Translate

Senin, 05 Februari 2018

Sepenggal Sejarah Sesepuh Pondok Somalangu

SUMBERADI merupakan sebuah desa yang cukup tua di Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Nama Sumberadi sendiri muncul pada tahun 1950 pasca tragedi AOI (Angkatan Oemat Islam) berlangsung. Karena nama sebelumnya yakni Somalangu, namun untuk menghilangkan jejak sejarahnya, maka desa ini diganti nama. Semenjak saat itu orang banyak yang tidak tahu mengenai Sumberadi itu daerah mana, dan biasanya masyarakat, khususnya Kebumen lebih akrab menyebut Semlangu dari pada nama Somalangu itu sendiri.

Konon Sumberadi adalah gabungan tiga desa yakni Semlangu Wetan, Semlangu Kulon, dan Kemejing. Dan dikenal dengan beberapa wilayah hingga saat ini, seperti Semlangu Tengah, Wetanan, Sitontong, Mbalong, Ndukuh, Kauman, Jembrang, Kemejing, Plered, Karang Wetan, Bojong, dan wilayah pondok masih bernama Somalangu seperti aslinya. Namun hanya beberapa nama tempat tersebut yang diakui sebagai pedukuhan di data Sensus penduduk Somalangu. Tetapi bagi masyarakat Somalangu nama-nama pedukuhan itu mempunyai asal muasal dan cerita tersendiri secara turun temurun. Menurut masyarakat Somalangu menyebut Sumberadi itu bagaikan Pusatnya Ilmu, sebab dari zaman dahulu sudah terdapat beberapa peradaban kuno, baik pra Islam maupun saat Islam itu datang.

Beberapa bukti Arkeologi tak dapat dibantahkan, karena beberapa peninggalan kuno masih ada sampai saat ini. Diantaranya, Situs Candi Yoni dan Lingga yang masih utuh walau dimakan zaman sejak abad ke-8M. Di situs ini terdapat dua Candi Yoni dengan empat Lingga yang berbeda tempat. Konon cerita lokal masyarakat Somalangu, mengatakan bahwa dahulu masih terdapat belasan reruntuhan candi, namun kini tinggal dua saja yang tersisa. Dan tempat ini dahulu bernama "Alang Alang Wangi" yang dikuasai oleh Resi Pucuk Laras. Namun menurut Versi sejarah Bagelan, tempat ini dikuasai oleh Ki Buyut Somalangu cucu Ki Buyut Salingga, yang konon putri Ki Buyut Somalangu diperistri oleh Raja dari Medang Kawulan, Cikal bakal Kerajaan Mataram Kuno.

Kedua, Di Somalangu terdapat Masjid dan Pondok Pesantren yang usianya sudah 500 tahun lebih. Pondok ini didirikan pada 25 Sya'ban 879H atau 4 Januari 1475M oleh Syaikh As_Sayyid Abdul Kahfi Al-Hasani yang berasal dari Hadramaut, Yaman. Beliau datang ke Pulau Jawa pada masa pemerintahan Prabu Kertawijaya Majapahit dan se-Zaman dengan Walisongo. Beliau baru mendirikan Pondok Somalangu sesudah berdakwah selama 27 tahun di tanah Jawa.

Di Somalangu juga terdapat beberapa maqam para leluhur yang sudah bermukim ratusan tahun dan para Ulama lainnya. Diantaranya ; Maqam Syaikh Abdul Kahfi Al-Awwal, Maqam Syaikh Ibrohim Sitontong, Maqam Mbah Ketayasa, Maqam Syaikh Abdul Kahfi At-Tsani, Maqam Syarifah Ummu Kultsum Abdul Kahfi Tsani, Maqam Syaikh Muhammad Mut'hi Abdul Hayyi, Maqam Syaikh Thoifur Abdurrahman, Maqam Syaikh Muhammad Syafi'i dan lainnya.

Asal muasal nama Somalangu itu sendiri sebenarnya dari titah Raja Demak Raden Fatah kepada Sayyid Abdul Kahfi Al-Hasani atas jasanya membantu menyelesaikan permasalahan pengikut Syaikh Siti Jenar pada saat itu. Kata yang berasal dari bahasa arab "Tsuma'dau" yang berarti silahkan anda menempati. Namun pada masa itu masyarakat Jawa masih awwam dan belum mahir berbahasa arab maka kata Tsuma menjadi Soma dan dau menjadi langu. Dan akhirnya tempat itu dikenal dengan nama Somalangu.

Suasana kini sudah berbeda jauh dari dulu, namun nuansa khasnya masih bisa dirasakan sampai saat ini. Tempat ini menjadi Berkah bagi siapa saja yang memasukinya. Karena kini sudah terdapat banyak Mushola, Yayasan Islam, Pondok Pesantren, dan Sekolah mulai dari SD sampai SMK pun ada banyak. Disetiap setahun dua kali, di bulan Maulud dan Rewah tempat ini bagaikan lautan manusia, sebab banyak orang yang tak terhitung jumlahnya datang untuk Ziarah Waliyullah dan menghadiri acara Khoul maupun Maulid Nabi SAW di dua Pondok Pesantren. Yakni Pondok Al-Kahfi yang diasuh Sayyid 'Afifuddin bin Chanif Al-Hasani generasi ke-16 dari Syaikh Abdul Kahfi. Dan Pondok Al-Falah yang diasuh KH.Musyaffa 'Ali menantu Syaikh Thoifur bin Abdurrohman Al-Hasani, sedangkan Syaikh Abdurrohman adalah salah satu dari Masyayikh Somalangu. Dari acara ini kedua Pondok Pesantren tersebut menjadi Maghnet tersendiri, sebab keduanya sama sama Mursyid Thoriqoh As-Syadziliyyah walaupun berbeda Pondok, namun banyak Jama'ah dari berbagai wilayah Nusantara datang berbondong-bondong ke Somalangu hanya untuk mencari Barokah dan Kebaikan Dunia dan Akhirat

Sekilas Kepemimpinan SOMALANGU Setelah Tragedi AOI

Setelah tragedy AOI, desa Sumberadi dalam keadaan porak poranda. Banyak bangunan terbakar habis.Pondok pesantren dan rumah para kiyainya jadi abu semuanya. Rumah peninggalan Syekh Abd Kafi Tsani yg ditinggali oleh KH Mu'ti . rumah Syekh Abd Rahman yg di tinggali oleh  Hj Ghanimah, anak ketiga dari beliau, rumahnya kangmas Kidul dan kangmas lor (begitu biasa kami memanggil KH Mahfudz dan KH Thaifur). Semua ludes. Hanya ada satu rumah keluarga yg utuh, yaitu rumah Bu Ngakidah bungsu dari Syekh Abd rahman yg tinggal dirumah ayahandanya yang dulu beliau tinggali dengan isterinya yang kedua, dan memang agak jauh dari Masjid/pusat ketegangan)  Masjid sudah ada bagian yg hangus tetapi konon tidak jadi terbakar, mungkin untuk menghindari luka ummat islam seara keseluruhan kalau ada masjid yang terbakar. Rumah kami tinggal tersisa bagian dapur, yg masih ada atapnya ,tapi dinding sebelah baratnya habis terbakar sehingga menjadi terbuka, sementara rumah induk dan tempat perempuan mengaji tinggal puing puing penuh dengan pecahan genting dan kaca saja. Itulah keadaan sekitar tahun 1951, dan sepulang dari pengungsian  kami sementara tinggal di Mulangan, tepatnya di bagian timur dari mulangan yang di sekat dengan beketepe untuk tidur ibu dan 5 anak anak2nya, sementara bagian lainnya mulai dipakai ngaji lagi untuk anak anak perempuan. Setelah dinding bagian barat dari dapur yg terbuka ditutup dgn tabag anyaman bambu selesai, dapur itu kami jadikan rumah tinggal dan Mulangan kembali di  fungsikan sebagai tempat ngaji anak anak perempuan dan juga ibu ibu.

Para kiyai tidak ada yang di tempat. KH Mahfudz  syahid di Gunung Selok, Bapak ditahan di Ambarawa, KH Thaifur , KH Zamahsyari dan Gus Hanif bin KH Mahfudz di tahan di Nusakambangan. Pesantren sudah hancur, masjid sementara di pegang oleh Kaum Ahmad Siraj, (salah seorang santri di akhir zamannya Syekh Abd Kafi dan semasa Syekh Abdurahman). Yang biasa dipanggilnya (Wa Kaum). Hal ini berlangsung hingga sekitar 3 tahun, dan KH Mu'thi yg pertama kali di keluarkan dari tahanan, oleh Kepala Desa diangkat  menjadi Kiyai secara resmi, dan memimpin kegiatan keagamaan di Masjid dan di desa Sumberadi. Sejak saat itu, kembali Sumberadi mempunyai kiyai lagi. Pengangkatan itu sangat wajar dan tidak ada yang protes. Minimal karena dua hal :

Putra putri Syekh Abd Kafi yg masih hidup hanya tinggal dua. Yaitu  KH Mu’thi Abd Hayyi  dan Nyai Dulah Mukri. Nyai Dulah Mukri ( Dewi Maryam) tinggal bersama suaminya di Kebarongan Banyumas. Bapak adalah satu satunya anak laki laki syekh Abd Kafi yang masih hidup dan tinggal di Somalangu.Syekh Abd Rahman yg menggantikan Syekh Abd Kafi Tsani sudah meninggal, dan KH Mahfudz yg menggantikannya juga syahid, sementara Putra laki2 kh mahfudz dan adik adiknya juga tidak ada ditempat, kecuali Bu Ngakidah yg tinggal di Kemejing perempuan, dan Mbah Kumari tinggalnya di Wonoyoso Kebumen.

Oleh karena itu sangat wajarlah kalau kepala desa menetapkan bapak sebagai kiyai yang memegang imamah di masjid Somalangu.

Kepala desa Sumberadi pada waktu itu bernama Sariyo Martoamijoyo  ? menurut satu versi punya kaitan erat dengan Syekh Abd Kafi Awwal sebagai ikal bakan Somalangu.

Pondok Somalangu

KH Thaifur  sepulang dari Nusakambangan, lalu merintis kembali pondok pesantren lama yg telah hancur dengan merehab rumah beliau dan juga merehab pondok yang ada di selatan halaman masjid. Kemudian memperbaiki pula panggung diatas kulah masjid yg konon di kulah masjid itu dulu sebelum menjadi kulah pernah dipergunakan sebagai tempat tinggal Syekh Abd Kafi Awal.

Madrasah diniyah pun dibuka, dengan mempergunakan srambi masjid sebagai tempat belajar, sedang santri banat dibangunkan madrasah di sebelah timur. Pada waktu itu pondok dan madrasah diniyah dibawah asuhan KH Thoifur, sedang imamah masjid dan pengajian tiap jumat dan tiap bulan Ramadhan ada pada kepemimpinan Bapak saya yaitu KH Mu’thy Abd Hayyi yg lebih di kenal dengan sebutan Mbah Ragil, karena beliau adalah bungsu dari Syekh Abd Kafi Tsani.

Hal ini berlangsung hingga KH Mu'ti meninggal bulan Agustus 1966. Selanjutnya karena KH Mu'ti   dulu menerima amanah untuk memegang imamah masjid dari Kepala desa, karena KH Mu'ti telah wafat maka  oleh putra yang tertua, Muhammad faqihuddin ,mewakili keluarga, diserahkanlah imamah masjid  kepada KH Thaifur, karena beliau adalah keturunan Syekh Abd Kafi yg tertua yang masih ada. Sejak saat itulah kepemimpinan masjid dan pondok pesantren berada pada satu tangan yaitu KH Thaifur. Namun seingat saya waktu itu tidak ada nama Pesantren Alkafi ataupun al Kahfi, yg ada adalah pesantren Semlangu, sedang madrasah diniyah yg adapun bukan Al Kahfi/al Kafy tetapi al Iman  dan kemudian Mathla’ul Anwar dibawah kepemimpinan Den Dur ( Abdurahman anak dari Ny Hj Ghanimah binti Syekh Abdrahman). Sedang madrasah kulon yg tidak ber afiliasi dengan pondok pesantren Somalangu, juga punya nama lain.

Demikianlah sedikit tentang Somalangu waktu itu. Kini keadaannya tentu telah berbeda, ada pesantren Al falah, ada Al Kahfi musholla/ langgar pun sudah bertambah pula.

SILSILAH KEPENGASUHAN PONDOK PESANTREN  SOMALANGU, Sumberadi, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia.
1. Sayid As_Syekh Muhammad 'Ishom Al Hasani/Sayid As_Syekh Abdul Kahfi Awwal Al Hasani (1424-1609) Makam di Lemah Lanang, Kebumen.
2. Sayid As_Syekh Muhtarom Al Hasani(1473-1677) Makam di Gabudan, Solo.
3. Sayid As_Syekh Jawahir Al Hasani (1504-1684) Makam di Kudus.
4. Sayid As_Syekh Muhammad Yusuf Al Jawahiri Al Hasani As_Sulasi, Makam di Kudus.
5. Sayid As_Syekh Hasan Al Indis/ Sayid As_Syekh Hayatul Hukmi Al Hasani.
6. Sayid As_Syekh Tajul 'Arifin Abdul Karim Al Jawahiri Al Hasani, Makam diGujarat, India.
7. Sayid As_Syekh Fathurrohman Al Jawahiri Al Hasani, Makam di Somalia.
8. Sayid As_Syekh Misbahus Siraj Al Jawahiri Al Hasani, Makam di Sulawesi.
9. Sayid As_Syekh Muhammad Yusuf Al Jawahiri Al Hasani (1728-1817) Makam di Bulus Pesantren, Kebumen.
10. Sayid As_Syekh Zaenal 'Abidin Al Hasani (1473-1677) Makam di Bulus Pesantren, Kebumen.
11. Sayid As_Syekh Muhammad MarwanAl Hasani (1795-1868) Makam di BulusPesantren, Kebumen.
12. Sayid As_Syekh Ibrahim Mahmud AlHasani/Sayid As_Syekh Abdul Kahfi Atsani (1824-1915) Makam di Lemah Lanang, Kebumen.
13. Sayid As_Syekh Abdurrahman Al Hasani (1855-1938) Makam di Jeddah, Saudi Arabia.
14. Sayid As_Syekh Mahfudz Al Hasani (1901-1950) Makam di Selok, Cilacap.
15. Sayid As_Syekh Thoifur Bin Abdurrahman Al Hasani Wafat Th 1986. Makam di Selatan Pesantren Al-Kahfi.
16. Sayid As_Syekh Chanifuddin Al Hasani (1936 -1983) Makam di Lemah Lanang, Kebumen.
17. KH Musyafa' 'Ali (menantu Syaikh Thoifur dan Pengasuh Ponpes Al-Falah Somalangu). Dan
18. Al Ustadz Sayid 'Afifuddin Chanif Al Hasani (Pengasuh Pesantren Al_Kahfi Somalangu Periode Sekarang)

Sekilas Letak Maqom Auliya' Somalangu

Ziarah di Kebumen, nampaknya tak asing lagi jika berkunjung ke wilayah Somalangu. Karena disinilah pusat peradaban dan penyebaran Agama Islam di Nusantara khususnya wilayah Jawa sejak abad ke-14M. Sejak dahulu disana banyak tokoh-tokoh Mubaligh yang terkemuka belajar Ilmu Agama Islam kepada As-Syaikh Muhammad 'Ishom Al-Hasani atau yang lebih dikenal dengan laqobnya Syaikh Abdul Kahfi, seorang Ulama Besar asal Hadramaut, yang berdakwah di wilayah Jawa sejak zaman Prabu Kertawijaya Majapahit.

Beberapa Maqam para Awliya/Waliyullah serta Ulama Somalangu Kebumen, yang berlokasi dibeberapa tempat di wilayah Somalangu. Seperti di Bukit Lemah Lanang/Ardir Rijal, Maqbarroh Sitontong, Belakang Komplek Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen. Berikut informasinya ;

1.Maqam Syaikh Abdul Kahfi Al-Awwal, berada di Bukit Lemah Lanang bagian utara. Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Somalangu Kebumen. Beliau lahir di Kampung Jamhar, Distrik Syihr, Hadramaut pada tahun 827H atau 1424M. Dari pasangan Syaikh Abdur Rasyid Muqaddas Al-Jamhari Al-Hasani dengan Syarifah Zulaikhah Al-Husaini 'Inath, Yaman. Beliau wafat pada Jum'at 15 Sya'ban 1018H atau 12 November 1609M dalam usia 185 tahun. Jasad beliau yang pertama kali dimakamkan di Bukit Lemah Lanang, Somalangu.

2.Maqam Syaikh Abdul Kahfi Ats-Tsani, berada di Bukit Lemah Lanang sebelah selatan terletak di dalam Cungkup. Beliau adalah putra dari Sayid Muhammad bin Zainal 'Abidin Al-Hasani. Generasi ke-12 dari Syekh Abdul Kahfi Awwal. Beliau lahir pada tahun 1239H atau 1824M. Dan masyhur dilaqobi Syaikh Abdul Kahfi (II) karena memiliki kepribadian dan keilmuan yang mirip dengan Datuknya yang berjuluk Syaikh Abdul Kahfi (I). Beliau wafat pada 1 Jumadil Akhir 1333H atau 17 Maret 1915M. Jasad beliau dimakamkan di Bukit Lemah Lanang, Somalangu.

3.Maqam Sayid Chanifuddin bin Mahfudz Abdurrahman Al-Hasani, berada di Bukit Lemah Lanang bagian Barat. Beliau adalah ayah dari Gus 'Afif pengasuh Pesantren AlKahfi Somalangu saat ini.

4.Maqam Mbah Syaikh Ibrohim, berada di sebelah timur Jalan Syaikh Ibrohim Ratan Tengah atau di Sitontong, Somalangu. Beliau adalah Ulama dan Awliya yang dimuliakan warga masyarakat daerah sekitar Sitontong Somalangu

5.Maqam Syaikh Thoifur bin Abdurrahman Al-Hasani berada di belakang komplek Pesantren AlKahfi Somalangu bagian selatan. Beliau adalah adik dari Syaikh Mahfudz Al-Hasani (Romo Pusat).

Wallohul Waliyyut Taufiq Ila Sabilul Huda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar