Translate

Selasa, 05 Juni 2018

Peristiwa Perang Yarmuk

Ahli tarikh berbeda pendapat tentang kapan terjadinya perang Yarmuk.

Sebagaimana disebutkan oleh Saif bin 'Umar dan diikuti oleh Abu Ja'far Ibnu Jarir Ath-Thabariy, perang Yarmuk terjadi pada tahun 13 H sebelum penaklukan Damaskus.

Adapun Al-Hafidh Ibnu 'Asakir menukil dari Yazid bin Abu 'Ubaidah, Al-Walid bin Muslim, Ibnu Lahi'ah, Al-Laits, dan Abu Ma'syar bahwa peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke 15 H setelah penaklukan Damaskus.

Muhammad bin Ishaq berkata : Perang Yarmuk terjadi pada bulan Rajab tahun 15 H. Khalifah bin Khayyat berkata : Ibnul Kalbiy mengatakan bahwa perang Yarmuk terjadi pada hari Senin tanggal 5 bulan Rajab tahun 15 H.

Aku (Ibnu Katsir) berkata : (tahun 13 H) yang disebutkan oleh Saif bin 'Umar dan lainnya itu adalah menurut apa yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan lainnya, walloohu a'lam.

Persiapan Romawi menghadapi peperangan

قَالَ: وَلَمَّا تَوَجَّهَتْ هذِهِ الْجُيُوْشُ نَحْوَ الشَّامِ اَفْزَعَ ذلِكَ الرُّوْمَ وَخَافُوْا خَوْفًا شَدِيْدًا، وَ كَتَبُوْا اِلَى هِرَقْلَ يُعْلِمُوْنَهُ بِمَا كَانَ مِنَ اْلاَمْرِ. فَيُقَالُ اِنَّهُ كَانَ يَوْمَئِذٍ بِحِمْصَ. وَيُقَالُ: كَانَ حَجَّ عَامَهُ ذلِكَ اِلَى بَيْتِ الْمُقَدَّسِ. فَلَمَّا انْتهَى اِلَيْهِ الْخَبَرُ. قَالَ لَهُمْ: وَيْحَكُمْ اِنَّ هؤُلآَءِ اَهْلُ دِيْنٍ جَدِيْدٍ، وَ اِنَّهُمْ لاَ قِبَلَ لاَحَدٍ بِهِمْ، فَاَطِيْعُوْنِي وَ صَالِحُوْهُمْ بِمَا تُصَالِحُوْنَهُمْ عَلَى نِصْفِ خَرَاجِ الشَّامِ، وَ يَبْقَى لَكُمْ جِبَالُ الرُّوْمِ. وَ اِنْ اَنْتُمْ اَبَيْتُمْ ذلِكَ، اَخَذُوْا مِنْكُمُ الشَّامَ وَ ضَيَّقُوْا عَلَيْكُمْ جِبَالَ الرُّوْمِ.

(Ibnu Jarir) berkata, "Ketika pasukan Islam berjalan menuju Syam, tentara Romawi merasa kaget dan sangat takut, mereka segera mengirim surat kepada Hiraqlius memberitahukan kepadanya tentang peristiwa tersebut". Disebutkan bahwa Hiraqlius ketika itu sedang berada di Himsha, ada yang mengatakan pada tahun itu dia sedang berziyarah ke Baitul Maqdis.

Ketika berita ini sampai kepadanya, dia menulis surat balasan, "Celakalah kalian, sesungguhnya mereka itu adalah pemeluk agama baru. Sesungguhnya, tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkan mereka. Maka patuhlah kepadaku dan berdamailah dengan mereka dengan menyerahkan kepada mereka separuh dari penghasilan bumi Syam. Dan kalian masih memiliki pegunungan Romawi. Jika kalian tidak mematuhi kata-kataku maka mereka pasti akan merampas negeri Syam dari kalian dan akan memojokkan kalian hingga terjepit di pegunungan Romawi".

فَنَخَرُوْا مِنْ ذلِكَ نَخْرَةَ حُمُرِ الْوَحْشِ كَمَا هِيَ عَادَاتُهُمْ فِي قِلَّةِ الْمَعْرِفَةِ وَ الرَّأْيِ بِالْحَرْبِ وَ النُّصْرَةِ فِي الدّيْنِ وَ الدُّنْيَا. فَعِنْدَ ذلِكَ سَارَ اِلَى حِمْصَ. وَ اَمَرَ هِرَقْلُ بِخُرُوْجِ الْجُيُوْشِ الرُّوْمِيَّةِ صُحْبَةَ اْلاُمَرَاءِ، فِي مُقَابَلَةِ كُلّ اَمِيْرٍ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ جَيْشٌ كَثِيْفٌ. فَبَعَثَ اِلىَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ اَخًا لَهُ لاَبَوَيْهِ، تَذَارِقَ، فِي تِسْعِيْنَ اَلْفًا مِنَ الْمُقَاتَلَةِ. وَ بَعَثَ جَرْجَهَ بْنَ بُوْذِيْهَا اِلَى نَاحِيَةِ يَزِيْدَ بْنِ اَبِي سُفْيَانَ، فَعَسْكَرَ بِاِزَائِهِ فِي خَمْسِيْنَ اَلْفًا اَوْ سِتّيْنَ اَلْفًا. وَ بَعَثَ الدُّرَاقِصَ اِلَى شُرَحْبِيْلَ بْنِ حَسَنَةَ. وَ بَعَثَ اللّقِيْقَارَ وَ يُقَالُ الْقَيْقَلاَنَ فِي سِتّيْنَ اَلْفًا اِلَى اَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ.

Ketika mendapat balasan seperti itu, mereka kebingungan laksana keledai liar sebagaimana kebiasaan mereka, karena mereka sedikit pengetahuannya tentang berperang dan tidak mendapat pertolongan dengan agama dan dunia. Ketika itu Kaisar Hiraqlius sedang berkunjung ke Himsha, dia memerintahkan agar seluruh panglima Romawi keluar dengan membawa pasukan yang banyak untuk menghadapi pasukan muslimin. Dia memerintahkan saudara kandungnya, Tadzariq, dengan membawa 90.000 pasukan untuk menghadapi 'Amr bin Al-'Aash, dan dia mengutus Jarajah bin Budziha untuk menghadapi Yazid bin Abu Sufyan dengan mendirikan kemahnya sejajar dengan kemahnya Yazid bin Abu Sufyan dengan pasukan sebanyak 50.000 hingga 60.000 orang. Hiraqlius juga mengutus Al-Duraqis untuk menghadapi Syurahbil bin Hasanah. Dan Al-Liqiqar (ada yang mengatakan Al-Qaiqalan) untuk menghadapi Abu 'Ubaidah bin Al-Jarrah dengan membawa 60.000 pasukan.

وَ قَالَتِ الرُّوْمُ: وَ اللهِ لَنُشْغِلَنَّ اَبَا بَكْرٍ عَنْ اَنْ يُوْرِدَ الْخُيُوْلَ اِلَى اَرْضِنَا. وَ جَمِيْعُ عَسَاكِرِ الْمُسْلِمِيْنَ اَحَدٌ وَ عِشْرُوْنَ اَلْفًا سِوَى الْجَيْشِ الَّذِيْ مَعَ عِكْرِمَةَ بْنِ اَبِي جَهْلٍ. وَ كَانَ وَاقِفًا فِي طَرْفِ الشَّامِ رِدَءًا لِلنَّاسِ فِي سِتَّةِ آلاَفٍ. فَكَتَبَ اْلاُمَرَاءُ اِلَى اَبِي بَكْرٍ وَ عُمَرَ يُعْلِمُوْنَهُمَا بِمَا وَقَعَ مِنَ اْلاَمْرِ الْعَظِيْمِ.

Orang-orang Romawi berkata, "Demi Allah, kita akan membuat Abu Bakar Ash-Shiddiq kesulitan mengerahkan para pasukan berkudanya untuk menginjakkan kaki mereka di bumi kita".

Jumlah tentara pasukan muslimin ketika itu hanya sekitar 21.000 orang selain pasukan 'Ikrimah bin Abu Jahl yang mereka itu berhenti di perbatasan negeri Syam dengan 6.000 pasukannya untuk membantu pasukan Islam bila diperlukan. Kemudian para panglima muslimin menulis surat kepada Abu Bakar dan 'Umar memberitahukan tentang keberadaan pasukan musuh yang sangat besar jumlahnya.

فَكَتَبَ اِلَيْهِمْ اَنِ اجْتَمِعُوْا وَ كُوْنُوْا جُنْدًا وَاحِدًا وَ الْقُوْا جُنُوْدَ الْمُشْرِكِيْنَ، فَاَنْتُمْ اَنْصَارُ اللهِ، وَ اللهُ يَنْصُرُ مَنْ نَصَرَهُ، وَ خَاذَلَ مَنْ كَفَرَهُ، وَ لَنْ يُؤْتَى مِثْلُكُمْ عَنْ قِلَّةٍ، وَ لكِنْ مِنْ تِلْقَاءِ الذُّنُوْبِ فَاحْتَرِسُوْا مِنْهَا، وَ لْيُصَلّ كُلُّ رَجُلٍ مِنْكُمْ بِاَصْحَابِهِ. وَ قَالَ الصّدّيْقُ: وَ اللهِ لاُشْغِلَنَّ النَّصَارَى عَنْ وَسَاوِسِ الشَّيْطَانِ بِخَالِدِ بْنِ الْوَلِيْدِ. وَ بَعَثَ اِلَيْهِ وَ هُوَ بِالْعِرَاقِ لِيَقْدُمَ اِلَى الشَّامِ فَيَكُوْنُ اْلاَمِيْرَ عَلَى مَنْ بِهِ، فَاِذَا فَرَغَ عَادَ اِلَى عَمَلِهِ بِالْعِرَاقِ. البداية والنهاية 7: 8

Maka Abu Bakar membalas surat mereka dan mengatakan :

"Hendaklah kalian besatu dalam satu pasukan, dan hadapilah tentara kaum musyrikin, sesungguhnya kalian adalah Anshoorullooh (para penolong agama Allah) dan Allah pasti akan menolong orang yang menolong agama-Nya. Sebaliknya Dia pasti akan menghinakan orang-orang yang kafir kepada-Nya. Sesungguhnya kalian tidak akan dikalahkan karena jumlah kalian yang sedikit, tetapi kalian akan dikalahkan disebabkan dosa-dosa kalian, maka jagalah diri kalian dari dosa-dosa, dan hendaklah setiap panglima pasukan shalat bersama tentaranya".

Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata, "Demi Allah, aku pasti akan menyibukkan orang-orang Nashrani yang mendapatkan bisikan syaithan dengan mendatangkan Khalid bin Walid. Dan Abu Bakar menugaskan kepada Khalid bin Walid sebagai panglima pasukan yang pada waktu itu masih berada di 'Iraq supaya berangkat ke Syam. Dan apabila tugas sudah selesai supaya kembali ke Iraq". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 8]

فَعِنْدَ وُصُوْلِ خَالِدٍ اِلَيْهِمْ اَقْبَلَ مَاهَانُ مَدَدًا لِلرُّوْمِ وَ مَعَهُ الْقَسَاقِسَةُ، وَ الشَّمَامِسَةُ وَ الرُّهْبَانُ يَحُثُّوْنَهُمْ وَ يُحَرّضُوْنَهُمْ عَلَى الْقِتَالِ لِنَصْرِ دِيْنِ النَّصْرَانِيَّةِ، فَتَكَامَلَ جَيْشُ الرُّوْمِ اَرْبَعُوْنَ وَ مِائَتَا اَلْفٍ. ثَمَانُوْنَ اَلْفًا مُسَلْسِلٌ بِالْحَدِيْدِ وَ الْحِبَالِ، وَ ثَمَانُوْنَ اَلْفًا فَارِسٌ، وَ ثَمَانُوْنُ اَلْفًا رَاجِلٌ. قَالَ سَيْفٌ وَ قِيْلَ بَلْ كَانَ الَّذِيْنَ تَسَلْسَلُوْا كُلُّ عَشَرَةٍ سِلْسِلَةٌ لِئَلاَّ يَفِرُّوْا ثَلاَثِيْنَ اَلْفًا، فَاللهُ اَعْلَمُ. قَالَ سَيْفٌ وَ قَدِمَ عِكْرِمَةُ بِمَنْ مَعَهُ مِنَ الْجُيُوْشِ فَتَكَامَلَ جَيْشُ الصَّحَابَةِ سِتَّةً وَ ثَلاَثِيْنَ اَلْفًا اِلَى اْلاَرْبَعِيْنَ اَلْفًا. البداية و النهاية 7: 10

Ketika Khalid bin Walid tiba di Syam, Maahaan mendatangkan bantuan tentara dari Romawi lengkap dengan membawa para pendeta, tokoh-tokoh agama dan rahib-rahib mereka untuk memberikan motivasi kepada pasukan Romawi untuk kemenangan agama Nashrani. Maka jumlah pasukan Romawi menjadi 240.000 personil. 80.000 personil digandengkan dengan rantai besi, 80.000 pasukan berkuda dan 80.000 pasukan lagi berjalan kaki.

Saif bin 'Umar berkata, "Ada yang mengatakan bahwa pasukan yang dihubungkan dengan rantai tersebut sebanyak 30.000 orang, setiap sepuluh orang digandengkan menjadi satu agar tidak dapat melarikan diri". Walloohu a'lam.

Saif bin 'Umar berkata, "Kemudian 'Ikrimah datang membawa tentaranya, hingga jumlah pasukan shahabat menjadi antara 36.000 hingga 40.000 pasukan. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 10]

وَ عِنْدَ ابْنِ اِسْحَاقَ وَ الْمَدَايِنِيّ اَيْضًا اَنَّ وَقْعَةَ اَجْنَادَيْنِ قَبْلَ وَقْعَةِ الْيَرْمُوْكِ وَ كَانَتْ وَقْعَةُ اَجْنَادَيْنِ لِلَّيْلَتَيْنِ بَقِيَتَا مِنْ جُمَادَى اْلاُوْلَى سَنَةَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ، وَ قُتِلَ بِهَا بَشَرٌ كَثِيْرٌ منَ الصَّحَابَةِ، وَ هُزِمَ الرُّوْمُ وَ قُتِلَ اَمِيْرُهُمُ الْقَيْقَلاَنُ. وَ كَانَ قَدْ بَعَثَ رَجُلاً مِنْ نَصَارَى الْعَرَبِ يَجُسُّ لَهُ اَمْرَ الصَّحَابَةِ، فَلَمَّا رَجَعَ اِلَيْهِ قَالَ: وَجَدْتُ قَوْمًا رُهْبَانًا بِاللَّيْلِ فُرْسَانًا بِالنَّهَارِ، وَ اللهِ لَوْ سَرَقَ فِيْهِمُ ابْنُ مُلْكِهِمْ لَقَطَعُوْهُ، اَوْ زَنَى لَرَجَمُوْهُ. فَقَالَ لَهُ الْقَيْقَلاَنُ: وَ اللهِ لَئِنْ كُنْتَ صَادِقًا لَبَطْنُ اْلاَرْضِ خَيْرٌ مِنْ ظَهْرِهَا. البداية و النهاية 7: 10

Menurut Ibnu Ishaaq dan Madaayiniy, bahwa pertempuran Ajnadain itu terjadi sebelum perang Yarmuk. Dan pertempuran Ajnadain itu terjadi 2 hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil awwal tahun 13 H. Dalam pertempuran tersebut banyak shahabat yang gugur, tetapi pasukan romawi berhasil dikalahkan, dan terbunuh pula panglima mereka yang bernama Qaiqalaan.

Dan sebelumnya, Qaiqalaan telah mengirim seorang Nashrani 'Arab untuk menjadi mata-mata menyelidiki keadaan pasukan muslimin. Setelah mata-mata itu kembali kepada Qaiqalaan, ia melaporkan : Saya mendapati pasukan Islam itu sebagai rahib-rahib di malam hari, dan sebagai penunggang-penunggang kuda di siang hari. Demi Allah, seandainya anak pimpinan mereka itu mencuri, pasti mereka akan memotong tangannya, atau seandainya berzina, pasti mereka akan merajamnya". Lalu Qaiqalaan berkata kepadanya, "Demi Allah, jika yang kamu katakan itu benar, sungguh perut bumi lebih baik dari pada punggungnya (mati lebih baik dari pada hidup)". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal, 10]

وَقَالَ سَيْفُ بْنُ عُمَرَ فِي سِيَاقِهِ: وَ وَجَدَ خَالِدٌ الْجُيُوْشَ مُتَفَرّقَةً فَجَيْشُ اَبِي عُبَيْدَةَ وَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ نَاحِيَةٌ، وَ جَيْشُ يَزِيْدَ وَ شُرَحْبِيْلَ نَاحِيَةٌ. فَقَامَ خَالِدٌ فِي النَّاسِ خَطِيْبًا. فَاَمَرَهُمْ بِاْلاِجْتِمَاعِ وَ نَهَاهُمْ عَنِ التَّفَرُّقِ وَ اْلاِخْتِلاَفِ. فَاجْتَمَعَ النَّاسُ وَ تَصَافُّوْا مَعَ عَدُوّهِمْ فِي اَوَّلِ جُمَادَى اْلآخِرَةِ.

Saif bin 'Umar menceritakan dalam penuturannya : Pada saat itu Khalid bin Walid mendapati pasukan muslimin berpencar, pasukan Abu 'Ubaidah dan pasukan 'Amr bin Al-'Aash berada di suatu tempat, sedangkan pasukan Yazid dan pasukan Syurahbil bin Hasanah berada di suatu tempat pula, Khalid bin Walid lalu menginstruksikan kepada seluruh pasukan supaya bergabung menjadi satu, dan melarang mereka berpencar dan berselisih. Maka pasukan Islam lalu berkumpul dan berbaris berhadap-hadapan dengan musuh pada awwal bulan Jumadil akhir.

وَ قَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيْدِ فِي النَّاسِ، فَحَمِدَ اللهَ وَ اَثْنَى عَلَيْهَ، وَ قَالَ: اِنَّ هذَا يَوْمٌ مِنْ اَيَّامِ اللهِ، لاَ يَنْبَغِي فِيْهِ الْفَخْرُ وَلاَ الْبَغْيُ، اَخْلِصُوْا جِهَادَكُمْ وَ اَرِيْدُوا اللهَ بِعَمَلِكُمْ، وَ اِنَّ هذَا يَوْمٌ لَهُ مَا بَعْدَهُ لَوْ رَدَدْنَاهُمُ الْيَوْمَ اِلَى خَنْدَقِهِمْ فَلاَ نَزَالُ نَرُدُّهُمْ، وَ اِنْ هَزَمُوْنَا لاَ نَفْلَحُ بَعْدَهَا اَبَدًا، فَتَعَالَوْا فَلْنَتَعَاوَرِ اْلاِمَارَةَ فَلْيَكُنْ عَلَيْهَا بَعْضُنَا الْيَوْمَ وَ اْلآخَرُ غَدًا وَ اْلآخَرُ بَعْدَ غَدٍ، حَتَّى يَتَاَمَّرَ كُلُّكُمْ، وَ دَعُوْنِي الْيَوْمَ اِلَيْكُمْ. فَاَمَّرُوْهُ عَلَيْهِمْ وَ هُمْ يَظُنُّوْنَ اَنَّ اْلاَمْرَ يَطُوْلُ جِدًّا. البداية و النهاية 7: 10

Khalid bin Walid berpidato di hadapan tentaranya, setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya, ia berkata, "Sesungguhnya hari ini adalah salah satu dari hari-hari milik Allah, tidak layak pada hari ini kita berbangga-bangga dan melampaui batas. Ikhlashkanlah niat kalian dalam berjihad hanya karena Allah. Dan harapkanlah keridlaan Allah dengan amal kalian. Sesungguhnya hari ini adalah hari penentu bagi hari esok. Jika kita berhasil memukul mundur musuh pada hari ini hingga ke parit-parit mereka, maka kita akan terus mendesak mereka, tetapi jika pada hari ini kita dikalahkan oleh mereka, maka selama-lamanya kita tidak akan dapat berjaya lagi. Marilah kita bergantian memimpin. Hendaklah pada hari ini sebagian kita yang memimpin, sedangkan yang lainnya besoknya, dan yang lainnya lagi besoknya lagi, sehingga kalian semua menjadi pemimpin. Dan biarkanlah sekarang aku yang memimpin kalian". Kemudian mereka sepakat Khalid bin Walid yang memimpin mereka. Dan mereka yaqin bahwa peperangan akan berlangsung lama. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 10]

فَخَرَجَتِ الرُّوْمُ فِي تَعْبِئَةٍ لَمْ يُرَ مِثْلُهَا قَبْلَهَا قَطُّ. وَخَرَجَ خَالِدٌ فِي تَعْبِئَةٍ لَمْ تَعْبَهَا الْعَرَبُ قَبْلَ ذلِكَ، فَخَرَجَ فِي سِتَّةٍ وَ ثَلاَثِيْنَ كُرْدُوْسًا اِلَى الْاَرْبَعِيْنَ، كُلُّ كُرْدُوْسٍ اَلْفُ رَجُلٍ عَلَيْهِمْ اَمِيْرٌ، وَ جَعَلَ اَبَا عُبَيْدَةَ فِي الْقَلْبِ، وَ عَلَى الْمَيْمَنَةِ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ وَ مَعَهُ شُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ، وَ عَلَى الْمَيْسَرَةِ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ. وَ اَمَّرَ عَلَى كُلّ كُرْدُوْسٍ اَمِيْرًا، وَ عَلَى الطَّلاَئِعِ قُبَابُ بْنُ اَشِيْمٍ، وَ عَلَى اْلاَقْبَاضِ عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُوْدٍ، وَ الْقَاضِي يَوْمَئِذٍ اَبُوْ الدَّرْدَاءِ، وَ قَاصِهِمُ الَّذِيْ يَعِظُهُمْ وَيَحُثُّهُمْ عَلَى اْلقِتَالِ اَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ، وَقَارِئُهُمُ الَّذِيْ يَدُوْرُ عَلَى النَّاسِ فَيَقْرَأُ سُوْرَةَ اْلاَنْفَالِ وَ آيَاتِ الْجِهَادِ الْمِقْدَادُ بْنُ اْلاَسْوَدِ.

Pada peperangan ini tentara Romawi keluar dalam jumlah besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Khalid juga membawa pasukan dengan jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 'Arab. Khalid membawa pasukan sebanyak 30  40 regu, dan pada setiap regu terdiri dari 1.000 orang yang dipimpin oleh seorang pemimpin. Khalid bin Walid menempatkan Abu 'Ubaidah pada posisi di jantung pasukan, di sayap kanan dipimpin oleh 'Amr bin Al-'Aash yang ditemani oleh Syurahbil bin Hasanah, dan di sayap kiri dipimpin oleh Yazid bin Abu Sufyan, dan Khalid mengangkat seorang pemimpin untuk setiap regu. Sebagai mata-mata dan pencari informasi diserahkan kepada Qubab bin 'Asyim, dan sebagai pemungut harta rampasan perang diserahkan kepada 'Abdullah bin Mas'ud. Yang menjadi qadli ketika itu adalah Abu Darda'. Bertindak sebagai pemberi nasehat dan yang memotivasi pasukan adalah Abu Sufyan bin Harb, dan qari mereka waktu itu adalah Miqdad bin Al-Aswad yang berkeliling pada pasukan sambil membacakan kepada mereka surat Al-Anfaal dan ayat-ayat Jihad.

وَ ذَكَرَ اِسْحَاقُ بْنُ يَسَارٍ بِاِسْنَادِهِ اَنَّ اُمَرَاءَ اْلاَرْبَاعِ يَوْمَئِذٍ كَانُوْا اَرْبَعَةً، اَبُو عُبَيْدَةَ وَ عَمْرُو بْنُ اْلعَاصِ وَ شُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ وَ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ. وَ خَرَجَ النَّاسُ عَلَى رَايَاتِهِمْ، وَ عَلَى الْمَيْمَنَةِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، وَ عَلَى الْمَيْسَرَةِ نُفَاثَةُ بْنُ اُسَامَةَ اْلكُنَانِيُّ، وَ عَلَى الرَّجَّالَةِ هاشِمُ بْنُ عُتْبَةَ بْنِ اَبِي وَقَّاصٍ، وَ عَلَى الْخَيَّالَةِ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيْدِ وَ هُوَ الْمُشِيْرُ فِي الْحَرْبِ الَّذِيْ يَصْدُرُ النَّاسُ كُلُّهُمْ عَنْ رَأْيِهِ. البداية و النهاية 7: 11

Ibnu Ishaq bin Yasar menyebutkan dengan sanadnya, bahwa pemimpin perkemahan pada waktu itu ada 4 orang, yaitu Abu 'Ubaidah, 'Amr bin Al-'Aash, Syurahbil bin Hasanah dan Yazid bin Abu Sufyan. Pasukan keluar dengan membawa panji-panji mereka, di sebelah kanan dipimpin oleh Mu'adz bin Jabal, di sebelah kiri dipimpin oleh Nufatsah bin Usamah Al-Kunaniy. Pasukan yang berjalan kaki dipimpin oleh Hasyim bin 'Utbah bin Abi Waqqash, dan pasukan penunggang kuda dipimpin oleh Khalid bin Walid yang sekaligus sebagai panglima perang yang ditha'ati perintahnya oleh semua pasukan muslimin. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 11]

وَ لَمَّا اَقْبَلَتِ الرُّوْمُ فِي خُيَلاَئِهَا وَ فَخْرِهَا قَدْ سَدَّتْ اَقْطَارَ تِلْكَ الْبُقْعَةِ سَهْلَهَا وَ وَعْرَهَا كَاَنَّهُمْ غَمَامَةٌ سَوْدَاءُ يَصِيْحُوْنَ بَاَصْوَاتٍ مُرْتَفِعَةٍ وَ رُهْبَانُهُمْ يَتْلُوْنَ اْلاِنْجِيْلَ وَ يَحُثُّوْنَهُمْ عَلَى الْقِتَالِ، وَ كَانَ خَالِدٌ فِي الْخَيْلِ بَيْنَ يَدَيِ الْجَيْشِ فَسَاقَ بِفَرَسِهِ اِلَى اَبِي عُبَيْدَةَ فَقَالَ لَهُ: اِنّيْ مُشِيْرٌ بِاَمْرٍ، فَقَالَ: قُلْ مَا اَمَرَكَ اللهُ اَسْمَعُ لَكَ وَ اُطِيْعُ. فَقَالَ لَهُ خَالِدٌ اِنَّ هؤُلآَءِ الْقَوْمَ لاَبُدَّ لَهُمْ مِنْ حَمْلَةٍ عَظِيْمَةٍ لاَ مَحِيْدَ لَهُمْ عَنْهَا، وَ اِنّي اَخْشَى عَلَى الْمَيْمَنَةِ وَ الْمَيْسَرَةِ، وَقَدْ رَأَيْتُ اَنْ اُفَرّقَ الْخَيْلَ فِرْقَتَيْنِ وَ اَجْعَلَهَا وَرَاءَ الْمَيْمَنَةِ وَ الْمَيْسَرَةِ حَتَّى اِذَا صَدَمُوْهُمْ كَانُوْا لَهُمْ رِدْءًا فَنَأْتِيْهِمْ مِنْ وَرَائِهِمْ. فَقَالَ لَهُ: نَعَمْ مَا رَأَيْتَ.

Ketika pasukan Romawi maju dengan sombong dan congkaknya karena membawa pasukan yang sangat besar hingga menutupi seluruh tempat yang ada, baik daerah yang lapang maupun daerah yang sulit dilalui, seolah-olah mereka itu awan yang hitam, mereka sambil berteriak-teriak dengan suara keras, dan para pendeta mereka terus-menerus membacakan Injil sambil memotivasi mereka untuk semangat berperang.

Sedangkan Khalid bin Walid berada di depan pasukan, maka Khalid dengan mengendarai kudanya lalu mendatangi Abu 'Ubaidah dan berkata kepadanya, "Aku mempunyai suatu pemikiran". Abu 'Ubaidah menjawab, Katakanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu, aku akan mendengar dan mematuhinya". Khalid berkata, "Musuh pasti akan menyerbu kita dengan pasukan yang besar yang tak dapat dihindari lagi untuk membobol pertahanan kita. Aku khawatir pada pertahanan sayap kanan dan sayap kiri kita akan kebobolan. Oleh karena itu menurut pendapatku kita harus membagi pasukan berkuda menjadi dua pasukan. Lalu saya tempatkan di belakang sayap kanan dan sayap kiri, sehingga apabila pasukan Romawi berhasil menjebol pertahanan kita di sayap kanan atau sayap kiri, maka para pasukan berkuda itu dapat berperan membantu dan menolong mereka, lalu kita datang menyerbu mereka dari belakang". Abu 'ubaidah berkata kepada Khalid, "Ya, bagus idemu itu".

فَكَانَ خَالِدٌ فِي اَحَدِ الْخَيْلَيْنِ مِنْ وَرَاءِ الْمَيْمَنَةِ وَ جَعَلَ قَيْسَ بْنَ هُبَيْرَةَ فِي الْخَيْلِ اْلاُخْرَى وَ اَمَرَ اَبَا عُبَيْدَةَ اَنْ يَتَأَخَّرَ عَنِ اْلقَلْبِ اِلَى وَرَاءِ الْجَيْشِ كُلّهِ، لِكَيْ اِذَا رَآهُ الْمُنْهَزِمُ اسْتَحَى مِنْهُ وَ رَجَعَ اِلَى اْلقِتَالِ، فَجَعَلَ اَبُو عُبَيْدَةَ مَكَانَهُ فِي اْلقَلْبِ سَعِيْدَ بْنَ زَيْدٍ اَحَدُ الْعَشْرَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ. وَسَاقَ خَالِدٌ اِلَى النّسَاءِ مِنْ وَرَاءِ الْجَيْشِ وَ مَعَهُنَّ عَدَدٌ مِنَ السُّيُوْفِ وَغَيْرِهَا، فَقَالَ لَهُنَّ مَنْ رَأَيْتُمُوْهُ مُوَلّيًا فَاقْتُلْنَهُ، ثُمَّ رَجَعَ اِلَى مَوْقِفِهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ. البداية و النهاية 7: 11

Kemudian Khalid segera masuk ke dalam barisan berkuda yang berada di belakang pertahanan sayap kanan, dan menempatkan Qais bin Hubairah di sayap kiri. Dan Khalid memerintahkan kepada Abu 'Ubaidah agar mundur ke belakang dari posisi tengah ke belakang, agar jika ada dari tentara islam yang berlari mundur akan merasa malu melihatnya sehingga kembali ke medan pertempuran.

Lalu Abu 'Ubaidah menyerahkan posisi tengah yang sebelumnya ia tempati itu kepada Sa'id bin Zaid, (ia adalah salah satu dari sepuluh orang shahabat yang dijamin Rasulullah SAW masuk surga). Kemudian Khalid menuju ke tempat para wanita yang berada di belakang, yang para wanita itu juga membawa pedang dan senjata-senjata lainnya, lalu Khalid berkata, "Siapa saja yang kalian jumpai orang-orang yang melarikan diri dari pasukan, maka bunuhlah dia!". Setelah itu Khalid kembali ke posisinya semula.

وَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَاِن وَ تَبَارَزَ الْفَرِيْقَانِ وَعَظَ اَبُو عُبَيْدَةَ الْمُسْلِمِيْنَ فَقَالَ: عِبَادَ اللهِ، اُنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَ يُثَبّتْ اَقْدَامَكُمْ، يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ، اِصْبِرُوْا فَاِنَّ الصَّبْرَ مَنْجَاةٌ مِنَ الْكُفْرِ وَ مَرْضَاةٌ لِلرَّبّ وَ مَدْحَضَةٌ لِلْعَارِ، وَلَا تَبْرَحُوْا مَصَافَكُمْ، وَلَا تَخْطُوْا اِلَيْهِمْ خُطْوَةً، وَلَا تَبْدَأُوْهُمْ بِالْقِتَالِ، وَ شَرّعُوا الرّمَاحَ وَ اسْتَتِرُوْا بِالدَّرْقِ وَ الْزَمُوْا الصُّمْتَ اِلَّا مِنْ ذِكْرِ اللهِ فِي اَنْفُسِكُمْ حَتَّى آمُرَكُمْ اِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.

Ketika kedua pasukan saling melihat dan berhadap-hadapan, Abu 'Ubaidah memberikan nasihat kepada kaum muslimin, "Wahai hamba Allah, tolonglah agama Allah, pasti Dia akan menolong kalian dan akan mengokohkan pendirian kalian. Sesungguhnya janji Allah adalah benar. Wahai kaum muslimin, bershabarlah kalian. Sesungguhnya keshabaran akan menyelamatkan kalian dari kekufuran, membuat ridla Allah Tuhan kalian dan menjauhkan kalian dari celaan. Jangan sampai kalian meninggalkan tempat, jangan memulai melangkah maju menyerbu mereka, tetaplah bersiap-siap dengan tombak-tombak kalian, dan berlindunglah dengan perisai-perisai kalian, banyaklah diam, kecuali dzikir kepada Allah dalam diri kalian, hingga aku menginstruksikan sesuatu kepada kalian, insya Allah Ta'aalaa. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 11]

Nasehat Mu'adz bin Jabal kepada pasukan muslimin.

وَ خَرَجَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ عَلَى النَّاسِ فَجَعَلَ يُذَكّرُهُمْ وَ يَقُوْلُ: يَا اَهْلَ اْلقُرْاٰنِ وَ مُتَحَفّظِي اْلكِتَابِ وَ اَنْصَارَ الْهُدَى وَ الْحَقّ، اِنَّ رَحْمَةَ اللهِ لَا تُنَالُ وَجَنَّتَهُ لَا تُدْخَلُ بِاْلاَمَانِيّ، وَلَا يُؤْتِي اللهُ الْمَغْفِرَةَ وَ الرَّحْمَةَ اْلوَاسِعَةَ اِلَّا الصَّادِقَ الْمُصَدّقَ، اَلَمْ تَسْمَعُوْا لِقَوْلِ اللهِ: وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ. الى آخر الآية. (النور: 55). فَاسْتَحْيُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ مِنْ رَبّكُمْ اَنْ يَرَاكُمْ فِرَارًا مِنْ عَدُوّكُمْ وَ اَنْتُمْ فِي قَبْضَتِهِ وَ لَيْسَ لَكُمْ مُلْتَحَدٌ مِنْ دُوْنِهِ وَلَا عِزٌّ بِغَيْرِهِ.

Mu'adz bin Jabal berjalan mengingatkan pasukan muslimin dan berkata, "Wahai Ahlul-Qur'an, para penghafal Kitab Allah, para penolong petunjuk dan kebenaran, sesungguhnya rahmat Allah dan surga Allah tidak akan diperoleh hanya dengan berangan-angan, dan Allah tidak akan memberikan ampunan dan rahmat-Nya kecuali kepada orang yang jujur dan membenarkan-Nya. Tidakkah kalian mendengar firman Allah (yang artinya), "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa .hingga akhir ayat. [QS. AN-Nuur : 55]

Semoga Allah merahmati kalian, malulah kalian kepada Allah Tuhan kalian kalau Allah sampai melihat kalian melarikan diri dari musuh kalian, sedangkan kamu sekalian berada di genggaman-Nya, tidak ada bagi kalian tempat berlindung selain kepada-Nya, dan tidak ada kemuliaan tanpa pertolongan-Nya.

Nasehat 'Amr bin Al-'Aash.

وَقَالَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ: يَا اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، غَضُّوا اْلاَبصَارَ وَ اجْثُوْا عَلَى الرُّكَبِ وَ اَشْرِعُوا الرّمَاحَ، فَاِذَا حَمَلُوْا عَلَيْكُمْ فَاَمْهِلُوْهُمْ حَتَّى اِذَا رَكِبُوْا اَطْرَافَ اْلاَسِنَّةِ فَثِبُوْا اِلَيْهِمْ وَثْبَةَ اْلاَسَدِ، فَوَالَّذِيْ يَرْضَى الصّدْقَ وَيُثِيْبُ عَلَيْهِ وَ يَمْقُتُ اْلكَذِبَ وَ يَجْزِي بِاْلاِحْسَانِ اِحْسَانًا، لَقَدْ سَمِعْتُ اَنَّ الْمُسْلِمِيْنَ سَيَفْتَحُوْنَهَا كَفْرًا كَفْرًا وَ قَصْرًا قَصْرًا، فَلَا يُهَوّلَنَّكُمْ جُمُوْعُهُم وَلَا عَدَدُهُمْ، فَاِنَّكُمْ لَوْ صَدَقْتُمُوْهُمُ الشَّدَّ، تَطَايَرُوْا تَطَايُرَ اَوْلَادِ الْحَجَلِ.

'Amr bin Al-'Aash berjalan di hadapan pasukan dan berkata, "Wahai kaum muslimin, tahanlah pandangan kalian, berlututlah di atas lutut-lutut kalian, dan bersiap-siaplah dengan tombak-tombak kalian. Dan apabila mereka menyerbu, biarkanlah dan tunggulah dulu hingga ketika mereka telah berada sejarak ujung pedang, maka terkamlah dan habisilah mereka seperti singa menerkam. Demi Allah yang ridla kepada kejujuran dan akan memberinya pahala, yang membenci kedustaan (serta memberikan hukuman atasnya), yang membalas kebaikan dengan kebaikan pula, aku telah mendengar bahwa kaum muslimin akan menaklukkan negeri ini, wilayah demi wilayah dan benteng demi benteng. Maka janganlah kalian merasa gentar dengan banyaknya jumlah pasukan mereka. Jika kalian benar-benar dan sungguh-sungguh memerangi mereka, pasti mereka akan kocar-kacir seperti anak-anak burung puyuh beterbangan.

Nasihat Abu Sufyan kepada kaum muslimin.

وَقَالَ اَبُو سُفْيَانَ: يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ، اَنْتُمُ الْعَرَبُ، وَ قَدْ اَصْبَحْتُمْ فِي دَارِ اْلعَجَمِ مُنْقَطِعِيْنَ عَنِ اْلاَهْلِ، نَائِيْنَ عَنْ اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ اَمْدَادِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَ قَدْ وَ اللهِ اَصْبَحْتُمْ بِاِزَاءِ عَدُوّ كَثِيْرٍ عَدَدُهُ، شَدِيْدٌ عَلَيْكُمْ حَنْقُهُ، وَ قَدْ وَتَرْتُمُوْهُمْ فِي اَنْفُسِهِمْ وَ بِلَادِهِمْ وَ نِسَائِهِمْ، وَ اللهِ لَا يُنْجِيْكُمْ مِنْ هٰؤُلآءِ الْقَوْمِ وَلَا يَبْلُغُ بِكُمْ رِضْوَانَ اللهِ غَدًا اِلَّا بِصِدْقِ اللّقَاءِ وَ الصَّبْرِ فِي الْمَوَاطِنِ الْمَكْرُوْهَةِ، اَلَا وَ اِنَّهَا سُنَّةٌ لَازِمَةٌ وَ اِنَّ اْلاَرْضَ وَرَاءَكُمْ، بَيْنَكُمْ وَ بَيْنَ اَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ صَحَارَى وَ بَرَارِي، لَيْسَ لِاَحَدٍ فِيْهَا مَعْقِلٌ وَلَا مَعْدِلٌ اِلَّا الصَّبْرُ وَرَجَاءُ مَا وَعَدَ اللهُ فَهُوَ خَيْرُ مُعَوَّلٍ، فَامْتَنِعُوْا بِسُيُوْفِكُمْ وَ تَعَاوَنُوْا وَلْتَكُنْ هِيَ الْحُصُوْنُ. ثُمَّ ذَهَبَ اِلَى النّسَاءِ فَوَصَّاهُنَّ، ثُمَّ عَادَ فَنَادَى: يَا مَعَاشِرَ اَهْلِ اْلاِسْلَامِ، حَضَرَ مَا تَرَوْنَ فَهٰذَا رَسُوْلُ اللهِ ص وَ الْجَنَّةُ اَمَامَكُمْ، وَ الشَّيْطَانُ وَ النَّارُ خَلْفَكُمْ. ثُمَّ سَارَ اِلَى مَوْقِفِهِ رَحِمَهُ اللهُ. البداية و النهاية 7: 12

Abu Sufyan berkata, "Wahai kaum muslimin, ketahuilah bahwa kalian adalah bangsa 'Arab, sekarang berada di negeri orang asing, jauh dari keluarga, jauh dari Amirul Mu'minin dan bantuan kaum muslimin. Demi Allah, kalian sekarang berhadapan dengan tentara musuh yang berjumlah sangat besar. Mereka sangat dendam kepada kalian, dan sungguh kalian menghadapi mereka yang berjuang mati-matian demi mempertahankan diri mereka, negeri mereka dan anak istri mereka. Demi Allah, tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari mereka itu dan kalian besok tidak akan dapat mencapai ridla Allah, kecuali dengan jujur, bersungguh-sungguh dalam menghadapi musuh, dan bershabar di tempat peperangan yang tidak kalian sukai. Ketahuilah, hal itu adalah ketetapan yang pasti terjadi. Ketahuilah, negeri kalian jauh di belakang kalian. Antara kalian dengan Amirul mu'minin dan kaum muslimin ada padang Sahara dan tanah yang luas. Tidak ada tempat untuk berlindung dan bersembunyi melainkan keshabaran dan berharap kepada apa yang telah dijanjikan oleh Allah, itulah sebaik-baik yang diyaqini. Bertahanlah kalian dengan pedang-pedang kalian, saling tolong-menolonglah kalian, dan jadilah kalian benteng yang kokoh". Kemudian Abu Sufyan menuju ke tempat kaum wanita, lalu memberikan nasihat kepada mereka. Kemudian beliau kembali dan berseru, "Hai pasukan muslimin, telah datang apa yang kalian lihat, inilah Rasulullah SAW dan surga di depan kalian, sedangkan syaithan dan neraka di belakang kalian". Kemudian beliau, semoga Allah merahmatinya, berjalan kembali ke tempatnya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]

Nasihat Abu Hurairah kepada kaum muslimin.

وَقَدْ وَعَظَ النَّاسَ اَبُو هُرَيْرَةَ اَيْضًا فَجَعَلَ يَقُوْلُ: سَارِعُوْا اِلَى الْحُوْرِ الْعِيْنِ وَ جِوَارِ رَبّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ فِي جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، مَا اَنْتُمْ اِلَى رَبّكُمْ فِيْ مَوْطِنٍ بِاَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْكُمْ فِي مِثْلِ هٰذَا الْمَوْطِنِ، اَلَا وَ اِنَّ لِلصَّابِرِيْنَ فَضْلَهُمْ.

Abu Hurairah juga memberikan nasehat kepada pasukan muslimin, ia berkata, "Bersegeralah kalian kepada para bidadari surga dan untuk bertemu Tuhan kalian 'Azza wa Jalla di surga yang penuh keni'matan. Sesungguhnya kalian tidak pernah membuat Tuhan kalian sangat cinta kepada kalian dalam peperangan yang melebihi seperti ini. Ingatlah bahwa sesungguhnya orang-orang yang bershabar memiliki keutamaan". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]

Saif bin 'Umar meriwayatkan dengan sanadnya dari para gurunya, "Dalam pasukan kaum muslimin tersebut terdapat 1.000 orang shahabat Nabi, 100 diantaranya adalah para shahabat yang pernah ikut perang Badr.

Kemudian Abu Sufyan mendatangi setiap regu tentara dan berkata, "Ingatlah kepada Allah ! Ingatlah kepada Allah !. Sesungguhnya kalian adalah utusan bangsa 'Arab dan para penolong Islam, sebaliknya mereka adalah utusan Romawi dan para penolong kemusyrikan. Ya Allah, sesungguhnya hari ini adalah suatu hari dari hari-hari-Mu. Ya Allah, turunkanlah pertolongan-Mu untuk hamba-hamba-Mu". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]

Khalid bin Walid ditakut-takuti oleh tentara Romawi.

قَالُوْا: وَ لَمَّا اَقْبَلَ خَالِدٌ مِنَ الْعِرَاقِ قَالَ رَجُلٌ مِنْ نَصَارَى اْلعَرَبِ لِخَالِدِ بْنِ الْوَلِيْدِ: مَا اَكْثَرَ الرُّوْمَ وَ اَقْلَّ الْمُسْلِمِيْنَ. فَقَالَ خَالِدٌ: وَيْلكَ، اَتُخَوّفُنِيْ بِالرُّوْمِ؟ اِنَّمَا تَكْثُرُ الْجُنُوْدُ بِالنَّصْرِ، وَ تَقِلُّ بِالْخَذْلَانِ لَا بِعَدَدِ الرّجَالِ، وَ اللهِ لَوَدِدْتُ اَنَّ اْلاَشْقَرَ بَرَأَ مِنْ تَوَجُّعِهِ، وَ اِنَّهُمْ اَضْعَفُوْا فِي الْعَدَدِ. وَكَانَ فَرَسُهُ قَدْ حَفَا وَاشْتَكَى فِي مَجِيْئِهِ مِنَ اْلعِرَاقِ.

'Ulama ahli tarikh berkata : Ketika Khalid (bin Walid) tiba dari 'Iraq, ada salah seorang tentara Nashrani dari bangsa 'Arab berkata kepada Khalid bin Walid, "Alangkah banyaknya tentara Romawi dan sedikit sekali tentara Islam". Khalid menjawab, "Celaka kamu, apakah kamu menakut-nakuti aku dengan tentara Romawi ? Sesungguhnya banyaknya tentara itu adalah yang berhasil memenangkan perang, dan sedikitnya tentara itu jika mereka kalah perang, bukan karena jumlah pasukan yang banyak. Demi Allah, aku senang sekiranya orang berambut pirang ini sembuh dari sakitnya. Dan mereka merasa bangga dengan jumlah tentara yang sangat banyak berlipat ganda". Ketika itu kudanya Khalid sedang dalam kondisi letih karena jauhnya perjalanan yang telah ditempuh dari 'Iraq. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]

Perundingan sebelum perang terjadi

وَ لَمَّا تَقَارَبَ النَّاسُ تَقَدَّمَ اَبُو عُبَيْدَةَ وَ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ وَ مَعَهُمَا ضِرَارُ بْنُ اْلاَزُوْرِ وَ الْحَارِثُ بْنُ هِشَامٍ وَ اَبُو جَنْدَلِ بْنِ سُهَيْلٍ وَ نَادُوْا: اِنَّمَا نُرِيْدُ اَمِيْرَكُمْ لِنَجْتَمِعَ بِهِ، فَاُذِنَ لَهُمْ فِي الدُّخُوْلِ عَلَى تَذَارِقَ، وَ اِذَا هُوَ جَالِسٌ فِي خَيْمَةٍ مِنْ حَرِيْرٍ. فَقَالَ الصَّحَابَةُ: لَا نَسْتَحِلُّ دُخُوْلَهَا، فَاَمَرَ لَهُمْ بِفُرُشٍ بُسِطَ مِنْ حَرِيْرٍ، فَقَالُوْا: وَلَا نَجْلِسُ عَلَى هٰذِهِ. فَجَلَسَ مَعَهُمْ حَيْثُ اَحَبُّوْا وَ تَرَاضَوْا عَلَى الصُّلْحِ، وَ رَجَعَ عَنْهُمُ الصَّحَابَةُ بَعْدَ مَا دَعَوْهُمْ اِلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ فَلَمْ يَتِمَّ ذٰلِكَ.

Ketika kedua pasukan telah mendekat, Abu 'Ubaidah, Yazid bin Abu Sufyan dengan disertai Dliraar bin Al-Azuur, Harits bin Hisyam dan Abu Jandal bin Suhail maju mendekati tentara Romawi, lalu mereka menyeru, "Kami ingin bertemu dengan pemimpin kalian untuk berunding". Lalu mereka diberi izin untuk bertemu dengan Tadzaariq. Ketika itu Tadzaariq sedang duduk di dalam tenda yang terbuat dari sutera.

Para shahabat berkata kepada mereka, "Kami tidak dihalalkan memasuki tenda ini". Lalu pemimpin mereka memerintahkan agar dibentangkan karpet-karpet dari sutera, (lalu mereka dipersilahkan duduk di atasnya). Para shahabat berkata, "Kami tidak mau duduk di atas karpet sutera ini". Akhirnya Tadzaariq duduk dengan mereka di tempat yang mereka inginkan. Mereka mengadakan perundingan untuk damai. Para shahabat menda'wahi mereka agar masuk ke dalam agama Allah 'Azza wa Jalla, namun sayang perundingan ini berakhir tanpa membawa hasil, akhirnya para shahabat pun kembali kepada pasukan. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 12]

Maahaan berunding dengan Khalid

وَ ذَكَرَ الْوَلِيْدُ بْنُ مُسْلِمٍ اَنَّ مَاهَانَ طَلَبَ خَالِدًا لِيَبْرَزَ اِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَ الصَّفَّيْنِ، فَيَجْتَمِعَا فِي مَصْلَحَةٍ لَهُمْ، فَقَالَ مَاهَانُ: اِنَّا قَدْ عَلِمْنَا اَنَّ مَا اَخْرَجَكُمْ مِنْ بِلَادِكُمُ الْجُهْدُ وَ الْجُوْعُ، فَهَلُمُّوْا اِلَى اَنْ اُعْطِيَ كُلَّ رَجُلٍ مِنْكُمْ عَشَرَةَ دَنَانِيْرَ وَ كِسْوَةً وَ طَعَامًا وَ تَرْجِعُوْنَ اِلَى بِلَادِكُمْ، فَاِذَا كَانَ مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ بَعَثْنَا لَكُمْ بِمِثْلِهَا. فَقَالَ خَالِدٌ: اِنَّهُ لَمْ يُخْرِجْنَا مِنْ بِلَادِنَا مَا ذَكَرْتَ، غَيْرَ اَنَّا قَوْمٌ نَشْرَبُ الدّمَاءَ، وَ اَنَّهُ بَلَغَنَا اَنَّهُ لَا دَمَ اَطْيَبُ مِنْ دَمِ الرُّوْمِ. فَجِئْنَا لِذٰلِكَ. فَقَالَ اَصْحَابُ مَاهَانَ: هٰذَا، وَ اللهِ مَا كُنَّا نَحْدُثُ بِهِ عَنِ الْعَرَبِ. البداية و النهاية 7: 13

Al-Walid bin Muslim menyebutkan bahwa Maahaan meminta agar Khalid (bin Walid menemuinya) diantara dua pasukan yang sedang berhadapan. Lalu mereka bertemu untuk berunding, Maahaan berkata kepada Khalid, "Sesungguhnya kami telah mengetahui bahwa kesulitan hidup dan perut laparlah yang telah mengeluarkan kalian dari negeri kalian, maka maukah kalian jika aku berikan kepada setiap orang dari pasukan kalian, masing-masing 10 dinar ditambah dengan pakaian dan makanan, dengan syarat kalian harus kembali ke negeri kalian. Dan pada tahun depan kami akan mengirimkan jatah yang seperti itu untuk kalian?". Khalid menjawab, "Sesungguhnya bukanlah sebagaimana yang kamu sebutkan yang menyebabkan kami keluar dari negeri kami, tetapi kami adalah kaum peminum darah. Dan telah sampai berita kepada kami bahwa tidak ada darah yang lebih segar daripada darah kalian bangsa Romawi. Maka untuk itulah kami datang ke sini". Mendengar jawaban itu kawan-kawan Maahaan berkomentar, "Demi Allah, kami belum pernah mendengar ucapan seperti ini dari bangsa 'Arab". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 13]

ثُمَّ تَقَدَّمَ خَالِدٌ اِلَى عِكْرِمَةَ بْنِ اَبِي جَهْلٍ وَ الْقَعْقَاعِ بْنِ عَمْرٍو وَ هُمَا عَلَى مُجَنّبَتَيِ الْقَلْبِ اَنْ يَنْشَئَا الْقِتَالَ. فَبَدَرَا يَرْتَجِزَانِ وَ دَعَوَا اِلَى الْبِرَازِ، وَ تَنَازَلَ اْلاَبْطَالُ وَ تَجَاوَلُوْا وَحَمَى الْحَرْبُ وَ قَامَتْ عَلَى سَاقٍ. هذَا خَالِدٌ مَعَ كُرْدُوْسٍ مِنَ الْحُمَاةِ الشُّجْعَانِ اْلاَبْطَالِ بَيْنَ يَدَيِ الصُّفُوْفِ. وَ اْلاَبْطَالُ يَتَصَاوَلُوْن مِنَ الْفَرِيْقَيْنِ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَ هُوَ يَنْظُرُ وَ يَبْعَثُ اِلَى كُلّ قَوْمٍ مِنْ اَصْحَابِهِ بِمَا يَعْتَمِدُوْنَهُ مِنَ اْلاَفَاعِيْلِ، وَ يُدَبّرُ اَمْرَ الْحَرْبِ اَتَمَّ تَدْبِيْرٍ. البداية و النهاية 7: 13

Kemudian Khalid bin Walid maju menemui 'Ikrimah bin Abu Jahl dan Al-Qa'qaa' bin 'Amr yang berada di kiri-kanan jantung pasukan. Khalid memerintahkan supaya memulai peperangan. Kemudian keduanya segera bersyair dan mengajak musuh untuk perang tanding, para pahlawan turun silih berganti dan berkeliling sehingga memanas dan perangpun terjadi. Inilah Khalid bersama satu regu sebanyak 1.000 orang para jagoan yang pemberani telah siap siaga di depan barisan. Para jagoan dari dua kubu saling melompat di depan Khalid, sedangkan beliau memperhatikan dan memerintahkan kepada masing-masing kaum dari shahabatnya agar tetap berdisiplin berpegang teguh pada tugas-tugas yang harus dilakukan. Dan Khalid bin Walid betul-betul mempersiapkan peperangan dengan tertib. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 13]

ثُمَّ زَحَفَ مَاهَانُ، فَخَرَجَ اَبُو عُبَيْدَةَ، وَقَدْ جُعِلَ عَلَى الْمَيْمَنَةِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، وَعَلَى الْمَيْسَرَةِ قُبَابُ بْنُ اَشِيْمٍ الْكِنَانِيُّ، وَ عَلَى الرَّجَّالَةِ هَاشِمُ بْنُ عُتْبَةَ بْنِ اَبِي وَقَّاصٍ، وَ عَلَى الْخَيْلِ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيْدِ. وَ خَرَجَ النَّاسُ عَلَى رَايَاتِهِمْ. وَ سَارَ اَبُوْ عُبَيْدَةَ بِالْمُسْلِمِيْنَ، وَ هُوَ يَقُوْلُ: عِبَادَ اللهِ، اُنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَ يُثَبّتْ اَقْدَامَكُمْ، يَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ اِصْبِرُوْا فَاِنَّ الصَبْرَ مَنْجَاةٌ مِنَ الْكُفْرِ، وَ مَرْضَاةٌ لِلرَّبّ، وَ مَدْحَضَةٌ لِلْعَارِ، وَلَا تَبْرَحُوْا مَصَافَّكُمْ، وَلَا تَخْطُوْا اِلَيْهِمْ خُطْوَةً، وَلَا تَبْدَؤُهُمْ بِالْقِتَالِ، وَ اشْرَعُوا الرّمَاحَ، وَ اسْتَتِرُوْا بِالدّرْقِ، وَ الْزَمُوْا الصُّمْتَ اِلاَّ مِنْ ذِكْرِ اللهِ.

Kemudian Maahaan mulai maju. Maka Abu 'Ubaidah keluar. Dan pada pasukan muslimin, di bagian sayap kanan dipimpin oleh Mu'adz bin Jabal, pada sayap kiri dipimpin oleh Qubaab bin Asyiim Al-Kinaniy. Pasukan yang berjalan kaki dipimpin oleh Hasyim bin 'Utbah bin Abi Waqqaash, sedangkan pasukan penunggang kuda dipimpin oleh Khalid bin Walid. Pasukan muslimin keluar dengan membawa panji-panji mereka. Abu 'Ubaidah berjalan mempimpin kaum muslimin. Beliau berpesan, "Wahai hamba Allah, tolonglah agama Allah, niscaya Allah menolong kalian dan meneguhkan pendirian kalian. Wahai kaum muslimin, bershabarlah kalian. Sesungguhnya keshabaran akan menyelamatkan kalian dari kekufuran, akan membuat ridla Allah Tuhan kalian dan menjauhkan kalian dari celaan. Tetaplah kalian di tempat-tempat barisan kalian, janganlah kalian maju memulai menyerbu mereka, tetapi bersiap siagalah dengan tombak-tombak kalian, dan berlindunglah dengan perisai-perisai kalian, banyaklah diam, kecuali dzikir kepada Allah. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal.13]

وَ خَرَجَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ فَجَعَلَ يُذَكّرُهُمْ، وَ يَقُوْلُ: يَا اَهْلَ الْقُرْاٰنِ، وَ مُسْتَحْفِظِي اْلكِتَابِ، وَ اَنْصَارَ الْهُدَى وَ الْحَقّ، اِنَّ رَحْمَةَ اللهِ لَا تُنَالُ وَ جَنَّتُهُ لَا تُدْخَلُ بِالْاَمَانِيّ، وَلَا يُؤْتِي اللهُ الْمَغْفِرَةَ وَ الرَّحْمَةَ الْوَاسِعَةَ اِلَّا لِلصَّادِقِ الْمُصَدّقِ، اَلَمْ تَسْمَعُوْا لِقَوْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ: (وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ)اِلَى اٰخِرِ اْلآيَةِ ؟ فَاسْتَحْيُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ مِنْ رَبّكُمْ اَنْ يَرَاكُمْ فِرَارًا مِنْ عَدُوّكُمْ، وَ اَنْتُمْ فِي قَبْضَتِهِ، وَ لَيْسَ لَكُمْ مُلْتَحَدٌ مِنْ دُوْنِهِ.

Mu'adz bin Jabal berjalan mengingatkan pasukan muslimin dan berkata, "Wahai Ahlul-Qur'an, para penghafal Kitab Allah, para penolong petunjuk dan kebenaran, sesungguhnya rahmat Allah dan surga Allah tidak akan diperoleh hanya dengan berangan-angan, dan Allah tidak akan memberikan ampunan dan rahmat-Nya kecuali kepada orang yang jujur dan membenarkan-Nya. Bukankah kalian telah mendengar firman Allah 'Azza wa Jalla (yang artinya), "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa .hingga akhir ayat. [QS. AN-Nuur : 55]

Semoga Allah merahmati kalian, malulah kalian kepada Allah Tuhan kalian kalau Allah sampai melihat kalian melarikan diri dari musuh kalian, sedangkan kamu sekalian berada di genggaman-Nya, tidak ada bagi kalian tempat berlindung selain kepada-Nya.

وَ سَارَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ فِي النَّاسِ وَ هُوَ يَقُوْلُ: اَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، غَضُّوْا اْلاَبْصَارَ وَ اجْثُوْا عَلَى الرُّكَبِ، وَ اشْرَعُوا الرّمَاحَ، فَاِذَا حَمَلُوْا عَلَيْكُمْ فَاَمْهِلُوْهُمْ حَتَّى اِذَا رَكِبُوْا اَطْرَافَ اْلاَسِنَّةِ فَثِبُوْا وَثْبَةَ اْلاَسَدِ، فَوَالَّذِيْ يَرْضَي الصّدْقَ وَ يُثِيْبُ عَلَيْهِ، وَ يَمْقُتُ الْكَذِبَ وَ يَجْزِي اْلاِحْسَانَ اِحْسَانًا، لَقَدْ سَمِعْتُ اَنَّ الْمُسْلِمِيْنَ سَيَفْتَحُوْنَهَا كَفْرًا كَفْرًا وَ قَصْرًا قَصْرًا، فَلَا يُهَوّلَنَّكُمْ جُمُوْعُهُمْ وَلَا عَدَدُهُمْ، فَاِنَّكُمْ لَوْ صَدَقْتُمُوْهُمُ الشَّدَّ لَتَطَايَرُوْا تَطَايُرَ اَوْلَادِ الْحَجَلِ.

'Amr bin Al-'Aash berjalan di hadapan pasukan dan berkata, "Wahai kaum muslimin, tahanlah pandangan kalian, berlututlah pada lutut-lutut kalian, dan bersiap-siaplah dengan tombak-tombak kalian. Dan apabila mereka menyerbu, biarkanlah dan tunggulah dulu hingga ketika mereka telah berada sejarak ujung pedang, maka terkamlah dan habisilah mereka seperti singa menerkam. Demi Allah yang ridla kepada kejujuran dan akan memberinya pahala, yang membenci kedustaan (serta memberikan hukuman atasnya), yang membalas kebaikan dengan kebaikan pula, sungguh aku telah mendengar bahwa kaum muslimin akan menaklukkan negeri ini, wilayah demi wilayah dan benteng demi benteng. Maka janganlah kalian merasa gentar dengan banyaknya jumlah pasukan mereka. Jika kalian benar-benar dan sungguh-sungguh memerangi mereka, pasti mereka akan kocar-kacir seperti anak-anak burung puyuh beterbangan.

ثُمَّ تَكَلَّمَ اَبُوْ سُفْيَانَ فَاَحْسَنَ وَ حَثَّ عَلَى الْقِتَالِ فَاَبْلَغَ فِي كَلَامٍ طَوِيْلٍ. ثُمَّ قَالَ حِيْنَ تَوَاجَهَ النَّاسُ: يَا مَعْشَرَ اَهْلِ اْلاِسْلَامِ، حَضَرَ مَا تَرَوْنَ، فَهٰذَا رَسُوْلُ اللهِ وَ الْجَنَّةُ اَمَامَكُمْ، وَ الشَّيْطَانُ وَ النَّارُ خَلْفَكُمْ. وَ حَرَّضَ اَبُوْ سُفْيَانَ النّسَاءَ فَقَالَ: مَنْ رَأَيْتُنَّهُ فَارًّا فَاضْرِبْنَهُ بِهٰذِهِ اْلاَحْجَارِ وَ الْعَصَي حَتَّى يَرْجِعَ. البداية و النهاية 7: 13

Kemudian Abu Sufyan memberikan nasehat yang bagus dan memotivasi pasukan dengan panjang lebar. Kemudian ketika pasukan telah berhadap-hadapan dengan musuh, beliau berkata, "Wahai pasukan muslimin, telah datang apa yang kalian lihat, inilah Rasulullah dan surga di depan kalian, sedangkan syaithan dan neraka di belakang kalian". Kemudian Abu Sufyan membangkitkan semangat kaum wanita, ia berkata, "Siapa saja dari pasukan muslimin yang kalian lihat melarikan diri, maka pukullah dengan batu-batu dan tongkat-tongkat ini, supaya ia kembali". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 13]

وَ اَشَارَ خَالِدٌ اَنْ يَقِفَ فِي الْقَلْبِ سَعِيْدُ بْنُ زَيْدٍ، وَ اَنْ يَكُوْنَ اَبُوْ عُبَيْدَةَ مِنْ وَرَاءِ النَّاسِ لِيَرُدَّ الْمُنْهَزِمَ. وَ قَسَمَ خَالِدٌ الْخَيْلَ قِسْمَيْنِ، فَجَعَلَ فِرْقَةً وَرَاءَ الْمَيْمَنَةِ، وَ فِرْقَةً وَرَاءَ الْمَيْسَرَةِ، لِئَلَّا يَفِرَّ النَّاسُ وَ لِيَكُوْنُوْا رِدْءًا لَهُمْ مِنْ وَرَائِهِمْ. فَقاَلَ لَهُ اَصْحَابُهُ: اِفْعَلْ مَا اَرَاكَ اللهُ. وَ امْتَثَلُوْا مَا اَشَارَ بِهِ خَالِدٌ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ. وَ اَقْبَلَتِ الرُّوْمُ رَافِعَةً صُلْبَانَهَا وَلَهُمْ اَصْوَاتٌ مُزْعِجَةٌ كَالرَّعْدِ، وَ الْقَسَاقِسَةُ وَ الْبَطَارِقَةُ تُحَرّضُهُمْ عَلَى الْقِتَالِ وَ هُمْ فِيْ عَدَدٍ وَعَدَدٍ لَمْ يُرَ مِثْلُهُ، فَاللهُ الْمُسْتَعَانُ وَ عَلَيْهِ التُّكْلَانُ. البداية و النهاية 7: 14

Khalid bin Walid mengisyaratkan agar Sa'id bin Zaid berdiri di tengah-tengah pasukan, dan agar Abu 'Ubaidah berada di belakang pasukan untuk mengembalikan apabila ada diantara pasukan muslimin yang mundur untuk melarikan diri.

Khalid bin Walid membagi pasukan berkuda menjadi dua, lalu menempatkan sebagian di belakang sebelah kanan, dan sebagian lagi di belakang sebelah kiri, supaya pasukan kaum muslimin tidak ada yang melarikan diri, dan untuk memberikan bantuan kepada mereka dari belakang. Kemudian shahabat-shahabat Khalid berkata kepadanya, "Lakukanlah apasaja yang ditunjukkan oleh Allah kepadamu !". Maka pasukan musliminpun melaksanakan apa yang ditunjukkan oleh Khalid bin Walid RA.

Lalu datanglah pasukan Romawi dengan mengangkat salib-salibnya. Mereka datang berteriak-teriak dengan suara keras mengejutkan seperti halilintar, para pendeta dan komandan pasukan mengobarkan semangat pasukannya untuk berperang, dan pasukan Romawi itu datang dengan jumlah yang sangat banyak yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti pada saat itu. Kepada Allah lah tempat memohon pertolongan dan kepada-Nya lah kita bertawakkal. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 14]

وَقَدْ كَاَن فِيْمَنْ شَهِدَ الْيَرْمُوْكَ الزُّبْيِرُ بْنُ الْعَوَّامِ، وَ هُوَ اَفْضَلُ مَنْ هُنَاكَ مِنَ الصَّحَابَةِ، وَ كَانَ مِنْ فُرْسَانِ النَّاسِ وَ شُجْعَانِهِمْ. فَاجْتَمَعَ اِلَيْهِ جَمَاعَةٌ مِنَ الْاَبْطَالِ يَوْمَئِذٍ فَقَالُوْا: اَلَا تَحْمِلُ فَنَحْمِلُ مَعَكَ؟ فَقَالَ: اِنَّكُمْ لَا تُثَبّتُوْنَ. فَقَالُوْا: بَلَى! فَحَمَلَ وَ حَمَلُوْا. فَلَمَّا وَاجَهُوْا صُفُوْفَ الرُّوْمِ اَحْجَمُوْا وَ اَقْدَمَ هُوَ فَاخْتَرَقَ صُفُوْفَ الرُّوْمِ حَتَّى خَرَجَ مِنَ الْجَانِبِ الْآخَرِ وَ عَادَ اِلَى اَصْحَابِهِ. ثُمَّ جَاؤُوْا اِلَيْهِ مَرَّةً ثَانِيَةً فَفَعَلَ كَمَا فَعَلَ فِي اْلاُوْلَى، وَ جَرَحَ يَوْمَئِذٍ جُرْحَيْنِ بَيْنَ كَتِفَيْهِ.

Zubair bin 'Awwam, adalah salah seorang pasukan muslimin dalam perang Yarmuk. Beliau adalah shahabat yang paling mulia dalam peperangan ini. Beliau adalah penunggang kuda yang sangat cekatan dan jagoan yang paling berani. Dalam peperangan ini berkumpullah sebagian dari jagoan Islam maju mendekatinya dan berkata, "Maukah engkau menyerbu ke dalam barisan musuh dan kami akan ikut bersamamu ?". Zubair menjawab, "Kalian tidak akan sanggup". Mereka menjawab, "Ya, kami sanggup melakukan". Maka Zubair lalu menyerbu ke dalam barisan musuh bersama mereka. Ketika mereka akan masuk ke dalam pasukan musuh, para jagoan yang mengajak Zubair tadi tidak berhasil menerobos ke dalam pasukan musuh, sedangkan Zubair berhasil menembus barisan musuh hingga keluar pada sisi yang lain. Kemudian beliau kembali masuk dari arah yang dilalui itu hingga bertemu lagi dengan para jagoan yang mengajaknya tadi. Kemudian para jagoan itu kembali bergabung dengannya untuk menyerbu ke dalam barisan musuh untuk kedua kalinya. Kemudian Zubair kembali melakukan sebagaimana yang telah dilakukan tadi. Pada waktu itu Zubair mendapat dua luka diantara kedua bahunya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 14] .

وَ جَعَل مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ كُلَّمَا سَمِعَ اَصْوَاتَ الْقِسّيْسِيْنَ وَ الرُّهْبَانِ يَقُوْلُ: اَللّٰهُمَّ زَلْزِلْ اَقْدَامَهُمْ، وَ اَرْعِبْ قُلُوْبَهُمْ، وَ اَنْزِلْ عَلَيْنَا السَّكِيْنَةَ، وَ اَلْزِمْنَا كَلِمَةَ التَّقْوٰى، وَحَبّبْ اِلَيْنَا اللّقَاءَ، وَ اَرْضِنَا بِاْلقَضَاءِ. البداية و النهاية 7: 14

Adapun Mu'adz bin Jabal RA setiap kali mendengar suara para pendeta dan Rahib-rahib (mereka memotivasi dengan membacakan Injil), Mu'adz berdo'a, "Ya Allah, goyahkanlah pendirian mereka, takutkanlah hati mereka, turunkanlah ketenangan kepada kami, dan tegarkanlah kami dengan kalimat taqwa, senangkanlah kepada kami berhadapan dengan musuh, dan buatlah kami ridla dengan ketentuan taqdir-Mu".

وَ خَرَجَ مَاهَانُ فَاَمَرَ صَاحِبَ الْمَيْسَرَةِ وَ هُوَ الدُبْرِيْجَانُ، وَكَانَ عَدُوُّ اللهِ مُتَنَسّكًا فِيْهِمْ، فَحَمَلَ عَلَى الْمَيْمَنَةِ وَ فِيْهَا اْلاَزْدُ وَ مُذْحِجٌ وَ حَضَرَمَوْتُ وَ خَوْلَانُ، فَثَبَتُوْا حَتَّى صَدَقُوْا اَعْدَاءَ اللهِ. ثُمَّ رَكِبَهُمْ مِنَ الرُّوْمِ اَمْثَالُ الْجِبَالِ، فَزَالَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنَ الْمَيْمَنَةِ اِلَى نَاحِيَةِ الْقَلْبِ، وَ انْكَشَفَ طَائِفَةٌ مِنَ النَّاسِ اِلَى الْعَسْكَرِ. وَ ثَبَتَ صَوْرٌ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ عَظِيْمٌ يُقَاتِلُوْنَ تَحْتَ رَايَاتِهِمْ، وَ انْكَشَفَ زُبَيْدٌ. ثُمَّ تَنَادَوْا فَتَرَاجَعُوْا وَ حَمَلُوْا حَتَّى نَهْنَهُوْا مَنْ اَمَامَهُمْ مِنَ الرُّوْمِ وَ اَشْغَلُوْهُمْ عَنِ اتّبَاعِ مَنْ اِنْكَشَفَ مِنَ النَّاسِ. فَتَرَاجَعَ النَّاسُ اِلَى مَوَاقِفِهِمْ. البداية و النهاية 7: 14

Kemudian Maahaan keluar, lalu memerintahkan kepada pimpinan pasukannya yang berada di sebelah kiri yaitu Dubriijan, ia adalah musuh Allah yang berlagak ahli ibadah di kalangan mereka. Kemudian Dubriijan dengan pasukannya menyerbu di bagian sayap kanan pasukan muslimin, yang ditempati oleh orang-orang dari qabilah Al-Azdiy, Mudzhij, Hadlaramaut dan Khaulaan. Namun pasukan muslimin tersebut masih tetap teguh dan berani, sehingga mampu membendung musuh-musuh Allah yang ingin menerobos masuk dari bagian sayap kanan pasukan muslimin tersebut.

Kemudian datanglah rombongan tentara Romawi yang banyak sekali seperti gunung-gunung yang besar, yang membuat pasukan kaum muslimin di sayap kanan tersebut kewalahan, sehingga mereka harus beralih ke posisi tengah pasukan, dan ada pula sebagian yang lari menuju ke perkemahan. Sebagian besar pasukan muslimin tetap tegar berperang di bawah panji-panji mereka, dan hanya sebagian kecil yang melarikan diri.

Tak lama kemudian kaum muslimin saling menyeru supaya kembali ke medan pertempuran sehingga mereka berhasil memukul mundur kembali pasukan Romawi yang menyerang mereka, dan musuh tidak dapat mengejar tentara Islam yang lari,.sehingga mereka kembali ke medan pertempuran. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 14]

وَ قَالَ سَيْفُ بْنُ عُمَرَ عَنْ اَبِي عُثْمَانَ الْغَسَّانِيّ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: قَالَ عِكْرِمَةُ بْنُ اَبِي جَهْلٍ يَوْمَ الْيَرْمُوْكِ: قَاتَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص فِي مَوَاطِنَ وَاَفِرُّ مِنْكُمُ الْيَوْمَ؟ ثُمَّ نَادَى: مَنْ يُبَايِعُ عَلَى الْمَوْتِ؟ فَبَايَعَهُ عَمُّهُ الْحَارِثُ بْنُ هِشَامٍ وَ ضِرَارُ بْنُ اْلاَزُوْرِ فِي اَرْبَعِمِائَةٍ مِنْ وُجُوْهِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ فُرْسَانِهِمْ، فَقَاتَلُوْا قُدَّامَ فُسْطَاطِ خَالِدٍ حَتَّى اَثْبَتُوْا جَمِيْعًا جِرَاحًا وَ قُتِلَ مِنْهُمْ خَلْقٌ مِنْهُمْ ضِرَارُ بْنُ اْلاَزُوْرِ رض.

Saif bin 'Umar meriwayatkan dari Abu 'Utsman Al-Ghossaaniy, dari ayahnya, ia berkata : Pada perang Yarmuk, 'Ikrimah bin Abu Jahl berkata, "Saya telah berperang bersama Rasulullah SAW di berbagai peperangan, apakah pantas pada hari ini aku lari meninggalkan kamu sekalian ?". Kemudian ia meyeru, "Siapa yang berani berbai'at untuk mati ?". Maka berbai'atlah pamannya yang bernama Al-Haarits bin Hisyaam, dan Dliroor bin Al-Azuur diantara empat ratus kaum muslimin dan para jagoan yang ikut berbai'at. Kemudian mereka berperang di depan khemahnya Khalid, sehingga mereka semua terluka, dan banyak pula yang mati syahid, termasuk Dliroor bin Al-Azuur. Semoga Allah meridlai mereka. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 14]

وَ قَدْ ذَكَرَ الْوَاقِدِيُّ وَ غَيْرُهُ اَنَّهُمْ لَمَّا صَرَعُوْا مِنَ الْجِرَاحِ اسْتَسْقَوْا مَاءً، فَجِيْءَ اِلَيْهِمْ بِشُرْبَةِ مَاءٍ. فَلَمَّا اقْتُرِبَتْ اِلَى اَحَدِهِمْ نَظَرَ اِلَيْهِ الْآخَرُ فَقَالَ: اِدْفَعْهَا اِلَيْهِ. فَلَمَّا دُفِعَتْ اِلَيْهِ نَظَرَ اِلَيْهِ اْلآخَرُ فَقَالَ: اِدْفَعْهَا اِلَيْهِ، فَتَدَافَعُوْهَا كُلُّهُمْ مِنْ وَاحِدٍ اِلَى وَاحِدٍ حَتَّى مَاتُوْا جَمِيْعًا وَلَمْ يَشْرَبْهَا اَحَدٌ مِنْهُمْ رض اَجْمَعِيْنَ. البداية و النهاية 7: 15

Al-Waqidiy dan lainnya menyebutkan bahwa pasukan muslimin yang terluka dalam peperangan itu, mereka minta air minum, lalu setelah didatangkan air minum kepada seseorang dari mereka, ketika itu ada temannya yang lain yang juga membutuhkan minum melihat kepadanya, maka ia mengatakan, "Berikanlah air minum itu kepadanya", dan setelah air minum itu dibawa kepada shahabat yang lain, iapun melihat ada temannya dari pasukan muslimin yang lain yang juga membutuhkan minum melihatnya, maka iapun mengatakan,"Berikanlah air minum itu kepadanya". Masing-masing mereka menyuruh memberikan air minum itu kepada yang lainnya, sehingga mereka itu semuanya meninggal dan tidak ada seorangpun diantara mereka itu yang meminumnya. Semoga Allah meridlai mereka semuanya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 15]

وَيُقَالُ اِنَّ اَوَّلَ مَنْ قُتِلَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ يَوْمَئِذٍ شَهِيْدًا رَجُلٌ جَاءَ اِلَى اَبِى عُبَيْدَةَ فَقَالَ: اِنّيْ قَدْ تَهَيَّأْتُ لِاَمْرِي، فَهَلْ لَكَ مِنْ حَاجَةٍ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص؟ قَالَ: نَعَمْ. تُقْرِئُهُ السَّلَامَ وَ تَقُوْلُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّا قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا. قَالَ: فَتَقَدَّمَ هٰذَا الرَّجُلُ حَتَّى قُتِلَ رَحِمَهُ اللهُ.

Ada yang mengatakan : Sesungguhnya orang yang pertama gugur sebagai syahid dari pasukan muslimin dalam peperangan ini adalah seorang laki-laki yang datang kepada Abu 'Ubaidah, lalu ia berkata, "Sesungguhnya saya telah siap untuk urusanku ini. Apakah engkau ada pesan yang akan saya sampaikan kepada Rasulullah ?". Abu 'Ubaidah menjawab, "Ya, sampaikanlah salam kepada beliau, dan katakanlah : Ya Rasulullah, sesungguhnya kami telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Tuhan kami menjadi kenyataan". Kemudian orang laki-laki tersebut maju berperang, sehingga terbunuh sebagai syahid.Semoga Allah merahmatinya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 15]

وَ ثَبَتَ كُلُّ الْقَوْمِ عَلَى رَايَتِهِمْ حَتَّى صَارَتِ الرُّوْمُ تَدُوْرُ كَاَنَّهَا الرَّحَا، فَلَمْ تَرَ يَوْمَ الْيَرْمُوْكِ اِلَّا مُخًّا سَاقِطًا وَ مِعْصَمًا نَادِرًا وَكَفًّا طَائِرَةً مِنْ ذٰلِكَ الْمَوْطِنِ. ثُمَّ حَمَلَ خَالِدٌ بِمَنْ مَعَهُ مِنَ الْخِيَالَةِ عَلَى الْمَيْسَرَةِ الَّتِىْ حَمَلَتْ عَلَى مَيْمَنَةِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاَزَالُوْهُمْ اِلَى الْقَلْبِ، فَقُتِلَ مِنَ الرُّوْمِ فِيْ حَمْلَتِهِ هٰذِهِ سِتَّةُ آلَافٍ مِنْهُمْ. ثُمَّ قَالَ: وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَمْ يَبْقَ عِنْدَهُمْ مِنَ الصَّبْرِ وَ الْجَلْدِ غَيْرُ مَا رَأَيْتُمْ وَ اِنّيْ لَاَرْجُوْ اَنْ يَمْنَحَكُمُ اللهُ اِكْتَافَهُمْ. ثُمَّ اعْتَرَضَهُمْ فَحَمَلَ بِمِائَةِ فَارِسٍ مَعَهُ عَلَى نَحْوٍ مِنْ مِائَةِ اَلْفٍ، فَمَا وَصَلَ اِلَيْهِمْ حَتَّى انْفَضَّ جَمْعُهُمْ، وَ حَمَلَ الْمُسْلِمُوْنَ عَلَيْهِمْ حَمْلَةَ رَجُلٍ وَاحِدٍ، فَانْكَشَفُوْا وَ تَبِعَهُمُ الْمُسْلِمُوْنَ لَا يَمْتَنِعُوْنَ مِنْهُمْ.

Masing-masing kaum dari pasukan muslimin berperang di bawah panji-panji mereka, sehingga pasukan Romawi berputar seperti penggiling tepung. Maka tidak kamu lihat pada perang Yarmuk itu melainkan kepala-kepala yang berjatuhan, lengan-lengan yang berceceran dan tangan-tangan yang melayang. Kemudian Khalid dengan pasukan berkuda yang ditempatkan di bagian kiri menyerang pasukan Romawi yang menyerang di bagian kanan pasukan muslimin, hingga pasukan muslimin berhasil memukul mundur pasukan Romawi sampai ke jantung pertahanan mereka. Dan dengan serbuan ini terbunuhlah dari pasukan Romawi sebanyak enam ribu orang. Kemudian Khalid berkata, "Demi Allah, yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah tinggal pada mereka itu orang yang shabar dan kuat melainkan apa yang kalian lihat itu, dan aku berharap semoga Allah menundukan mereka itu pada kalian". Kemudian Khalid dengan seratus penunggang kuda menghadapi seratus ribu pasukan Romawi. Kemudian Khalid maju menyerang musuh. Maka seketika itu terpecahlah kekuatan musuh, dan pasukan muslimin menyerbu pasukan Romawi dengan serbuan yang dahsyat, sehingga pasukan Romawi lari tunggang-langgang, dan dikejar oleh pasukan muslimin yang tidak tertahankan oleh mereka.

قَالُوْا وَ بَيْنَمَا هُمْ فِيْ جَوْلَةِ الْحَرْبِ وَ حَوْمَةِ الْوَغَى وَ اْلاَبْطَالُ يَتَصَاوَلُوْنَ مِنْ كُلّ جَانِبٍ، اِذْ قَدِمَ الْبَرِيْدُ مِنْ نَحْوِ الْحِجَازِ فَدَفَعَ اِلَى خَالِدِ بْنِ الْوَلِيْدِ، فَقَالَ لَهُ: مَا الْخَبَرُ؟ فَقَالَ لَهُ فِيْمَا بَيْنَهُ وَ بَيْنَهُ، اِنَّ الصّدّيْقَ رض قَدْ تُوُفّيَ وَ اسْتَخْلَفَ عُمَرُ، وَ اسْتَنَابَ عَلَى الْجُيُوْشِ اَبَا عُبَيْدَةَ عَامِرَ بْنِ الْجَرَّاحِ. فَاَسَرَّهَا خَالِدٌ وَ لَمْ يَبْدُ ذٰلِكَ لِلنَّاسِ لِئَلَّا يَحْصُلَ ضَعْفٌ وَ وَهْنٌ فِي تِلْكَ الْحَالِ. وَ قَالَ لَهُ وَ النَّاسُ يَسْمَعُوْنَ: اَحْسَنْتَ. وَ اَخَذَ مِنْهُ الْكِتَابَ فَوَضَعَهُ فِيْ كِنَانَتِهِ وَ اشْتَغَلَّ بِمَا كَانَ فِيْهِ مِنْ تَدْبِيْرِ الْحَرْبِ وَ الْمُقَاتَلَةِ وَ اَوْقَفَ الرَّسُوْلَ الَّذِيْ جَاءَ بِالْكِتَابِ وَ هُوَ مُنْجِمَةُ بْنُ زَنِيْمٍ اِلَى جَانِبِهِ كَذَا ذَكَرَهُ ابْنُ جَرِيْرٍ بِاَسَانِيْدِهِ.

Para ahli tarikh menyebutkan : Di tengah-tengah serunya peperangan, di tengah-tengah hiruk-pikuknya medan pertempuran, para pahlawan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tiba-tiba datanglah seorang utusan yang membawa surat dari Hijaz, lalu ia menyerahkannya kepada Khalid bin Walid. Lalu Khalid bertanya, "Ada khabar apa ?". Maka pembawa surat itu membisikkan kepada Khalid bahwa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq telah wafat, dan 'Umar bin khaththab telah diangkat sebagai Khalifah penggantinya. Dan 'Umar memerintahkan agar Panglima perang diserahkan kepada Abu 'Ubaidah bin Jarrah. Lalu Khalid bin Walid merahasiakan berita itu, dan beliau tidak memberitahukannya kepada pasukan muslimin, supaya tidak terjadi kelemahan dan kelesuan pada pasukan muslimin di saat itu. Kemudian Khalid berkata kepada pembawa surat itu, "Baiklah". Lalu Khalid menerima surat itu, lalu menyimpannya di wadah anak panahnya, dan beliau sibuk dengan apa yang harus dikerjakan dari urusan peperangan. Dan Khalid lalu menempatkan utusan yang membawa surat itu (yakni Munjimah bin Zaniim) di sampingnya. Begitulah yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad-sanadnya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 15]

قَالُوْا وَ خَرَجَ جَرْجَةُ اَحَدُ اْلاُمَرَاءِ اْلكِبَارِ مِنَ الصَّفّ وَ اسْتَدْعَى خَالِدَ بْنَ الْوَلِيْدِ، فَجَاءَ اِلَيْهِ حَتَّى اخْتَلَفَتْ اَعْنَاقُ فَرْسَيْهِمَا، فَقَالَ جَرْجَةُ: يَا خَالِدُ، اَخْبِرْنِيْ فَاصْدُقْنِيْ وَلَا تَكْذِبْنِيْ، فَاِنَّ الْحُرَّ لَا يَكْذِبُ وَلَا تُخَادِعُنِيْ، فَاِنَّ الْكَرِيْمَ لَا يُخَادِعُ الْمُسْتَرْسِلَ بِاللهِ. هَلْ اَنْزَلَ اللهُ عَلَى نَبِيّكُمْ سَيْفًا مِنَ السَّمَاءِ، فَاَعْطَاكَهُ فَلَا تَسُلَّهُ عَلَى اَحَدٍ اِلَّا هَزَمْتَهُمْ؟ قَالَ: لَا. قَالَ: فَبِمَ سُمّيْتَ سَيْفَ اللهِ؟ قَالَ: اِنَّ اللهَ بَعَثَ فِيْنَا نَبِيَّهُ، فَدَعَانَا، فَنَفَرْنَا مِنْهُ وَ نَأَيْنَا عَنْهُ جَمِيْعًا. ثُمَّ اِنَّ بَعْضَنَا صَدَّقَهُ وَ تَابَعَهُ وَ بَعْضَنَا كَذَّبَهُ وَ بَاعَدَهُ، فَكُنْتُ فِيْمَنْ كَذَّبَهُ وَ بَاعَدَهُ، ثُمَّ اِنَّ اللهَ اَخَذَ بِقُلُوْبِنَا وَ نَوَاصِيْنَا فَهَدَانَا بِهِ وَ بَايَعْنَاهُ. فَقَالَ لِي: اَنْتَ سَيْفٌ مِنْ سُيُوْفِ اللهِ سَلَّهُ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ. وَ دَعَا لِي بِالنَّصْرِ، فَسُمّيْتُ سَيْفَ اللهِ بِذٰلِكَ، فَاَنَا مِنْ اَشَدّ الْمُسْلِمِيْنَ عَلَى الْمُشْرِكِيْنَ. البداية و النهاية 7: 15

Kemudian para ahli tarikh menyebutkan : Jarjah seorang pemimpin besar Romawi keluar dari barisan, lalu memanggil Khalid bin Walid. Maka Khalidpun datang kepadanya, sehingga leher kuda dari kedua pemimpin itu berdekatan, lalu Jarjah berkata, "Hai Khalid, beritahukanlah kepadaku, berlakulah jujur kepadaku dan jangan berbohong kepadaku, karena orang merdeka tidak akan berbohong dan tidak akan menipuku, karena orang yang mulia tidak akan menipu orang yang minta kemudahan dengan nama Allah. Apakah Allah menurunkan kepada Nabi kalian pedang dari langit, lalu Nabi mu memberikan kepadamu, sehingga tidaklah kamu menghunusnya untuk memerangi musuh melainkan kamu bisa mengalahkan mereka ?". Khalid bin Walid menjawab, "Tidak". Jarjah bertanya lagi, "Lalu sebab apa kamu dinamakan "Saifullah (Pedang Allah) ?". Khalid bin Walid menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengutus Nabi-Nya di kalangan kami, lalu Nabi itu mengajak kami untuk beriman, lalu kami semua lari dan menjauhkan diri darinya. Kemudian setelah itu sebagian dari kami ada yang beriman dan mengikutinya, dan sebagian lagi ada yang mendustakannya dan menjauhinya. Saya dahulu termasuk orang yang mendustakannya dan menjauhinya, kemudian sesungguhnya Allah telah mengambil hati dan ubun-ubun kami, lalu memberi hidayah kepada kami dengan beriman kepadanya, dan kamipun berbai'at kepadanya. Lalu beliau bersabda kepadaku, "Kamu adalah sebuah pedang diantara pedang-pedang Allah yang Allah menghunusnya untuk menumpas orang-orang musyrik. Dan beliau berdo'a untukku dengan kemenangan. Maka begitulah, aku dinamakan "Pedang Allah". Maka aku termasuk diantara kaum muslimin yang paling keras terhadap orang-orang musyrik". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 15]

فَقَالَ جَرْجَةُ: يَا خَالِدُ، اِلَى مَا تَدْعُوْنَ؟ قَالَ: اِلَى شَهَادَةِ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، وَ اْلاِقْرَارِ بِمَا جَاءَ بِهِ مِنْ عِنْدِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ. قَالَ: فَمَنْ لَمْ يُجِبْكُمْ؟ قَالَ: فَالْجِزْيَةُ وَ نَمْنَعُهُمْ. قَالَ: فَاِنْ لَمْ يُعْطِهَا؟ قَالَ: نُؤْذِنُهُ بِالْحَرْبِ ثُمَّ نُقَاتِلُهُ. قَالَ: فَمَا مَنْزِلَةُ مَنْ يُجِيْبُكُمْ وَ يَدْخُلُ فِي هٰذَا اْلاَمْرِ الْيَوْمَ؟ قَالَ: مَنْزِلَتُنَا وَاحِدَةٌ فِيْمَا افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْنَا شَرِيْفُنَا وَ وَضِيْعُنَا وَ اَوَّلُنَا وَ آخِرُنَا.

Kemudian Jarjah bertanya lagi, "Hai Khalid, kepada apa kalian menyeru kami ?". Khalid menjawab, "Kepada kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan mengakui apa yang dibawa olehnya dari sisi Allah 'Azza wa Jalla". Jarjah bertanya lagi, "Lalu orang yang tidak mau menyambut seruan kalian ?". Khalid menjawab, "Mereka harus membayar jizyah dan mereka akan dilindungi". Jarjah bertanya lagi, "Jika tidak mau membayar jizyah ?". Khalid menjawab, "Kami akan mengumumkan perang, dan kami akan memeranginya". Jarjah bertanya lagi, "Lalu bagaimana kedudukan orang yang mau menerima seruan kalian, dan masuk Islam pada hari ini ?". Khalid menjawab, "Kedudukan kita adalah satu, sama-sama berkewajiban menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah kepada kita, baik orang bangsawan maupun rakyat jelata, yang dahulu maupun yang belakangan".

قَالَ جَرْجَةُ: فَلِمَنْ دَخَلَ فِيْكُمُ الْيَوْمَ مِنَ اْلاَجْرِ مِثْلُ مَا لَكُمْ مِنَ اْلاَجْرِ وَ الذُّخْرِ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَ اَفْضَلُ. قَالَ: وَ كَيْفَ يُسَاوِيْكُمْ وَقَدْ سَبَقْتُمُوْهُ؟ فَقَالَ خَالِدٌ: اِنَّا قَبِلْنَا هٰذَا اْلاَمْرَ عَنْوَةً وَ بَايَعْنَا نَبِيَّنَا وَ هُوَ حَيٌّ بَيْنَ اَظْهُرِنَا، تَأْتِيْهِ اَخْبَارُ السَّمَاءِ وَ يُخْبِرُنَا بِالْكِتَابِ وَ يُرِيْنَا اْلاٰيٰتِ، وَ حُقَّ لِمَنْ رَاَى مَا رَاَيْنَا وَ سَمِعَ مَا سَمِعْنَا اَنْ يُسْلِمَ وَ يُبَايِعَ، وَ اِنَّكُمْ اَنْتُمْ لَمْ تَرَوْا مَا رَاَيْنَا وَ لَمْ تَسْمَعُوْا مَا سَمِعْنَا مِنَ الْعَجَائِبِ وَ الْحُجَجِ، فَمَنْ دَخَلَ فِيْ هٰذَا اْلاَمْرِ مِنْكُمْ بِحَقِيْقَةٍ وَ نِيَّةٍ كَانَ اَفْضَلَ مِنَّا.

Jarjah bertanya lagi, "Lalu orang yang masuk pada golongan kalian pada hari ini, apakah akan mendapatkan pahala seperti yang kalian dapatkan ?". Khalid menjawab, "Ya, dan itu lebih bagus". Jarjah bertanya lagi, "Bagaimana bisa sama dengan kalian, sedangkan kalian telah mendahuluinya ?". Khalid menjawab, "Sesungguhnya dahulu kami menerima agama ini dengan perdamaian, lalu kami berbai'at kepada Nabi kami, ketika itu beliau masih hidup di tengah-tengah kami. Lalu datang kepada beliau berita-berita dari langit, lalu beliau memberitahukan kepada kami dengan kitab dan memperlihatkan ayat-ayat (mu'jizat-mu'jizat) kepada kami, dan memang sepantasnya orang yang melihat apa yang kami lihat, dan mendengar apa yang kami dengar, masuk Islam dan berbai'at. Dan sesungguhnya kalian tidak melihat apa yang kami lihat, dan tidak mendengar apa yang kami dengar berupa keajaiban-keajaiban dan tandabukti-tandabukti, maka barangsiapa diantara kalian yang masuk ke dalam agama ini dan betul-betul dengan niyat yang tulus ikhlash, maka dia lebih utama daripada kami.

فَقَالَ جَرْجَةُ: بِاللهِ لَقَدْ صَدَقْتَنِي وَلَمْ تُخَادِعْنِيْ. قَالَ: تَاللهِ لَقَدْ صَدَقْتُكَ، و اِنَّ اللهَ وَلِيُّ مَا سَأَلْتَ عَنْهُ. فَعِنْدَ ذٰلِكَ قَلَبَ جَرْجَةُ التُّرْسَ وَ مَالَ مَعَ خَالِدٍ وَ قَالَ عَلّمْنِى اْلاِسْلَامَ. فَمَالَ بِهِ خَالِدٌ اِلَى فُسْطَاطِهِ فَسَنَّ عَلَيْهِ قِرْبَةً مِنْ مَاءٍ ثُمَّ صَلَّى بِهِ رَكْعَتَيْنِ.

Jarjah berkata, "Demi Allah, sungguh kamu telah berkata jujur kepadaku dan tidak menipuku". Khalid berkata, "Demi Allah, sungguh aku berkata jujur kepadamu, dan Allah pelindung yang menyaksikan apa yang kamu tanyakan tentang hal itu". Kemudian ketika itu Jarjah membalikkan perisainya dan ikut kepada Khalid, dan ia berkata, "Ajarilah aku tentang Islam". Lalu Khalid membawanya ke khemahnya, lalu menuangkan air untuknya dari qirbah (untuk bersuci), lalu Jarjah shalat dua reka'at dengan Khalid. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 16]

وَ حَمَلَتِ الرُّوْمُ مَعَ انْقِلَابِهِ اِلَى خَالِدٍ وَ هُمْ يَرَوْنَ اَنَّهَا مِنْهُ حَمْلَةً، فَاَزَالُوا الْمُسْلِمِيْنَ عَنْ مَوَاقِفِهِمْ اِلَّا الْمُحَامِيَةَ عَلَيْهِمْ عِكْرِمَةُ بْنُ اَبِي جَهْلٍ وَالْحٰرِثُ بْنُ هِشَامٍ. فَرَكِبَ خَالِدٌ وَ جَرْجَةُ مَعَهُ وَ الرُّوْمُ خِلَالَ الْمُسْلِمِيْنَ، فَتَنَادَى النَّاُس وَ ثَابُوْا وَ تَرَاجَعَتِ الرُّوْمُ اِلَى مَوَاقِفِهِمْ وَ زَحَفَ خَالِدٌ بِالْمُسْلِمِيْنَ حَتَّى تَصَافَحُوْا بِالسُّيُوْفِ. فَضَرَبَ فِيْهِمْ خَالِدٌ وَ جَرْجَةُ مِنْ لَدُنْ اِرْتِفَاعِ النَّهَارِ اِلَى جُنُوْحِ الشَّمْسِ لِلْغُرُوْبِ. وَ صَلَّى الْمُسْلِمُوْنَ صَلَاةَ الظُّهْرِ وَ صَلَاةَ الْعَصْرِ اِيْمَاءً وَ اُصِيْبَ جَرْجَةُ رَحِمَهُ اللهُ وَلَمْ يُصَلّ للهِ اِلَّا تِلْكَ الرَّكْعَتَيْنِ مَعَ خَالِدٍ رض.

Setelah Jarjah masuk Islam dan bergabung dengan pasukan muslimin, lalu pasukan Romawi menyerbu pasukan muslimin sehingga membuat pasukan muslimin terdesak,kecuali pasukan pertahanan yang dipimpin oleh 'Ikrimah bin Abu Jahl dan Al-Haarits bin Hisyaam. Kemudian Khalid beserta Jarjah bergerak menyerbu pasukan Romawi yang berada diantara pasukan kaum muslimin. Kemudian pasukan Romawi saling memanggil berusaha mengumpulkan kembali tentaranya yang berlarian sehingga sebagian pasukan Romawi kembali berkumpul dan menempati posisi masing-masing. Ketika itu Khalid dengan pasukan muslimin memerangi musuh hingga pedang-pedang mereka saling berbenturan. Khalid dan Jarjah terus menerus memerangi musuh dari menjelang siang hingga matahari akan tengggelam. Waktu itu kaum muslimin melaksanakan shalat Dhuhur dan 'Ashar dengan isyarat.Jarjah akhirnya terbunuh, semoga Allah merahmatinya, sedangkan dia belum pernah shalat kecuali dua rekaat yang dikerjakannya bersama Khalid RA. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 16]

وَ ضَعْضَعَتِ الرُّوْمُ عِنْدَ ذٰلِكَ، ثُمَّ نَهَدَ خَالِدٌ بِالْقَلْبِ حَتَّى صَارَ فِي وَسَطِ خُيُوْلِ الرُّوْمِ. فَعِنْدَ ذٰلِكَ هَرَبَتْ خَيَّالَتُهُمْ وَ اَسْنَدَتْ بِهِمْ فِيْ تِلْكَ الصَّحْرَاءِ، وَ اَفْرَجَ الْمُسْلِمُوْنَ بِخُيُوْلِهِمْ حَتَّى ذَهَبُوْا. وَ اَخَّرَ النَّاسُ صَلَاتَيِ الْعِشَاءَيْنِ حَتَّى ِاِسْتَقَرَّ الْفَتْحُ، وَ عَمَدَ خَالِدٌ اِلَى رَحْلِ الرُّوْمِ وَ هُمُ الرَّجَّالَةُ فَفَصَلُوْهُمْ حَتَّى آخِرِهِمْ حَتَّى صَارُوْا كَاَنَّهُمْ حَائِطٌ قَدْ هُدِمَ.

Setelah itu pasukan Romawi melemah. Kemudian Khalid kembali menyerbu di jantung pertahanan musuh hingga sampai di tengah-tengah pasukan berkuda Romawi. Ketika itu pasukan berkuda Romawi lari tunggang langgang ke padang pasir, dan pasukan muslimin sengaja membukakan jalan bagi pasukan berkuda musuh hingga mereka semua pergi. Pasukan muslimin mengakhirkan shalat Maghrib dan 'Isyak hingga benar-benar tercapai kemenangan. Kemudian Khalid menuju ke tengah pasukan Romawi dan membubarkan pasukan pejalan kaki, sehingga membuat mereka cerai-berai dan lari kocar-kacir ibarat tembok yang telah roboh.

ثُمَّ تَبِعُوْا مَنْ فَرَّ مِنَ الْخَيَّالَةِ وَ اقْتَحَمَ خَالِدٌ عَلَيْهِمْ خَنْدَقَهُمْ وَجَاءَ الرُّوْمُ فِي ظَلَامِ اللَّيْلِ اِلَى الْوَاقُوْصَةِ، فَجَعَلَ الَّذِيْنَ تَسَلْسَلُوْا وَ قَيَّدُوْا بَعْضُهُمْ بِبَعْضٍ اِذَا سَقَطَ وَاحِدٌ مِنْهُمْ سَقَطَ الَّذِيْنَ مَعَهُ. قَالَ ابْنُ جَرِيْرٍ وَ غَيْرُهُ: فَسَقَطَ فِيْهَا وَ قُتِلَ عِنْدَهَا مِائَةُ اَلْفٍ وَ عِشْرُوْنَ اَلْفًا سِوَى مَنْ قُتِلَ فِي الْمَعْرَكَةِ. وَقَدْ قَاتَلَ نِسَاءُ الْمُسْلِمِيْنَ فِي هٰذَا الْيَوْمِ. وَ قَتَلُوْا خَلْقًا كَثِيْرًا مِنَ الرُّوْمِ. وَ كُنَّ يَضْرِبْنَ مَنْ اِنْهَزَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ يَقُلْنَ: اَيْنَ تَذْهَبُوْنَ وَ تَدَعُوْنَنَا لِلْعُلُوْجِ؟ فَاِذَا زَجَرْنَهُمْ لَا يَمْلِكُ اَحَدٌ نَفْسَهُ حَتَّى يَرْجِعَ اِلَى اْلقِتَالِ.

Kemudian Khalid mengejar pasukan berkuda Romawi yang lari tercerai-berai itu hingga berhasil menerobos parit mereka. Pasukan Romawi tersebut dalam kegelapan malam melarikan diri menuju Al-Waqushah. Adapun pasukan yang bergandengan dengan rantai besi, jika salah satu terjatuh maka terjatuhlah semuanya.

Ibnu Jarir dan lainnya berkata : Pada waktu itu yang jatuh dan terbunuh mencapai 120.000 orang, selain yang terbunuh di medan perang". Pada peperangan ini para wanita muslimah juga ikut berpartisipasi sehingga pasukan muslimin berhasil membunuh banyak pasukan Romawi. Para wanita itu bertugas memukul tentara kaum muslimin yang lari dari medan pertempuran sambil meneriaki mereka, "Mau lari ke mana kalian, apakah kalian akan meninggalkan kami kepada para tentara kafir ?". Maka jika diteriaki seperti itu, tidak seorangpun yang sanggup mendengarnya, sehingga orang itu kembali bertempur. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 16]

قَالُوْا: وَقُتِلَ فِي هٰذَا الْيَوْمِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ثَلَاثَةُ آلَافٍ، مِنْهُمْ عِكْرِمَةُ وَ ابْنُهُ عَمْرٌو وَ سَلَمَةُ بْنُ هِشَامٍ وَ عَمْرُو بْن سَعِيْدٍ وَ اَبَانُ بْنُ سَعِيْدٍ. وَ اَثْبَتَ خَالِدُ بْنُ سَعِيْدٍ فَلَا يُدْرَي اَيْنَ ذَهَبَ، وَ ضِرَارُ بْنُ اْلاَزُوْرِ وَ هِشَامُ بْنُ الْعَاصِ وَ عَمْرُو بْنُ الطُّفَيْلِ بْنِ عَمْرٍو اَلدَّوْسِيُّ، وَ حَقَّقَ اللهُ رُؤْيَا اَبِيْهِ يَوْمَ الْيَمَامَةِ. وَ قَدْ اَتْلَفَ فِي هٰذَا اْليَوْمِ جَمَاعَةٌ مِنَ النَّاسِ، اِنْهَزَمَ عَمْرُو بْنُ الْعَاصِ فِي اَرْبَعَةٍ حَتَّى وَ صَلُوْا اِلَى النّسَاءِ، ثُمَّ رَجَعُوْا حِيْنَ زَجَرَهُمُ النّسَاءُ، وَ انْكَشَفَ شُرَحْبِيْلُ بْنُ حَسَنَةَ وَ اَصْحَابُهُ، ثُمَّ تَرَاجَعُوْا حَتَّى وَعَظَهُمُ الْاَمِيْرُ بِقَوْلِهِ تَعَالَى اِنَّ اللهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَ اَمْوَالَهُمْ... اَلْآيَةَ.

Para ahli tarikh menyebutkan bahwa jumlah kaum muslimin yang terbunuh dalam peperangan ini sebanyak 3000 orang, termasuk di dalamnya 'Ikrimah dan putranya, yaitu 'Amr, Salamah bin Hisyam, 'Amr bin Sa'id, dan Aban bin Sa'id, Dlirar bin Al-Azuur, Hisyam bin Al-'Aash, 'Amr bin Thufail bin 'Amr Ad-Dausiy, Allah membuktikan kebenaran mimpi ayahnya pada peperangan Yamamah (Ayahnya pernah bermimpi yang ta'wilnya bahwa putranya tersebut akan gugur dalam perang Yarmuk). Adapun Khalid bin Sa'id, dia terluka berat dan tidak diketahui hilang ke mana.

Pada waktu itu banyak orang yang melarikan diri. 'Amr bin 'Aash dengan temannya berempat juga mundur, hingga sampai di tempat para wanita. Kemudian mereka itu dicegah oleh kaum wanita sehingga merekapun kembali ke medan pertempuran. Syurahbil bin Hasanah dan teman-temannya juga mundur, kemudian mereka kembali ke medan pertempuran setelah dinasehati oleh pimpinan pasukan dengan firman Allah Ta'aalaa (yang artinya) :

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.[QS.At-Taubah : 111] [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal.17]

وَ ثَبَتَ يَوْمَئِذٍ يَزِيْدُ بْنُ اَبِي سُفْيَانَ وَ قَاتَلَ قِتَالًا شَدِيْدًا وَ ذٰلِكَ اَنَّ اَبَاهُ مَرَّ بِهِ، فَقَالَ لَهُ: يَا بُنَيَّ، عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ وَ الصَّبْرِ فَاِنَّهُ لَيْسَ رَجُلٌ بِهٰذَا الْوَادِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ اِلَّا مَحْفُوْفًا بِالْقِتَالِ. فَكَيْفَ بِكَ وَ بِاَشْبَاهِكَ الَّذِيْنَ وُلُّوْا اُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ؟ اُولٰئِكَ اَحَقُّ النَّاسِ بِالصَّبْرِ وَ النَّصِيْحَةِ، فَاتَّقِ اللهَ يَا بُنَيَّ وَلَا يَكُوْنَنَّ اَحَدٌ مِنْ اَصْحَابِكَ بِاَرْغَبَ فِي اْلاَجْرِ وَ الصَّبْرِ فِي الْحَرْبِ وَلَا اَجْرَاَ عَلَى عَدُوّ اْلاِسْلَامِ مِنْكَ. فَقَالَ: اَفْعَلُ اِنْ شَاءَ اللهُ. فَقَاتَلَ يَوْمَئِذٍ قِتَالًا شَدِيْدًا وَ كَانَ مِنْ نَاحِيَةِ اْلقَلْبِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Pada waktu itu Yazid bin Abu Sufyan tetap tegar berperang dengan hebatnya. Yang demikian itu karena ketika ayahnya melewatinya, beliau berpesan kepadanya, "Wahai anakku, hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan bershabar, karena sesungguhnya tidak ada satupun prajurit di medan pertempuran ini kecuali bersungguh-sungguh dalam berperang. Lalu bagaimana dengan dirimu dan orang-orang yang seperti kamu sebagai pemimpin kaum muslimin ? Tentulah orang-orang seperti kamu dituntut untuk lebih bershabar dan setia. Maka bertaqwalah kepada Allah wahai anakku, dan jangan sampai kamu dikalahkan oleh para shahabatmu dalam semangatnya mengejar pahala dan keshabarannya dalam peperangan serta keberaniannya dalam menghadapi musuh Islam ". Mendengar nasehat ayahnya tersebut Yazid berkata, "Aku akan melaksanakannya, insya Allah". Maka karena itulah Yazid berperang dengan hebatnya dalam pertempuran itu, dan ia berada di posisi jantung pasukan. Semoga Allah meridlainya. [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 17]

قَالَ سَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: هَدَأَتِ اْلاَصْوَاتُ يَوْمَ الْيَرْمُوْكِ فَسَمِعْنَا صَوْتًا يَكَادُ يَمْلَأُ الْعَسْكَرَ يَقُوْلُ: يَا نَصْرَ اللهِ اِقْتَرِبْ, اَلثَّبَاتَ اَلثَّبَاتَ يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ. قَالَ: فَنَظَرْنَا فَاِذَا هُوَ اَبُوْ سُفْيَانَ تَحْتَ رَايَةِ ابْنِهِ يَزِيْدَ. وَ اَكْمَلَ خَالِدٌ لَيْلَتَهُ فِي خَيْمَةِ تَذَارِقَ اَخِى هِرَقْلَ وَ هُوَ اَمِيْرُ الرُّوْمِ كُلّهِمْ يَوْمَئِذٍ هَرَبَ فِيْمَنْ هَرَبَ. وَ بَاتَتِ الْخُيُوْلُ تَجُوْلُ نَحْوَ خَيْمَةِ خَالِدٍ يَقْتُلُوْنَ مَنْ مَرَّ بِهِمْ مِنَ الرُّوْمِ حَتَّى اَصْبَحُوْا

Sa'id bin Al-Musayyab berkata dari ayahnya, dia berkata : Kemudian tenanglah suara dalam perang Yarmuk ini, lalu kami mendengar suara yang hampir-hampir terdengar oleh semua pasukan, "Wahai pertolongan Allah, datanglah segera ! Wahai pasukan muslimin, bertahanlah ! Wahai pasukan muslimin, bertahanlah !". Lalu aku lihat, ternyata itu adalah suara Abu Sufyan yang berada di bawah panji putranya, Yazid".

Malam itu Khalid bermalam di kemahnya Tadzariq, saudara Hiraqlius yang menjadi panglima tertinggi pasukan Romawi pada peperangan ini. Tadzariq telah melarikan diri beserta para pasukan Romawi, sementara pasukan berkuda kaum muslimin berkumpul di sekeliling kemah Khalid, dan mereka membunuh pasukan Romawi yang lewat, yang demikian itu berlangsung sampai Shubuh.

وَ قُتِلَ تَذَارِقُ وَ كَانَ لَهُ ثَلَاثُوْنَ سُرَادِقًا وَ ثَلَاثُوْنَ رُوَاقًا مِنْ دِيْبَاجٍ بِمَا فِيْهَا مِنَ اْلفُرْشِ وَ الْحَرِيْرِ. فَلَمَّا كَانَ الصَّبَاحُ حَازُوْا مَا كَانَ هُنَالِكَ مِنَ الْغَنَائِمِ، وَمَا فَرِحُوْا بِمَا وَجَدُوْا بِقَدْرِ حُزْنِهِمْ عَلَى الصّدّيْقِ حِيْنَ اَعْلَمَهُمْ خَالِدٌ بِذٰلِكَ، وَلٰكِنْ عَوَّضَهُمُ اللهُ بِالْفَارُوْقِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ. وَقَالَ خَالِدٌ حِيْنَ عَزَّى الْمُسْلِمِيْنَ فِي الصّدّيْقِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ قَضَى عَلَى اَبِي بَكْرٍ بِالْمَوْتِ وَ كَانَ اَحَبَّ اِلَيَّ مِنْ عُمَرَ، وَ الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ وَلَّي عُمَرَ، وَ كَانَ اَبْغَضَ اِلَيَّ مِنْ اَبِي بَكْرٍ وَ اَلْزَمَنِى حُبَّهُ.

Dan akhirnya Tadzariq terbunuh. Tadzariq memiliki 30 kemah, atapnya terbuat dari sutera, yang di dalam kemah-kemah itu terdapat berbagai kasur empuk dan sutera. Pada pagi harinya pasukan muslimin mengumpulkan harta rampasan perang yang banyak itu. Namun tidak sebanding dengan kesedihan mereka setelah mereka mendengar berita wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq yang disampaikan oleh Khalid bin Walid ketika itu. Tetapi Allah memberi ganti mereka dengan 'Umar Al-Faruq RA.

Khalid bin Walid berkata ketika menghibur kaum muslimin atas wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, "Alhamdu lillah, segala puji bagi Allah yang telah memberi ketentuan atas wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sesungguhnya dirinya lebih aku sukai daripada 'Umar. Dan segala puji bagi Allah yang telah mengangkat 'Umar sebagai penggantinya, sesungguhnya 'Umar tidak lebih aku sukai daripada Abu Bakar, dan akhirnya Allah mewajibkan aku untuk mencintainya". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 17]

وَقَدْ اِتَّبَعَ خَالِدٌ مَنْ اِنْهَزَمَ مِنَ الرُّوْمِ حَتَّى وَصَلَ اِلَى دِمَشْقَ، فَخَرَجَ اِلَيْهِ اَهْلُهَا فَقَالُوْا نَحْنُ عَلَى عَهْدِنَا وَ صُلْحِنَا؟ قَالَ: نَعَمْ. ثُمَّ اِتَّبَعَهُمْ اِلَى ثَنِيَةِ الْعِقَابِ، فَقُتِلَ مِنْهُمْ خَلْقًا كَثِيْرًا، ثُمَّ سَاقَ وَرَاءَهُمْ اِلَى حِمْصَ، فَخَرَجَ اِلَيْهِ اَهْلُهَا فَصَالَحَهُمْ كَمَا صَالَحَ اَهْلُ دِمَشْقَ. وَ بَعَثَ اَبُوْ عُبَيْدَةَ عِيَاضَ بْنَ غَنْمٍ وَرَاءَهُمْ اَيْضًا، فَسَاقَ حَتَّى وَصَلَ مُلْطِيَةَ فَصَالَحَهُ اَهْلُهَا وَ رَجَعَ.

Kemudian Khalid bin Walid dengan pasukannya mengejar pasukan Romawi yang melarikan diri hingga sampai di Damasqus. Maka penduduknya keluar dan berkata, "Apakah kita bisa membuat perjanjian dan perdamaian ?". Khalid menjawab, "Ya, bisa". Kemudian Khalid mengejar pasukan Romawi sampai ke Tsaniyatul 'Iqab, maka banyak dari mereka itu yang terbunuh. Kemudian Khalid membawa pasukannya ke Himsha, maka keluarlah penduduknya menemui Khalid, lalu Khalid membuat perjanjian damai dengan mereka sebagaimana yang dilakukan oleh penduduk Damasqus. Abu 'Ubaidah juga mengutus 'Iyadl bin Ghanmin di belakang mereka, lalu dia membawa pasukannya ke Multhiyah, lalu penduduknya membuat perjanjian damai, kemudian ia kembali.

فَلَمَّا بَلَغَ هِرَقْلَ ذٰلِكَ بَعَثَ اِلَى مُقَاتِلِيْهَا فَحَضَرُوْا بَيْنَ يَدَيْهِ وَ اَمَرَ بِمُلْطِيَةَ، فَحُرِقَتْ وَ انْتَهَتِ الرُّوْمُ مُنْهَزِمَةً اِلَى هِرَقْلَ وَ هُوَ بِحِمْصَ، وَ الْمُسْلِمُوْنَ فِي آثَارِهِمْ يَقْتُلُوْنَ وَيَأْسِرُوْنَ وَيَغْنَمُوْنَ. فَلَمَّا وَصَلَ الْخَبَرُ اِلَى هِرَقْلَ، اِرْتَحَلَ مِنْ حِمْصَ وَجَعَلَهَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَتَرَسَ بِهَا، وَقَالَ هِرَقْلُ: اَمَّا الشَّامُ فَلَاَشْاَمُ، وَ وَيْلٌ لِلرُّوْمِ مِنَ الْمَوْلُوْدِ الْمَشْؤُوْمِ.

Setelah berita peristiwa tersebut sampai ke Hiraqlius, lalu ia mengirim utusan supaya memanggil pasukannya. Setelah mereka datang di hadapan Raja Hiraqlius, lalu Raja Hiraqlius memerintahkan supaya ke Multhiyah, lalu dibakarlah kota itu, lalu pasukan Romawi kembali menghadap Raja Hiraqlius yang pada waktu itu sedang berada di Himsha.

Kemudian pasukan muslimin mengejar di belakang mereka, pasukan muslimin membunuh, menawan dan mengambil harta rampasan perang. Setelah berita itu sampai kepada Raja Hiraqlius, lalu Raja meninggalkan kota Himsha dan menjadikan kota Himsha sebagai perisai atau penghalang antara Raja dengan pasukan muslimin. Dan Raja Hiraqlius berkata, "Adapun negeri Syam, maka sungguh sial, dan celakalah orang-orang Romawi yang dilahirkan dalam kesialan". [Al-Bidaayah wan Nihaayah juz 7, hal. 17]

Wallohul Waliyyut Taufiq Ila Sabilul Huda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar