Translate

Jumat, 09 Februari 2018

Doa Sayyidina 'Ali Bin Abu Tholib

Sayyidina Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu sekaligus sahabat utama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau merupakan orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak. Dalam perjalanan hidupnya, sayyidina Ali bin Abi Thalib terpilih sebagai salah satu menantu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah beliau menolak pinangan Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhuma kepada Fathimah binti Muhammad.

Ali bin Abi Thalib terkenal dengan keberanian dan kecerdasannya. ‘Kunci Ilmu’ disematkan kepadanya untuk ‘Gudang Ilmu’ yang diberikan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maknanya, tiada satu pun ilmu yang berasal dari Nabi Shalllalahu ‘Alaihi wa Sallam kecuali diketahui tafsir dan pembahasannya oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu.

Sebagai bukti atas keberaniannya, anak Abu Thalib ini terpilih sebagai sosok pengganti Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam peristiwa hijrah Nabi ke Madinah al-Munawwarah. Ia diperintah untuk tidur di tempat tidur nabi dengan mengenakan selimut manusia paling mulia ini. Bukan main-main, nyawa menjadi taruhannya.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib juga terdepan dalam jihad. Beliau merupakan salah satu panglima yang digentari oleh lawan. Dalam banyak perang tanding melawan musuh-musuh Allah Ta’ala, suami Fathimah binti Muhammad ini sering kali memenangkan duel. Mengagumkan.

Saat terpilih menjadi Khalifah keempat menggantikan sayyidina Utsman bin Affan Radhiyalahu ‘anhu, kaum Muslimin tengah dilanda fitnah, ujian yang besar. Sampai akhirnya, sayyidina Ali bin Abi Thalib menghadap Allah Ta’ala sebagai syuhada lantaran tikaman musuh-Nya.

Sebagaimana sahabat-sahabat Nabi yang lain, ada begitu banyak kalimat bijak yang lahir dari sayyidina Ali bin Abi Thalib. Salah satunya adalah kalimat yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ini. Dalam taujihnya ini, ada satu amalan kecil yang lebih disukai oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib daripada membebaskan seorang budak. Padahal, membebaskan budak merupakan salah satu amalan agung dalam Islam yang mulia, pahalanya banyak dan berlimpah.

“Mengumpulkan saudara-saudaraku atas satu atau dua piring hidangan untuk memakannya lebih aku sukai daripada pergi ke pasar, lalu memerdekakan hamba sahaya.”

Menjadi berwibawa dan disegani oleh orang lain itu adalah dambaan setiap orang, apalagi dia adalah seorang pemimpin tentu yang diharapkannya adalah semua apa yang dia perintahkan segera dijalankan dan hasilnya memuaskan.  Ketegasan dalam memutuskan sesuatu tak luput juga membutuhkan mental dan performa yang lebih dan itu adalah salah satu manfaat dari Ilmu Kewibaan yang didalamnya terkandung Doa Kewibawaan dan Doa Pengasihan untuk kewibawaan itu sendiri. Kecerdasan sangat brilian yang ada pada diri anda tidak akan berfungsi apa-apa jika anda tidak mempunyai kewibawaan di hadapan banyak orang lain. Maka dari itu Amalan Ilmu Kewibawaan Tingkat Tinggi Dari Sayyidina Ali ra harus anda punyai dan anda amalkan setiap hari agar pancaran kewibawaan yang sebelumnya belum ada bisa terpancar dan menjadi berwibawa. Lantaran dengan amalan tersebut seseorang dapat diakui untuk satu jabatan atau kedudukan yang tinggi.

Cara Mengamalkan Ilmu Kewibawaan Tingkat Tinggi

Anda Telah bekerja dengan keras sepanjang bertahun-tahun dengan semua kesetiaan yang dipunyai tetapi belum juga memperoleh kedudukan yang baik, yaitu satu tanda-tanda bahwa anda tak mempunyai kewibawaan. Amalan Ilmu Kewibawaan Tingkat Tinggi Dari Sayyidina Ali ra dapat membuat seseorang bakal cepat memahami, ingat, serta taat dengan apa yang anda katakan. Amalan ini sangat bagus untuk menaikkan keyakinan diri anda di hadapan orang banyak. Tetapi, hal semacam ini akan tidak bermanfaat untuk orang yang hilang ingatan karena jabatan.
Amalan Ilmu Kewibawaan Tingkat Tinggi Dari Sayyidina Ali ra adalah amalan yang sifatnya putih jadi sebaiknya anda fokuskan dulu untuk menata niat anda yang tulus untuk keberkahan hidup tentunya tambah baik. Seluruhnya usaha yang kita lakukan akan tidak membawa hasil bila kita tak memohonkan pada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam amalan itu ada doa penunduk supaya tiap-tiap orang sebagai bawahan kita menghormati tiap-tiap perintah serta pengucapan anda. Serta doa pengasihan sendiri bakal mempermudah kita bergaul serta orang yang ada di seputar terasa nyaman dengan Anda.

Dengan faedah yang sangat luar biasa dari melakukan amalan ilmu Kewibawaan Tingkat Tinggi dari Sayyidina Ali ra dapat menjadi langkah ihtiar kita dalam mencari jalan keluar dari semua masalah anda. Lebih tepatnya supaya anda dapat memperoleh kedudukan yang sampai saat ini anda idam-idamkan. Bila anda mau mempunyai suatu kewibawaan tingkat tinggi tak mesti dan tak perlu anda lakukan suatu ritual puasa, dan lain-lain. Cukup dibutuhkan tekat yang kuat dan fokus pada niat anda untuk menjadi pribadi yang tangguh serta bertanggungjawab atas apa saja yang anda lakukan. inilah Amalan Ilmu Kewibawaan Tingkat Tinggi Dari Sayyidina Ali ra berikut ini:

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على سيدنا محمد و علي آل سيدنا محمد
اَللَّهُمَّ سَخِّرْلِي اَعْدَآئِي كَمَاسَخَّرْتَ الرِّيْحَ لِسُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُوْدَ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ، وَلَيِّنْهُمْ لِي كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُوْدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَذَلِّلْهُمْ لِي كَمَاذَلَّلْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَاقْهَرْهُمْ لِى كَمَا قَهَرْتَ اَبَاجَهْلٍ لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ بِحَقِّ كهيعص حمعسق صُمُّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَيَرْجِعُوْنَ، صُمُّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ، صُمُّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَيَعْقِلُوْنَ، فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَصَلَى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ بِحُرْمَةِ كهيعص حمعسق وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

“Allohumma sakhkhirli a‘dai kamaa sakh khar tarriha li-Sulaymanabni Dawuda ‘alayhimassalam, wa layyin humli kamaa layyantalhadida liDawuda ‘alayhis salam, wa dzal lil  humli kama dza lal ta Fir`awna li Musa ‘alayhis salam, waq har humli kama qaharta Aba Jahlin li Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa ‘alihi bihaqqi kaf—ha—ya–‘ain–shad. Ha–mim–‘ain—sin–qaf shummun bukmun ‘umyunm fahum la yarji‘uun, shummunm bukmun ‘umyunm fahum la yubshiruun, shummunm  bukmun ‘umyunm fahum la ya‘qiluun, Fasayakfi kahumullahu wa Huwassamii‘ul ‘Aliim wa shallallahu ‘ala khairi khalqihii Muhammadin wa ‘alihi ajma‘iin. Bismillahirrohmanirrohiim bihurmati Kaf—ha–ya–`ain—shad. ha–mim–`ain—sin—qaf. waalaa hawlaa walaa quwwata illaa billahil ‘Aliyyil ‘Azdiim”.

Artinya:
Ya Allah, tundukkan padaku musuh-musuhku sebagaimana Kau tundukkan angin pada Sulaiman bin Dawud as, lunakkan mereka padaku sebagaimana Kau lunakkan besi pada Dawud as, hinakan mereka di hadapanku sebagaimana Kau hinakan Fir’aun di hadapan Musa as, dan kalahkan mereka padaku sebagaimana Kau kalahkan Abu Jahal pada Muhammad saw dengan hak kaf-ha-ya-‘ain-shad ha-mim-‘ain-sin-qaf  mereka tuli, bisu dan buta sehingga mereka tidak akan kembali; mereka tuli, bisu dan buta sehingga mereka tidak akan melihat mereka tuli, bisu dan buta sehingga mereka tidak mampu berpikir, maka Allah melindungi kamu dari mereka, dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepada makhluk yang terbaik Muhammad dan seluruh keluarganya. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dengan kemuliaan kaf-ha-ya-‘ain-shad ha-mim-‘ain-sin-qaf, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Wallohul Waliyyut Taufiq Ila Sabilul Huda

9 komentar: