kalijogo.... ada sebagian masyarakat Bojonegoro yang meyakini bahwa makam beliau di Bojonegoro.. di cirebon pun ada yang menganggap makam beliau di sana.. serta beberapa tempat yang lain pun demikian dgn tokoh yang lain pula.
Itulah yang di sebut dgn karomah atau kemuliaan yang di berikan ALLOH pd Kanjeng Sunan Kalijogo sebagai sarana dakwah beliau di berbagai tempat yang beliau singgahi.
Ilmu pengetahuan ilmu kedigdayaan dan ilmu lainnya yang sebagai sarana berjuang bisa menjadi fasilitas kemuliaan dr ALLOH untuk menunjang perjuangan.
Namun yang terjadi di zaman ini banyak org yang mendatangi tempat yang di anggap kramat hny untuk munajat bahkan menyalahgunakan tmpt tsb untuk praktek kemusyrikan.
Harusnya menuju tmpt2 tsb dgn niyat yang suci napak tilas perjalanan perjuangan dimasa lalu dan mengambil i'tibar pada perjalanan tokoh di masa lalu dlm menggapai ilmu dan ridho ALLOH.
Itulah yang di namakan kontroversi krn kita sendiri yang sudah kontroversi dgn hati nurani dan ajaran agama serta sejarah.
Sejarah byk yang di putar balikkan krn kepentingan tertentu dr org yang tidak bertanggung jawab.
Sejarah pangeran samudro pun penuh kontroversi... baik itu propaganda Belanda ataupun org2 mojopahit pada masa itu yang tdk suka dgn kesultanan demak yang beragama islam.. sehingga memutar balikkan sejarah dgn fitnah dan jg politik kotor.
Itu pun bisa di sebut dgn karomah nya pangeran samudro yang menginginkan untuk pergi dr demak dgn kelihatan mati.
Dan kesempatan tsb di gunakan oleh orang2 mojopahit yang blm mau tunduk pada ajaran islam untuk menyebarkan isu dan fitnah.
Menanggapi masalah kontroversi tempat2 yang di kramat kan hendak nya kita memandang dr sudut agama dgn kacamata iman.
Berziaroh haruslah dgn niyat yang murni dan dgn aturan yang berlaku dlm tatacara ziaroh yang di ajarkan Baginda Nabi.
Tinggalkan semua tatacara yang menyimpang dr Syar'i
Jgn ikuti bujuk rayu syetan dan bisikan jin yang sering berkeliaran di tempat2 yang di anggap kramat.
Jgn mudah terbuai oleh pandangan alam batiniah krn itu bisa menyesatkan.
Jgn telan mentah2 mitos yang ada di lingkungan tempat tsb.
Dlm riwayat hadist di jelaskan
من زر الأولياء فكأنما زرالانبياء ومن زر الأنبياء وجبت لهم الشفاعة
من زر العالم فكأنما زرني ومن زرني وجبت له شفاعتي
وقال النبي المصطفى صلى الله عليه وسلم. ؛ في أي مكان ذكرت فيه الأولياء نزلت رحمة من السماء
Dr hadist tsb ziaroh itu sebagai wasilah untuk mendapatkan syafaat dlm urusan dunia akhirat dan memohon ampun pada ALLOH untuk para ahli qubur.
Dan para waliyulloh itu tdk lah wafat.. sesuai hadist rosululloh
ان اولياءالله لا يموت بل أحياء ولكنهم تقير من دار إلى دار الأخرى
Sesungguhnya para waliyulloh itu tdk mati.. tapi hny berpindah dr satu tempat ke tempat yang lain
Bukan berarti reinkarnasi seperti mitos agama lain.
Tapi para wali masih tetep berjuang dgn hal yang berbeda serta suasana yang berbeda pula menurut maqom mereka di hadapan ALLOH.
ان الله يغفر لمن يشاء إلا أن يشرك به
Senin, 01 Desember 2014
filsafat pewayangan jawa
Dlm dakwah islam di tanah jawa para wali tdk meninggalkan kultur budaya yang ada di masyarakat tanah jawa.
Kesenian berbagai macam bentuk yang ada di tanah jawa semua itu adalah sarana dakwah yang sangat lah berarti. Nilai2 filsafat kehidupan dan agama di tanamkan melalui seni dan budaya.
Salah satu di antaranya adalah seni pewayangan. Di dlm jagad pakeliran di kenal dgn istilah wayang purwo yang berarti owah-owahaning tiyang kuno (sejarah masa lalu dr manusia)
Di dlm pagelaran wayang ada dalang (ngudal piwulang/ memberikan pelajaran) kelir sbge simbol alam ini. Wayang yang terletak pada dua sisi menyiratkan tntg dua sisi kehidupan. Tempat tertancapnya wayang sebagai gambaran bumi yang kita pijak. Lampu yang terletak di atas belakang dalang sebagai simbol penerangan agama.
Dan nama dlm tokoh pewayangan jawa pun itu sebagai ajaran filsafat keagamaan. Kita ambil contoh dlm cerita mahabarata.
Prabu yudistira sebagai simbol rukun islam yang pertama dgn pusaka jamus kalimasada (kalimah syahadat) sifat puntodewo yang ikhlas lego lilo lahir tumusing batin mencerminkan jiwa dan watak manusia yang memegang teguh syahadat... ketauhidan yang kuat akan membuat manusia pasrah dan taat.
Bima simbol rukun islam ke dua yaitu sholat... dlm sholat ketika membaca kalimat takbir (takbirotul ihrom) tiada yang lebih agung kecuali ALLOH... dlm filsafat wayang jawa Bima tdk bisa berbahasa dgn halus (kromo inggil) itu sebagai gambaran org yang sholat hny menghadap ALLOH. pusaka wekudoro adalah kuku ponconoko.. itu pun bentuk filsafat jawa kuku (kukuh) ponco (limo) noko (landep) yang pny arti... menowo pingin kukuh agamamu sholat limang wektu lakonono Yekti bakal ijabah panyuwunanmu.
Dlm hadist di jelaskan
الصلاة عماد الدين فمن أقامها فقد أقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين
Arjuna sebagai simbol rukun islam puasa... di gambar kan dlm pewayangan jawa Arjuna sbge satria yang suka tirakat berpuasa yang dr hal tsb byk pusaka dan jg istri. Arjuna pun dr kata bahasa arab yang berarti harapan... dgn puasa kita mengharapkan ridho alloh.. puasa tdk di jelaskan tntg pahala nya.. dlm hadist qudsy di riwayat kan
الصيام لي وأنا اجزى به
Nakula dan sadewa sebagai satriyo kembar kemanikan.. itu sebagai simbol rukun islam zakat dan haji yang kedua nya sama kedudukan nya... yaitu hny bagi orang yang mampu menjalankan nya.
Mampu dlm arti dlm zakat yang dinamakan nishob dan dlm haji biaya dan pengetahuan tntg ibadah haji.
Namun dlm filsafat pewayangan umat islam tdk hny menjalankan hal yang wajib... maka di gambar kan
Puntodewo pny anak yang bernama poncowolo.. sbg simbol org yang sudah bersyahadat blm akan menjadi seorang muslim jika blm menjalankan sholat lima waktu.
Bima pny anak antareja dr bahasa arab (انت رجاء) yang pny arti org yang sholat itu pny pengharapan di kehidupan yang akan datang dunia akhirat.
Arjuna pny istri dewi dersonolo dr bahasa arab (درس نال) yang berarti membaca terus... dgn makna org yang puasa blm akan sempurna jk tdk membaca alqur'an wiridan dll... perkawinan tsb menurunkan wisanggenni dr bahasa arab (وسيع غني) yang berarti lapang dan kaya... semua itu adalah filsafat walisongo jk manusia pingin pny keleluasaan dan kaya haruslah byk puasa riyadhoh serta baca qur'an dan wiridan.
Tentu saja mengamalkan ibadah ajaran agama pasti penuh cobaan... walisongo menggambarkan godaan tsb dgn korawa yang berjumlah 100 sebagai simbol sifat keburukan manusia... di antaranya
Duryudana (duro ing prayudan) yang berarti org yang picik licik dlm berjuang dan mementingkan diri sendiri dan golongan
Dursasana(duro ing sasono) org yang selalu bohong dimanapun dan demi kepentingan nya
Itulah sepenggal kecil dr ajaran filsafat agama lewat seni pewayangan yang di ajarkan oleh walisongo
Semoga kita bisa belajar dgn semua itu
Kesenian berbagai macam bentuk yang ada di tanah jawa semua itu adalah sarana dakwah yang sangat lah berarti. Nilai2 filsafat kehidupan dan agama di tanamkan melalui seni dan budaya.
Salah satu di antaranya adalah seni pewayangan. Di dlm jagad pakeliran di kenal dgn istilah wayang purwo yang berarti owah-owahaning tiyang kuno (sejarah masa lalu dr manusia)
Di dlm pagelaran wayang ada dalang (ngudal piwulang/ memberikan pelajaran) kelir sbge simbol alam ini. Wayang yang terletak pada dua sisi menyiratkan tntg dua sisi kehidupan. Tempat tertancapnya wayang sebagai gambaran bumi yang kita pijak. Lampu yang terletak di atas belakang dalang sebagai simbol penerangan agama.
Dan nama dlm tokoh pewayangan jawa pun itu sebagai ajaran filsafat keagamaan. Kita ambil contoh dlm cerita mahabarata.
Prabu yudistira sebagai simbol rukun islam yang pertama dgn pusaka jamus kalimasada (kalimah syahadat) sifat puntodewo yang ikhlas lego lilo lahir tumusing batin mencerminkan jiwa dan watak manusia yang memegang teguh syahadat... ketauhidan yang kuat akan membuat manusia pasrah dan taat.
Bima simbol rukun islam ke dua yaitu sholat... dlm sholat ketika membaca kalimat takbir (takbirotul ihrom) tiada yang lebih agung kecuali ALLOH... dlm filsafat wayang jawa Bima tdk bisa berbahasa dgn halus (kromo inggil) itu sebagai gambaran org yang sholat hny menghadap ALLOH. pusaka wekudoro adalah kuku ponconoko.. itu pun bentuk filsafat jawa kuku (kukuh) ponco (limo) noko (landep) yang pny arti... menowo pingin kukuh agamamu sholat limang wektu lakonono Yekti bakal ijabah panyuwunanmu.
Dlm hadist di jelaskan
الصلاة عماد الدين فمن أقامها فقد أقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين
Arjuna sebagai simbol rukun islam puasa... di gambar kan dlm pewayangan jawa Arjuna sbge satria yang suka tirakat berpuasa yang dr hal tsb byk pusaka dan jg istri. Arjuna pun dr kata bahasa arab yang berarti harapan... dgn puasa kita mengharapkan ridho alloh.. puasa tdk di jelaskan tntg pahala nya.. dlm hadist qudsy di riwayat kan
الصيام لي وأنا اجزى به
Nakula dan sadewa sebagai satriyo kembar kemanikan.. itu sebagai simbol rukun islam zakat dan haji yang kedua nya sama kedudukan nya... yaitu hny bagi orang yang mampu menjalankan nya.
Mampu dlm arti dlm zakat yang dinamakan nishob dan dlm haji biaya dan pengetahuan tntg ibadah haji.
Namun dlm filsafat pewayangan umat islam tdk hny menjalankan hal yang wajib... maka di gambar kan
Puntodewo pny anak yang bernama poncowolo.. sbg simbol org yang sudah bersyahadat blm akan menjadi seorang muslim jika blm menjalankan sholat lima waktu.
Bima pny anak antareja dr bahasa arab (انت رجاء) yang pny arti org yang sholat itu pny pengharapan di kehidupan yang akan datang dunia akhirat.
Arjuna pny istri dewi dersonolo dr bahasa arab (درس نال) yang berarti membaca terus... dgn makna org yang puasa blm akan sempurna jk tdk membaca alqur'an wiridan dll... perkawinan tsb menurunkan wisanggenni dr bahasa arab (وسيع غني) yang berarti lapang dan kaya... semua itu adalah filsafat walisongo jk manusia pingin pny keleluasaan dan kaya haruslah byk puasa riyadhoh serta baca qur'an dan wiridan.
Tentu saja mengamalkan ibadah ajaran agama pasti penuh cobaan... walisongo menggambarkan godaan tsb dgn korawa yang berjumlah 100 sebagai simbol sifat keburukan manusia... di antaranya
Duryudana (duro ing prayudan) yang berarti org yang picik licik dlm berjuang dan mementingkan diri sendiri dan golongan
Dursasana(duro ing sasono) org yang selalu bohong dimanapun dan demi kepentingan nya
Itulah sepenggal kecil dr ajaran filsafat agama lewat seni pewayangan yang di ajarkan oleh walisongo
Semoga kita bisa belajar dgn semua itu
Langganan:
Postingan (Atom)