Translate

Kamis, 29 Oktober 2015

Gunung Kerinci Yang Penuh Legenda

Gunung Kerinci ‎merupakan suatu gunung tertinggi di pulau ‎Sumatra yang lebih kurang tingginya 3805 m. yang terletak di ds. kersik tua kab. kerinci J‎ambi. daerahnya sangat dingin karena ‎berada di ketinggian 1500 DPL. dan konon ‎katanya di G kerinci tersebut mempunyai ‎anak gunung yang namanya Gunung Ayam ‎yang terkenal sangat angker dan misteri, dan d‎i ‎sekitar gunung tsb. terhampar perkebunan t‎eh yang sangat luas yang menambah k‎eindahan dibalik kekeramatan yang a‎khirnya sangat menjadi perhatian dan ‎mengundang masarakat di seluruh plosok ‎penjuru.

Gunung Ayam salah satu gunung yang letaknya di kaki gunung Kerinci yang mempunyai tingkat misteri yang sangat kuat ada kaitanya dengan gunung kerinci, dimana dihamparan gunung tsb. banyak berserakan telur ayam namun tak satu pun orang berani mengambilnya. karena sangat-amat keramatnya sehingga apabila diambil akan berakibat fatal bagi yang menambilnya.
Keunikan dan keanehan yang perna terjadi di daerah tersebut antara lain , pada suatu hari skelompok orang pekerja pemetik teh hilang satu group kurang lebih 20 orang hingga sampai sekarang tidak pernah diketemukan, dan anenya lagi sampe saat ini apabila jam 10 pagi di gunung tsb. terdengar suara pluit seakan-akan tiba waktunya untuk menimbang teh hasail petikanya padahal di gunung ayam sangat jauh jaraknya dari perkebunan, adapun yang lainya apabila orang mengambil telur-telur yang ada maka orang tsb. tidak akan bisa pulang dan terus keliling dan keliling tidak kan akan menemukan jalan pulang.‎

Kerinci menjadi gunung di Pulau Sumatra yang ingin ditaklukan oleh pendaki sejati. Biarpun sudah berpengalaman menaklukan gunung-gunung di di tanah Jawa, namun mereka yang benar-benar suka tantangan pasti akan membidik Gunung Kerinci karena trek dan energi yang dikeluarkan harus dipertimbangkan secara matang. Biar tahu lebih banyak tentang Kerinci di Propinsi Jambi.

Sejarah Kerinci di Tanah Sumatra

Keberadaan Taman Nasional Sumatra di sekitar Kerinci selalu dikait-kaitkan dengan manusia pendek dengan ciri-ciri tinggi kurang dari 140 cm, tubuh berbulu, berjalan tegak, wajah kelihatan sudah tua dan selalu membawa tombak. Legenda ini sudah muncul sejak ratusan tahun yang lalu dan masih menjadi misteri hingga kini.

Berbagai penelitian pun dilakukan oleh saintis dunia. Bahkan National Geographicmenerjunkan langsung ilmuwan mereka ke tengah-tengah Taman Nasional Kerinci Seblat untuk mencari tahu lebih banyak lagi tentang makhluk misterius tersebut. Namun hingga sekarang hasilnya masih nihil karena jejak manusia pendek tidak pernah terdeteksi.‎‎

Ekplorasi Kerinci Untuk Petualang Sejati

Sebagai salah satu gunung tertinggi di Sumatra, tentu membuat pendaki lokal dan mancanegara tertarik untuk menaklukannya. Dengan tinggi sekitar 3.805 meter di atas permukaan laut, ini membuat perencanaan harus dilakukan dengan matang, seperti memperkirakan faktor cuaca, perbekalan, peta, dan pemandu berpengalaman. Travelers, biar acara memanjat Kerinci sukses dengan tubuh fresh, kalian bisa beristirahat di penginapan yang ada di kaki gunung.

Untuk bisa sampai ke puncak, tiap pendaki harus melewati beberapa pos dan shelter dengan ketinggian yang berbeda-beda. Mulai dari Pintu Rimba (1800 mdpl) – Pos 1 (1900 mdpl) – Pos 2 (2000 mdpl) – Pos 3 (2250 mdpl) – Shelter 1 (2500 mdpl) – Shelter 2 (2950 mdpl) – Shelter 3 (3200 mdpl) – dan Puncak Kerinci (3805 mdpl). Rentang waktu yang diperlukan untuk tiba di masing-masing pos dan shelter pun cukup bervariasi, mulai dari 30 menit hingga 4 jam tergantung dari kecepatan para pendaki.

Rasa lelah dan keringat yang mengucur untuk bisa sampai ke puncak Kerinci akan terbayar dengan view eksotis dari kota Jambi, Bengkulu dan Padang. Bahkan kalau cuaca lagi cerah, Samudera Hindia bisa dilihat dari ketinggian. Nikmati juga kawah Gunung Kerinci berukuran raksasa, yaitu 120 x 400 meter dengan air berwarna kehijauan. Alihkan pandangan lagi ke sebelah timur karena disana terdapat Danau Bento, yaitu rawa tertinggi di Sumatra yang memiliki air jernih.

Jika kamu memegang kamera, putar lagi kebelakang karena disana terdapat Gunung Tujuh yang mempunyai kawah perawan yang sangat indah. Hampir semua pendaki yang akhirnya berhasil sampai di puncak Kerinci speachless dan hanya bisa terpukau dengan lukisan alam yang terhampar di hadapan mereka. Ya, memang sangat menyenangkan bisa berdiri di puncak gunung tertinggi di Sumatra. Rasanya puas sekali.

Udara yang segar, panorama menakjubkan, awan yang tergantung di langit, serta viewkhas pegunungan yang berwarna hijau membuat mereka yang berhasil mencapai puncak hanya sanggup memuji kebesaran Tuhan. Tapi kalian tidak bisa berlama-lama ada di puncak karena kamu disarankan segera turun sebelum jam 10.00. Kenapa? Karena biasanya awan akan terbang rendah sehingga kalau terlambat, kalian bisa tersesat karena trek untuk turun menjadi sulit ditemukan.

Kalau pengin mengeksplorasi Kerinci lebih banyak, sediakan waktu juga untuk datang ke Gunung Tujuh. Tempatnya bersebelahan kok jadi kalian akan punya koleksi foto lebih banyak. Oh ya, Taman Nasional Kerinci Seblat juga menjadi spot untuk penelitian lho. Di tempat ini banyak hidup flora dan fauna yang menjadi binatang khas Sumatra, seperti badak sumatra, harimau sumatra, tapir, kuskus, macan tutul, siamang, dan gibbon. Karena keragaman hayati yang dimiliki, tak jarang banyak spesies yang ditemukan disana.

Dapat mencapai puncak dan sekaligus mengagumi lukisan alam yang sempurna ini pasti meninggalkan memori indah buat para pendaki. Selamat berpetualang!!!


Legenda Naga Raksasa 

Gunung Kerinci menyimpan legenda unik tentang naga raksasa. Di kisahkan pada jaman dahulu di kaki gunung kerinci hiduplah dua saudara kembar, Calupat dan Calungga. Keduanya sudah tidak berayah dan beribu lagi. Dua yatim piatu ini memiliki pusaka buah delima dan batu putih peninggalan orang tuanya.
 
Suatu hari Calungga pergi berburu seorang diri. Dalam perburuanya itu, ia menemukan sebutir telur raksasa. Telur itu kemudian dibawanya pulang sekaligus ingin diperlihatkan kepada sang adik Calupat.
 
Namun, sebelum sampai dirumah, Calungga berubah pikiran. Calungga memutuskan untuk memakan telur itu. Setelah menyantap telur raksasa, Calungga merasa kehausan. Tapi anehnya rasa dahaga Calungga tidak pernah hilang meski dia telah mengeringkan air sungai yang mengalir di kaki Gunung Kerinci.
Dalam waktu bersamaan tubuh Calungga lambat laun berubah wujud. Tubuhnya memanjang dan memiliki sisik-sisik emas sebesar nyiru atau tampah. Calungga berubah menjadi seekor naga raksasa dengan batu mustika merah delima di kepalanya.
 
Calungga yang sudah berubah wujud menjadi naga raksasa menjadi sakti. Hanya dengan sekali putaran tubuhnya, lembah di kaki Gunung Kerinci menjadi sebuah danau yang dikenal Danau Bento.
 
Calupat, Sang adik rupanya tidak mampu hidup seorang diri. Ia pun meminta Naga Calungga mengantarkan ke perkampungan penduduk di sebelah timur matahari terbit. Tujuanya agar ia dapat hidup berdampingan dengan penduduk.
 
Dengan hanya sekali tiup, terbentuklah sebuah sungai. Sungai itu dinamakan Muara Angin atau sungai Batang Merangin. Kemudian air sungai tersebut menyusut saat Naga Calungga berjalan ke timur, seperti permintaan adiknya, Calupat.
 
Bekas aliran sungai itu menjadi Danau Kerinci. Sesampainya di perkampungan yang dituju, Calupat duduk di atas kepala Naga Calungga. Maka penduduk menobatkan Calupat sebagai raja bergelar Sang Hyang Jaya Naga.

Legenda Orang Pendek

Makhluk itu konon memiliki kaki terbalik, telapak kakinya menghadap ke belakang. Meski demikian, ia mampu bergerak lincah di antara lebatnya hutan. Tinggi tubuhnya hanya sekitar satu meter. Sekujur tubuhnya ditutupi bulu pendek. Beberapa kesaksian lain memberi detail tambahan tentang sosok itu tengah menenteng sebatang tombak kayu dengan tangan yang terlihat kekar.
Itulah sosok ”orang pendek” yang kerap digambarkan sejumlah penduduk di sekitar kawasan hutan Danau Gunung Tujuh dan Gunung Kerinci yang masuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi. ”Ayah saya dulu pawang Gunung Tujuh, ia pernah cerita ketemu ’orang pendek’. Banyak orang lain yang juga ketemu,” kata Ali Akbar (70), warga Air Jernih, Gunung Tujuh.

Tak semua penduduk lokal percaya dengan cerita ini. Sebagian menganggapnya hanya sekadar dongeng. Warga di sekitar Kerinci terbelah antara percaya dan tidak terhadap keberadaan makhluk ini. Mereka juga berdebat apakah makhluk itu sebenarnya binatang sejenis monyet atau manusia.

Orang Pendek adalah misteri sejarah alam terbesar di Asia; ahli binatang telah mendaftarkan laporan penampakan kera misterius di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, Propinsi Jambi, lebih dari 150 tahun lalu. Sampai hari ini, mahluk yang di Kerinci dikenal sebagai “uhang pandak”, tetapi juga karena variasi yang membingungkan dari nama dialek setempat, sampai sekarang masih belum teridentifikasi oleh ilmuwan.

Orang pendek ialah nama yang diberikan kepada seekor binatang (manusia?) yang sudah dilihat banyak orang selama ratusan tahun yang kerap muncul di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi. Walaupun tak sedikit orang yang pernah melihatnya, keberadaan orang pendek hingga sekarang masih merupakan teka-teki. Tidak ada seorangpun yang tahu, sebenarnya makhluk jenis apakah yang sering disebut sebagai orang pendek itu.

Tidak pernah ada laporan yang mengabarkan bahwa seseorang pernah menangkap atau bahkan menemukan jasad makhluk ini, namun hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya laporan dari beberapa orang yang mengatakan pernah melihat makhluk tersebut. Sekedar informasi, Orang pendek ini masuk kedalam salah satu studi Cryptozoology.

Ekspediasi pencarian Orang Pendek sudah beberapa kali di lakukan di Kawasan Kerinci, Salah satunya adalah ekspedisi yang didanai oleh National Geographic Society. National Geographic sangat tertarik mengenai legenda Orang Pendek di Kerinci, Jambi, beberapa peneliti telah mereka kirimkan kesana untuk melakukan penelitian mengenai makhluk tersebut.‎

Adapun cerita mengenai orang pendek pertama kali ditemukan dalam catatan penjelajah Marco Polo tahun 1292, saat ia bertualang ke Asia. Walau diyakini keberadaannya oleh penduduk setempat, makhluk ini dipandang hanya sebagai mitos oleh para ilmuwan, seperti halnya yeti di Himalaya dan monster Loch Ness Inggris Raya.

Sejauh ini, para saksi yang mengaku pernah melihat Orang Pendek menggambarkan tubuh fisiknya sebagai makhluk yang berjalan tegap (berjalan dengan dua kaki) tinggi sekitar satu meter (diantara 85 cm hingga 130 cm) dan memiliki banyak bulu diseluruh badan. Bahkan tak sedikit pula yang menggambarkannya dengan membawa berbagai macam peralatan berburu, seperti semacam tombak.

Legenda Mengenai Orang Pendek sudah secara turun temurun dikisahkan di dalam kebudayaan masyarakat Suku anak dalam. Mungkin bisa dibilang, Suku Anak Dalam sudah terlalu lama berbagi tempat dengan para Orang Pendek di kawasan tersebut. Walaupun demikian, jalinan sosial diantara mereka tidak pernah ada. Sejak dahulu Suku Anak Dalam bahkan tidak pernah menjalin kontak langsung dengan makhluk-makhluk ini, mereka memang sering terlihat, namun tak pernah sekalipun warga dari suku anak dalam dapat mendekatinya.

Ada suatu kisah mengenai keputusasaan para Suku Anak Dalam yang mencoba mencari tahu identitas dari makhluk-makhluk ini, mereka hendak menangkapnya namun selalu gagal. Pencarian lokasi dimana mereka membangun komunitas mereka di kawasan Taman Nasional juga pernah dilakukan, namun juga tidak pernah ditemukan.

Awal tahun 1900-an, dimana saat itu Indonesia masih merupakan jajahan Belanda, tak sedikit pula laporan datang dari para WNA. Namun yang paling terkenal adalah Kesaksian Mr. Van Heerwarden di tahun 1923. Mr. Van Heerwarden adalah seorang zoologiest, dan disekitar tahun itu ia sedang melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Pada suatu catatan kisahnya, ia menuliskan mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk gelap dengan banyak bulu di badan. Tinggi tubuh mereka ia gambarkan setinggi anak kecil berusia 3-4 tahun, namun dengan bentuk wajah yang lebih tua dan dengan rambut hitam sebahu. Mr. Heerwarden sadar mereka bukan sejenis siamang maupun perimata lainnya. Ia tahu makhluk-makhluk itu menyadari keberadaan dirinya saat itu, sehingga mereka berlari menghindar. Satu hal yang membuat Mr. Heerwarden tak habis pikir, semua makhluk itu memiliki persenjataan berbentuk tombak dan mereka berjalan tegak. Semenjak itu, Mr. Heerwarden terus berusaha mencari tahu makhluk tersebut, namun usahanya selalu tidak berbuah hasil.

Sumber-sumber dari para saksi memang sangat dibutuhkan bagi para peneliti yang didanai oleh National Gographic Society untuk mencari tahu keberadaan Orang Pendek. Dua orang peneliti dari Inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden sudah lama mengabadikan dirinya untuk terus menerus melakukan ekspedisi terhadap eksistensi Orang Pendek. Namun, sejak pertama kali mereka datang ke Taman Nasional Kerinci di tahun 1990, sejauh ini hasil yang didapat masih jauh dari kata memuaskan.

Lain dengan peneliti lainnya, Debbie dan Jeremy datang ke Indonesia dengan dibiayai oleh Organisasi Flora dan Fauna Internasional ( http://fauna-flora.org). Dalam ekspedisi yang dinamakan “Project Orang Pendek” ini, mereka terlibat penelitian panjang disana. Secara sistematik, usaha-usaha yang mereka lakukan dalam ekspedisi ini antara lain adalah pengumpulan informasi dari beberapa saksi mata untuk mengetahui lokasi-lokasi di mana mereka sering dikabarkan muncul. Kemudian ada metode menjebak pada suatu tempat dimana disana terdapat beberapa kamera yang selalu siap untuk menangkap aktivitas mereka. Rasa putus asa dan frustasi selalu menghinggap di diri mereka ketika hasil ekspedisi selama ini belum mendapat hasil yang memuaskan.

Beberapa pakar Cryptozoology mengatakan bahwa Orang Pendek mungkin memiliki hubungan yang hilang dengan manusia. Apakah mereka merupakan sisa-sisa dari genus Australopithecus?

Banyak Paleontologiest mengatakan bahwa jika anggota Australopithecus masih ada yang bertahan hidup hingga hari ini, maka mereka lebih suka digambarkan sebagai seekor siamang. Pertanyaan mengenai identitas Orang Pendek yang banyak dikaitkan dengan genus Australopitechus ini sedikit pudar dengan ditemukannya fosil dari beberapa spesies manusia kerdil di Flores beberapa waktu yang lalu.

Fosil manusia-manusia kerdil “Hobbit” berjalan tegak inilah yang kemudian disebut sebagai Homo Floresiensis. Ciri-ciri fisik spesies ini sangat mirip dengan penggambaran mengenai Orang Pendek, dimana mereka memiliki tinggi badan tidak lebih dari satu seperempat meter, berjalan tegak dengan dua kaki dan telah dapat mengembangkan perkakas/alat berburu sederhana serta telah mampu menciptakan api. Homo Floresiensis diperkirakan hidup diantara 35000 – 18000 tahun yang lalu.

Apakah Orang Pendek benar-benar merupakan sisa-sisa dari Homo Floresiensis yang masih dapat bertahan hidup? Secara jujur, para peneliti belum dapat menjawabnya. Peneliti mengetahui bahwa setiap saksi mata yang berhasil mereka temui mengatakan lebih mempercayai Orang Pendek sebagai seekor binatang. Debbie Martyr dan Jeremy Holden, juga mempertahankan pendapat mereka bahwa Orang Pendek adalah seekor siamang luar biasa dan bukan hominid.‎

2 komentar:

  1. Wow .. Saya pun baru tau tentang kerinci .. Padahal kampung halaman saya disana .. Terima kasih atas informasi nya

    BalasHapus
  2. http://taipannnewsss.blogspot.com/2018/02/rencanakan-kencan-di-hari-valentine-cek.html
    http://taipannnewsss.blogspot.com/2018/02/teh-sore-santai-nan-mewah-ala-bvlgari.html
    http://taipannnewsss.blogspot.com/2018/02/jangan-buang-kulit-buah-naga-bisa-untuk.html

    QQTAIPAN .ORG | QQTAIPAN .NET | TAIPANQQ .VEGAS
    -KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
    Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
    Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
    1 user ID sudah bisa bermain 7 Permainan.
    • BandarQ
    • AduQ
    • Capsa
    • Domino99
    • Poker
    • Bandarpoker.
    • Sakong
    Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
    Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
    customer service kami yang profesional dan ramah.
    NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
    Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
    • WA: +62 813 8217 0873
    • BB : D60E4A61
    • BB : 2B3D83BE
    Come & Join Us!

    BalasHapus