Translate

Jumat, 02 Maret 2018

Sebutan Gelar 'Alaihissalam Untuk Ahlulbait Rosululloh SAW

Pernyataan Alaihis Salam (AS) pada Ahlul Bait Rasulullah SAW seringkali mengundang keraguan di sebagian kalangan. Beberapa dari mereka menuduh hal tersebut bid’ah dengan alasan Ghulat atau Pengkultusan yang berlebihan. Kebanyakan dari mereka para Penuduh suka sekali menuduh bahwa orang-orang yang menyebutkan AS pada Ahlul Bait adalah Syiah. Dan seperti biasa lagu sumbang “Syiah Yang Sesat” kembali berkumandang.

Patut disayangkan, tetapi memang begitulah adanya. Keterbatasan Ilmu yang diiringi dengan tabiat suka menuduh membuat Syubhat ini merasuki banyak kaum muslim yang memang tidak terbiasa berkeras untuk tahu.

Penyebutan AS pada Ahlul Bait adalah suatu bentuk penghormatan kepada mereka karena kedudukan mereka yang tinggi yaitu sebagai pedoman bagi Umat Islam seperti yang dinyatakan dalam Hadis Tsaqalain. Mereka Ahlul Bait adalah Pribadi-pribadi luhur yang merupakan Padanan Al Quranul Karim. Pribadi-pribadi yang selalu dalam kebenaran. Pribadi-pribadi yang memiliki keutamaan-keutamaan yang besar. Pribadi-pribadi yang dimuliakan oleh Allah dan RasulNya. Semua ini adalah alasan yang cukup jelas untuk menyandangkan gelar Alaihis Salam kepada mereka Ahlul Bait.

Berikut beberapa di antara teks hadits yang memberikan gelar alaihissalam kepada ahlul bait:

Imam Ali bin Abi Thalib Alaihis Salam

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ حُسَيْنٍ أَنَّ حُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ كَانَتْ لِي شَارِفٌ مِنْ نَصِيبِي مِنْ الْمَغْنَمِ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَانِي شَارِفًا مِنْ الْخُمْسِ فَلَمَّا أَرَدْتُ أَنْ أَبْتَنِيَ بِفَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلَام بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاعَدْتُ رَجُلًا صَوَّاغًا مِنْ بَنِي قَيْنُقَاعَ أَنْ يَرْتَحِلَ مَعِي فَنَأْتِيَ بِإِذْخِرٍ أَرَدْتُ أَنْ أَبِيعَهُ مِنْ الصَّوَّاغِينَ وَأَسْتَعِينَ بِهِ فِي وَلِيمَةِ عُرُسِي

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan yang berkata telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah yang berkata telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Ibnu Syihab yang berkata telah mengabarkan kepadaku Ali bin Husain bahwa Husain bin Ali radiallahuanhuma mengabarkan kepadanya bahwa Ali Alaihis Salam berkata Aku memiliki seekor unta yang kudapat dari ghanimah dan Rasulullah memberikan unta kepadaku dari bagian khumus (seperlima). Ketika aku ingin menikahi Fathimah Alaihas Salam binti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam aku menyuruh seorang laki-laki pembuat perhiasan dari bani Qainuqa’ untuk pergi bersamaku maka kami datang dengan membawa wangi-wangian dari daun idzkhir, aku jual yang hasilnya kugunakan untuk pernikahanku.

[Shahih Bukhari 3/60 no 2089].

Sayyida Fathimah Alaihas Salam

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاجِدٌ وَحَوْلَهُ نَاسٌ مِنْ قُرَيْشٍ جَاءَ عُقْبَةُ بْنُ أَبِي مُعَيْطٍ بِسَلَى جَزُورٍ فَقَذَفَهُ عَلَى ظَهْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَرْفَعْ رَأْسَهُ فَجَاءَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلَام فَأَخَذَتْهُ مِنْ ظَهْرِهِ وَدَعَتْ عَلَى مَنْ صَنَعَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ عَلَيْكَ الْمَلَأَ مِنْ قُرَيْشٍ أَبَا جَهْلِ بْنَ هِشَامٍ وَعُتْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ وَشَيْبَةَ بْنَ رَبِيعَةَ وَأُمَيَّةَ بْنَ خَلَفٍ أَوْ أُبَيَّ بْنَ خَلَفٍ شُعْبَةُ الشَّاكُّ فَرَأَيْتُهُمْ قُتِلُوا يَوْمَ بَدْرٍ فَأُلْقُوا فِي بِئْرٍ غَيْرَ أُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ أَوْ أُبَيٍّ تَقَطَّعَتْ أَوْصَالُهُ فَلَمْ يُلْقَ فِي الْبِئْرِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar yang berkata telah menceritakan kepada kami Ghundar yang berkata telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Amru bin Maimun dari Abdullah RA yang berkata ketika Nabi SAW sedang sujud disekeliling Beliau ada orang-orang Quraisy kemudian Uqbah bin Abi Mu’aith datang dengan membawa isi perut hewan dan meletakkannya di punggung Nabi SAW. Beliau tidak mengangkat kepala Beliau sampai akhirnya Fathimah Alaihas Salam datang dan membuangnya dari punggung Beliau dan memanggil orang yang melakukan perbuatan tersebut. Nabi SAW berkata “ya Allah aku serahkan para pembesar Quraisy kepadamu Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Umayah bin Khalaf atau Ubay bin Khalaf”. Dan sungguh aku melihat mereka terbunuh dalam perang Badar. Kemudian mereka dibuang ke sumur kecuali Umayyah atau Ubay karena dia seorang yang badannya besar ketika badannya diseret anggota badannya terputus-putus sebelum dimasukkan kedalam sumur.

[Shahih Bukhari 5/45 no 3854]

Sebutan Alaihas Salam kepada Sayyidah Fathimah dapat ditemukan di banyak tempat dalam Shahih Bukhari bahkan Bukhari sendiri membuat judul khusus dengan kata-kata:

مناقب قرابة رسول الله صلى الله عليه وسلم، ومنقبة فاطمة عليها السلام بنت النبي صلى الله عليه وسلم

Keutamaan Kerabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Was Salam dan Keutamaan Fathimah Alaihas Salam binti Nabi Shallallahu Alaihi Was Salam

[Shahih Bukhari 5/20 kitab Al Manaqib]

باب مناقب فاطمة عليها السلام

Bab ; Keutamaan Fathimah Alaihas Salam

[Shahih Bukhari 5/29 kitab Al Manaqib]

Imam Hasan bin Ali Alaihis Salam

حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جُحَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ عَلَيْهِمَا السَّلَام يُشْبِهُهُ قُلْتُ لِأَبِي جُحَيْفَةَ صِفْهُ لِي قَالَ كَانَ أَبْيَضَ قَدْ شَمِطَ وَأَمَرَ لَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثَ عَشْرَةَ قَلُوصًا قَالَ فَقُبِضَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ نَقْبِضَهَا

Telah menceritakan kepadaku Amru bin Ali yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail yang berkata telah menceritakan kepada kami Ismail bin Abi Khalid yang berkata aku mendengar Abu Juhaifah RA berkata “Aku melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan Hasan bin Ali Alaihimas Salam sangat mirip dengan Beliau”. Aku [Ismail] bertanya kepada Abu Juhaifah “Ceritakan sifat Beliau kepadaku?”. Abu Juhaifah berkata “Beliau berkulit putih, rambut Beliau sudah beruban dan Beliau pernah memerintahkan untuk memberi 13 anak unta kepada kami”. Ia kemudian berkata “Nabi SAW wafat sementara kami belum sempat mengambil pemberian Beliau tersebut”.

[Shahih Bukhari 4/187 no 3544]

Husain bin Ali Alaihis Salam

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ أَنَّ حُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ عَلَيْهِمَا السَّلَام أَخْبَرَهُ أَنَّ عَلِيًّا قَالَ كَانَتْ لِي شَارِفٌ مِنْ نَصِيبِي مِنْ الْمَغْنَمِ يَوْمَ بَدْرٍ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَانِي شَارِفًا مِنْ الْخُمُسِ

"Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan yang berkata telah mengabarkan kepada kami Abdullah yang berkata telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhri yang berkata telah mengabarkan kepadaku Ali bin Husain bahwa Husain bin Ali Alaihimas Salam mengabarkan kepadanya bahwa Ali berkata “Aku memiliki seekor unta yang kudapat dari bagian ghanimah dalam perang badar dan Nabi SAW memberiku unta dari bagian khumus (seperlima)…"
[Shahih Bukhari 4/78 no 3091]

Banyak orang mempertanyakan kebenaran penyebutan gelar ‘Alaihimussalam’ setelah nama-nama Ahlulbait Nabi ﷺ. Sebagian dari mereka menyangka bahwa hal itu adalah perbuatan orang-orang Syiah, bukan Ahlussunnah.

Pertama

Dalam berbagai buku rujukan hadits utama Ahlussunnah disebutkan berulangkali kata ‘As-salam’ atas tokoh-tokoh Ahlulbait Nabi ﷺ, bahkan adakalanya dirangkaikan dengan kata ‘was-shalatu ‘alaihim’.

Contohnya dalam kitab Shahih Al-Bukhari:

1. Kitab Kusuf, Bab Tahridh Al-Nabi ﷺ ‘ala Shalat Al-Layl wa Al-Nawafil min ghairi Ijabi, wa Tharaqa Al-Nabiyy ﷺ Fathimata wa ‘Aliyyan ‘alaihimassalam (salam atas keduanya).

2. Kitab Al-Hibah, Bab Idza wahaba daynan ‘ala rajulin, Syu’bah berkata dari Al-Hakam, bahwa hal itu diperbolehkan sebagaimana Al-Hasan bin Ali ‘alaihimassalam (salam atas keduanya) memberikan hutang kepada seseorang.

3. Kitab Jihad wa Al-Sayr, Sahl r.a ditanya tentang luka Nabi ﷺ pada peristiwa perang Uhud, ia menjawab, “Maka Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) membersihkan darah beliau Saw.

4. Bab Fardh Al-Khumus, Al-Zuhri berkata, Ali bin Al-Husein menceritakan kepadaku bahwa Husein bin Ali ‘alaihimassalam (salam atas keduanya) menceritakan bahwa Ali berkata, “Aku memperoleh bagian dari rampasan perang Badar.”

5. Bab Du’a Al-Nabiyy Saw, bahwa Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) putri Rasulullah ﷺ meminta bagian warisan dari Rasulullah Saw kepada Abu Bakar As-Shiddiq r.a setelah Rasulullah ﷺ wafat…

6. Bab Du’a Al-Nabiyy Saw, bahwa Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) mengeluhkan…

7. Bab Du’a Al-Nabiyy Saw, sehingga Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) datang dan mengambil dari punggung beliau…

8. Bab Shifat Al-Nabiyy ﷺ, “Aku melihat Nabi ﷺ dan Al-Hasan bin Ali ‘alaihimassalam (salam atas keduanya) sangat mirip dengan beliau.”

9. Bab Manaqib Al-Muhajirin, Ali menyampaikan kepadaku bahwa Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) mengeluhkan bekas lukanya akibat penggiling gandum.

10. Bab Manaqib Qarabah Rasulullah ﷺ wa Manqibah Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya), bahwa Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) menuliskan surat kepada Abu Bakar…

11. Bab Qisshah Ghazwah Badr, bahwa Ali berkata… ketika aku ingin memberikannya kepada Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya)…

12. Bab Ghazwah Uhud, Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) putri Rasulullah ﷺ membersihkannya.

13. Bab ‘Umrah Al-Qadha’, dan berkata kepada Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya)…

14. Bab Maradh Al-Nabiyy ﷺ, Nabi Saw memanggil Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) ketika beliau sakit menjelang wafat.

15. Bab Maradh Al-Nabiyy ﷺ, ketika beliau akan dikebumikan, Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) berkata, “Wahai Anas, apakah engkau tega menyegerakan penguburan Rasulullah ﷺ?

16. Bab Surah Al-Dzariyat,  Ali ‘alaihissalam (salam atasnya) berkata, “Al-Dzariyat…”

17. Ali bin Al-Husein ‘alaihimassalam (salam atas keduanya) berkata…

18. Kitab Al-Dzaba’ih wa Al-Shaid, Al-Hasan ‘alaihissalam (salam atasnya) naik ke atas pelana yang terbuat dari kulit berang-berang.

19. Kitab Al-Thibb, ketika Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) melihat darah, maka ia menambahkan air.

20. Kitab Al-Adab, Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) berkata, “Rasulullah ﷺ memberi isyarat kepadaku, maka aku tertawa…”

21. Kitab Al-Adab, ‘Uday bin Tsabit berkata, “Aku mendengar Al-Barra’  berkata, ‘Ketika Ibrahim ‘alaihissalam (putra Rasulullah dari Mariah Al-Qibthiyyah)wafat, Rasulullah ﷺ berkata,…

22. Kitab Al-Isti’dzan, Rasulullah ﷺ mengunjungi rumah Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) dan Ali tidak ada di dalamnya.

23. Kitab Al-Isti’dzan, Masruq diceritakan oleh Aisyah ummul mukminin r.a, “Suatu kali kami para istri Nabi berada di sisi beliau, maka Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) datang.

24. Kitab Al-I’tisham bil Kitab wa Al-Sunnah, dan Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) putri Rasulullah ﷺ.

25. Kitab Al-Da’awat, Ali menyampaikan bahwa Fathimah ‘alaihassalam (salam atasnya) mengeluhkan bekas luka di tangannya akibat penggiling gandum.

26. Kitab Al-Tauhid, Ali bin Al-Husein berkata bahwa Husein bin Ali ‘alaihimassalam (salam atas keduanya) menyampaikan kepadanya.

Contoh dari kitab-kitab hadis lainnya:

Musnad Ahmad, jilid II, Rasulullah ﷺ bersabda pada perang Khaibar, “Niscaya aku berikan panji kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan Allah akan membuka kepadanya. Umar pun berkata, ‘Aku tidaklah mencintai kedudukan sebelum hari itu, dan aku berangan-angan mendapatkan kehormatan dengan memperolehnya. Ketika hari esok tiba, beliau memanggil Ali ‘alaihissalam (salam atasnya) dan memberikan panji kepadanya dan bersabda, “Berperanglah tanpa menoleh sehingga engkau membuka (gerbang Khaibar-).

Shahih Muslim, Kitab Fadhail Al-Shahabah, Bab Fadhilah Fathimah binti Nabi ‘alaihassalam (salam atasnya).

Sunan Abu Dawud, Kitab Al-Shalah, Bab Al-Rajul yushalli ‘aqishan sya’rahu, Al-Hasan bin Ali menceritakan kepada kami, … bahwasanya beliau melihat Abu Rafi’ pembantu Rasulullah Saw melewati Hasan bin Ali ‘alaihimassalam (salam atas keduanya) yang sedang shalat …

Kedua

Perbedaan pendapat di antara orang-orang berilmu adalah seputar penyebutan kata ‘Ash-Shalat’ bukan pada ‘As-Salam’ kepada selain para Nabi secara terpisah. Menurut Imam Malik dan Syafi’i dianjurkan menyertakan Ash-Shalat dan As-Salam atas para Nabi. Sementara Imam Ahmad bin Hanbal membolehkan penyebutan terpisah atas selain para Nabi.

Dalil yang membolehkan hal itu adalah firman Allah ﷻ, ‘Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, yang dengan zakat itu kamu dapat membersihkan dan mensucikan harta mereka. Dan berdoalah untuk mereka (wa shalli ‘alaihim), karena doamu akan membuat tenang jiwa mereka. Sesungguhnya Allah ﷻ Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. (QS. Al-Taubah [9]: 103). dan hadis Nabi, “Ya Allah ﷻ anugerahkanlah shalat atas keluarga Abu Awfa” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Imam Bukhari membuat sebuah bab dengan nama, “Bab Shalat Al-Imam wa Du’auhu lishahibi Ash-Shadaqah.”… Dari Jabir bin Abdullah bahwa seorang wanita berkata kepada Nabi ﷺ, “Shalli ‘alayya wa ‘ala Zauji (doakanlah aku dan suamiku). Maka Rasulullah menjawab,“Shalla Allahu ‘alaika wa ‘ala Zaujik (semoga Allah menganugerahkanmu dan suamimu) (Riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Ketiga

Sebagian ahli hadis menjadikan salam atas sahabat selain Ahlulbait juga, di antaranya:

1. Sunan Ma’tsurah lil Imam Al-Syafi’i, “Hanya saja tidak diketahui bahwa Umar ‘alaihissalam.

2. Kitab Al-Aahad wa Al-Matsani, Ibn Abi ‘Ashim, “Ibnu Umar berkata, Umar ‘alaihissalam (salam atasnya) wafat.

3. Sunan Ad-Daruquthni, dari Asy-Sya’bi, Aku mendengar Umar ‘alaihissalam (salam atasnya) berkata.

4. Fadhail Ash-Shahabah, Ad-Daruquthni, “Dari Sya’bi, Ali ‘alaihissalam (salam atasnya) berkata.

Terakhir

Jelas sudah bahwa persoalan yang menyebar luas ini tidak lagi mengandung perseteruan, perbedaan dan penolakan lagi.

Saudara-saudara Muslim yang suka berkomentar sebaiknya tidak bersikap terburu-buru mengingkari adanya penyebutan salam atas Ahlulbait sebelum menyelidiki lebih jauh, berhati-hati dan bertanya kepada orang-orang berilmu jika memang mereka bukan ahli di bidangnya. Sesungguhnya banyak orang berangan-angan memiliki ilmu dan ahli di bidangnya, namun terjerumus dalam memberikan pendapat/fatwa tanpa didasari keahliannya. Mereka ini begitu mudahnya memberikan tuduhan tanpa dasar. Hanya Allah ﷻ tempat memohon pertolongan.

Selain itu, sebaiknya kita tidak menganggap setiap orang yang mengagungkan, mencintai dan memberikan pujian terbaik yang ditujukan secara khusus atas Ahlulbait Nabi ﷺ sebagai orang Syiah saja dan seolah-olah kecintaan kepada Ahlulbait Nabi ﷺ hanya milik Syiah dan Ahlussunnah tidak termasuk di dalamnya. Kita berlindung kepada Allah dari pernyataan demikian.

Wallohul Waliyyut Taufiq Ila Sabilul Huda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar