Translate

Rabu, 29 Maret 2017

ISTIGHFAR SHOHABAT ABDILLAH BIN SULTHON

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ.

“Dan orang-orang yang, apabila berbuat keji atau menganiaya diri sendiri, mengingat Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Siapa lagi yang dapat mengampuni dosa, kecuali Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” [Ali ‘Imran: 135]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا.

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, (tetapi) kemudian memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An-Nisa`: 110]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menjelaskan seruan Nabi Nuh ‘alaihis salam kepada kaumnya,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا.

“Maka saya berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Rabb kalian (karena) sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit atas kalian. Dan Dia akan melipatkangandakan harta dan anak-anak kalian, mengadakan kebun-kebun atas kalian, serta mengadakan sungai-sungai untuk kalian.” [Nuh: 10-12]

Ayat di atas menunujukkan bahwa istighfar adalah sebab turunnya rezeki dari langit, dilapangkannya harta dan keturunan, serta dibukakannya berbagai kebaikan untuk hamba sehingga, terhadap masalah apapun yang dihadapi oleh seorang hamba, jalan keluar akan dihamparkan untuknya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebut sebuah atsar dari Al-Hasan Al-Bashry bahwa ada empat orang yang datang secara terpisah kepada beliau. Mereka mengeluh akan masa paceklik, kefakiran, kekeringan kebun, dan tidak mempunyai anak. Namun, terhadap semua keluhan tersebut, beliau hanya menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah,” lalu membacakan ayat di atas.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menganjurkan umatnya agar memperbanyakkan istighfar. Maka banyakkanlah beristighfar pada Rejab ini kerana setiap saat dalamnya Allah SWT menyelamatkan seorang daripada api neraka.

Dari  Ibnu Abbas r.a., Rasulullah SAW bersabda: “ Sesiapa membaca kalimah berikut, pada bulan Rejab, Syaaban dan Ramadhan di antara waktu Zuhur dengan Asar; nescaya disuruh dua malaikat untuk menghapuskan catatan kejahatan.”

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمُ الَّدِىْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا.  

Daku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus! Daku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang banyak dosa yang tiada menguasai akan dirinya dan tidak mampu membuat, menolak mudharat dan manfaat serta tidak dapat menguasai kematian, hidup dan kebangkitan.

Kisah Istighfarnya Abdullah Bin Sulthon

Abdulah bin Sulthon membaca istighfar ini tiap malam di bulan Rajab. Ini terjadi pada jaman Rasulullah SAW. Ketika Abdullah bin Sulthon meninggal, tidak ada seorangpun yang hadir untuk memandikan, menyolatkan, dan melayat jenazahnya, maka turunlah malikat Jibril kepada Rasulullah SAW dan berkata. "Wahai Rasulullah, Tuhanmu memberimu salam dan mengkhususkanmu dengan kehormatan dan kemuliaan dan Tuhanmu memerintahkanmu untuk pergi ke jenazahnya Abdullah bin Sulthon, kemudian mandikanlah, kafanilah dan sholatilah." Dan kemudian berangkatlah Rasulullah SAW, beliau berjalan dengan ujung jari-jari kakinya, ketika sampai di kuburnya pun, beliau tersenyum, maka para sahabat sungguh heran dengan sikap Rasulullah SAW tersebut. Setelah semuanya kembali pulang, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW mengapa engkau berjalan dengan ujung jari-jari kaki wahai Rasulullah?" Beliau menjawab,"sungguh saya melihat dari banyaknya malaikat yang sedang berkumpul sehingga hampir tidak ada tempat untuk meletakkan kakiku di tanah, kecuali untuk jari-jari kakiku" Kemudian para sahabat bertanya lagi : "Kenapa engkau tersenyum wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab,"sungguh aku telah melihat telaga dari surga ada di kuburnya. Dan di belakang telaga itu datang bidadari cantik-cantik yang masing-masing membawa gelas yang penuh dengan air dari telaga Kautsar, dan masing-masing berebut untuk memberi minum kepada Abdulloh, karena itu aku tersenyum. Kemudian Nabi mengajak para sahabat: "Mari kita ke rumah Abdullah bin Sulton untuk bertanya kepada istrinya tentang apa yang dikerjakan suaminya di masa hidupnya." Sesampai di depan rumahnya yang dalam keadaan tertutup, mereka mengetuk pintu, maka istri Abdullah bin Sulthon berkata,"Siapakah yang mengetuk pintu rumah orang fasik lagi pendusta?" Para sahabat berkata : "Wahai ibu yang baik, bukalah imamnya para Rosul, dan Nabi terakhir" Maka dibukalah pintu itu lalu ditanyakan pada istrinya tentang tingkahlaku suaminya dan apa saja yang dikerjakan sewaktu hidupnya. Perempuan itu menjawab, "Wahai Rasulullah saya tidak pernah melihat, tapi saya melihat bila datang bulan Rajab dia membaca Istighfar ini saya menjadi hafal. Nabi memerintahkan kepada Sayyidina Ali KW menulis, setelah ditulis maka Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa membaca Istighfar ini dan meletakkan di rumahnya atau diletakkan di benda lainnya (peci, sabuk, baju) maka Allah SWT memberi pahala kepadanya seperti pahalanya 1000 orang yang jujur, pahala 80.000 haji, pahala 80.000 masjid, pahala 80.000 yang minum air dari telaga Kautsar, pahala 80.000 malaikat yang mulia, pahala 80.000 orang yang ahli ibadah, pahala 7 langit dan 7 bumi, pahala 8 pintu surga, pahala Arsy dan kursi, pahala Laukh dan qolam dan pahala Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, bin Maryam, dan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda,"Barangsiapa yang membaca Istighfar ini maka Allah SWT membangunkan untuknya 80.000 istana yang setiap kamarnya ada 80.000 bidadari yang cantik-cantik, di atas kepala bidadari ada pohon menaunginya selebar dunia seisinya. Barangsiapa membaca Istighfar ini 4x selama hidupnya maka sesungguhnya Allah SWT memberikan pahala Mekkah, Madinah, dan Baitul Maqdis. Apabila orang tersebut mati pada malam atau siang hari pada waktu membaca Istighfar ini, maka Allah SWT memerintahkan 80.000 malaikat untuk mengiringi jenazahnya dan memohonkan ampunan untuknya, dan Allah SWT memudahkannya dalam pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Allah SWT membukakan dalam kuburnya pintu ke surga dan akan datang bidadari yang cantik dengan membawa mangkuk berisi air dari telaga Kautsar, maka tatkala bangun dari kubur pada hari kiamat, wajahnya bersinar melebihi sinar bulan. Penduduk Mahsyar berkata,"inikah nabi, inikah Rasul, inikah malaikat yang dengan Allah SWT" Maka diucapkanlah,"Bukan, ini adalah salahsatu hamba Allah SWT dari bani Adam yang dimuliakan Allah SWT sebab BAROKAH bacaan Istighfar." kemudian didatangkanlah Bouraq yang dinaikinya dan berjalan menuju pintu surga tanpa hisab. Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barangsiapa membaca istighfar ini tidak akan didekati ular, kalajengking, srigala, dan sesuatu yang mencelakakannya dan selamat dari mati mendadak, selamat dari orang-orang dzalim, penipu, orang hasud/iri, perbuatan ahli sihir, orang yang kejam dan fasik, Allah SWT akan melihatnya dengan pandangan rahmat dan selamat dari jin, orang durhaka, setan-setan dan seluruh hal yang mencelakakannya."

استغفار رجب لعبد الله بن سُلطان

 بسم الله الرّحمن الرّحيم

 أَسْـتَغْفِرُ اللهَ , أَسْـتَغْفِرُاللهَ , أَسْـتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآإِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيَّ الْقيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ مَا اَكْرَهَهُ قَوْلاً وَفِعْلاً حَاضِرًا وَغَائِبًا , اَللّهُمَّ إِنِّي اَسْتَغْفِرُكَ لِمَا قَدَّمْتُ وَأَخَّرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّي أَنْتَ الْـمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اَللّهُمَّ إِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ تُبْتُ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ إِلَيْهِ, أَسْـتَغْفِرُكَ لِمَا اَرَدْتُ بِهِ وَجْهَكَ الْكَرِيْمَ فَخَالَطَنِيْ فِيْهِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ رِضًا, وَأَسْـتَغْفِرُكَ لِماَ دَعَانِيْ إِلَيْهِ الْهَـوَى مِنْ قَبْلُ فِيْمَا اشْـتَبَهَ عَلَيَّ وَهُوَ عِنْدَك محَرّمٌ, وَأَسْـتَغْفِرُكَ مِنَ النِّعَمِ الَّتِى أَنْعَمْتَ بِهَا علَيَّ فَاسْـتَعَنْتُ بِهَا عَلَى مَعَاصِيْكَ, وَأَسْـتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِى لاَ يَطَّلِعُ عَلَيْهَا أَحَدٌ سِوَاكَ وَلاَ يُنَجِّى مِنْهَا اَحَدٌ غَيْرُكَ وَلاَ يَسَعُهَا إِلاَّ حِلْمُكَ وَلاَ يُنَجِّىْ مِنْهَا إِلاَّ عَفْوُكَ وَأَسْـتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ يَمِيْنٍ حَنِثْتُ فِيْهِ وَهُوَ عِنْدَكَ مُحَرَّمٌ وَأَناَ مُؤَآخَذٌ بِهِ وَأَسْـتَغْفِرُكَ لآإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ يَا عَالِمَ الْغَيْبِ والشَّهَادَةِ مِنْ كُلّ سَيِّـئَةٍ عَمِلْـتُهَا فِيْ سَوَادِ اللَّيْلِ وَبَيَاضِ النَّهَارِ, وَفىِ فَلاَ وَمَلاَ قَوْلاً وَّفِعْلاً وَأَنْتَ نَاظِرٌ إِليَّ إِذَا كَتَمْـتُهُ وَتَرَى مَا اَتَيْـتُهُ مِنَ الْعِصْـيَانِ يَاكَرِيْمُ يَا مَنَّانُ يَاحَلِيْمُ, وَأَسْـتَغْفِرُكَ لآإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ, وَأَسْـتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ فَرِيْضَـةٍ وَجَبَتْ عَلَيَّ فِي أَنَآءِ اللَّيْلِ وأَطْرَافِ النَّهَارِ وَتَرَكْـتُهَا سَهْوًا أَوْ غَفْـلَةً أَوْ خَطَأً وَأَنَامَسْـئُوْلٌ بِهَا, وَأَسْـتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ سُنَّةٍ مِّنْ سُنَنِ سَـيِّدِ الْمُرْسَليْنَ وَخَاتَمِ النَّبِيِّـيْنَ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَتَرَكْتُهَا سَهْوًا أَوْ غَفْـلَةً أَوْ خَطَأً أَوْ تَهَاوُنًا فَإِنِّي أَسْـتَغْفِرُكَ يَا اَللهُ يَا اللهُ , لآإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ, لآإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ يَا رَبَّ الْعَالمَيْنَ, أَنْتَ رَبِّي لآإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ, سُبْحَانَكَ يَا رَبَّ الْعَالمَيْنَ, وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, وَ لاَحَوْلَ وَلاَقُوّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِيِّ وَعَلى ألِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ, سُبْحَانَ ربِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ,وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ , وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن

Astaghfirullahal adziim (3X). Alladhi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaaih, min jamii’il ma’aashii, wadh dhunuubi, wa atuubu ilaah, min jamii’i maa karihallaahu qaulan wa fi’lan, wa sam’an, wa basharan, wa hashiran, allaahumma inii astaghfiruka limaa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asraftu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihii minnii, antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alaa kulli sya’in qadiir. allahumma inii astaghfiruka min kulli dhambin tubtu ilaika min hu, tsumma ‘udtu fiih. wa astaghfiruka bi maa ‘aradtu bihii wajhakal karima fa khalathtuhu bimaa ‘alaihi sa’alaka bi hii ridlan. wa astaghfiruka bi maa wa‘adtuka bihii nafsii tsumma akhlaftuka. wa astaghfiruka bi maa da’anii ilaihil hawaa min qablir rukhashi min mastabaha ‘alayya, wa huwa ‘indaka mahdluurun. wa astaghfiruka minan ni’amil latii an’amta bi haa ‘alayya fa sharaftuhaa wa taqawwaitu bi haa ‘alal ma’aashii. wa astaghfiruka minadh dhunuubil latii laa yaghfiruhaa ghairuka wa yaththali’u ‘alaihaa ahadun siwaak, wa laa yasa’uhaa illa rahmatuka wa hilmuka wa laa yunjii min haa illa ‘afwuka. wa astaghfiruka min kulli yamiinin halaftu bi haa fahanaftu fii haa wa ana ‘indaka ma’khudum  bihaa. wa astaghfiruka ya laa ilaahaa illaa anta subhaanaka innii kuntu minadh dhaalimiin. wa astaghfiruka ya laa ilaaha illaa anta, ‘aalimul ghaibi wasysyahaadati min kulli sya’atin ‘amiltuhaa fii bayadlin nahaari wasawaadil laili fii mala’in wa khalain wa sirrin wa ‘alaniyyatin, wa anta ilayya nadziirun idartakabtuhaa taraa maaaataituhu minal ‘ishyaani bihii ‘amdan aw khata’an aw nisyaanan yaa haliimu yaa kariim, wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta subhanaaka innii kuntu minadl dlaalimiin rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya wa anta khairur raahimiin. wa astaghfiruka min kulli faridhatin wajabat alayya fiiaanalil laili wa athraafan nahaari fa taraktuhaa ‘amdan aw khata’an aw nis’yaanan aw tahaawunan wa ana mas’ulun bihaa wa min kulli sanatin min sunani sayyidil mursaliina wakhaatimin nabiyyiina muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam fataraktuha ghaflatan aw syahwan aw jahlan aw tahawunan qallat aw katsurat wa ana ‘aaidum bi haa. wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta wahdaka la syarikalak, subhaanaka rabbal ‘alamiin. lakal mulku wa lakal hamdu walakasy syukru wa anta hasbunaa wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wani’man nashiir wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim. wa shallaallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa aalhi washahbiihi wa sallama tasliiman katsiraw wal hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin.

Artinya:

Aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung 3x. Yang Tidak ada Tuhan selain Dia Yang Mahahidup lagi berdiri sendiri. Aku bertobat kepada-Nya dari segala maksiat dan dosa. Aku bertobat kepada-Nya dari segala yang Allah benci, baik berupa perkataan, perbuatan, pendengaran, penglihatan, maupun perasaan. Ya Allah,sesungguhnya aku memohon ampun terhadap apa-apa (dosa-dosa) yang telah lalu maupun yang kemudian, baik (dosa yang aku perbuat) keterlaluan, (dosa) yang aku sembunyikan, (dosa yang aku perbuat) secara terang-terangan, maupun apa-apa (dosa-dosa) yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau-lah Yang Maha Pemula, Engkau-lah Yang Mahaakhir, dan hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Ya Allah sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu dari setiap dosa, aku bertobat kepada-Mu dari dosa yang aku lakukan lagi. Aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang aku maksudkan untuk berbakti kepada-Mu, Yang Mahamulia, namun tercemari oleh apa-apa yang tidak Engkau ridhai. Aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang telah aku janjikan kepada-Mu kemudian aku khilaf kepada-Mu. Aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau serukan kepadaku, namun aku menyepelekannya. Aku mohon ampun kepada-Mu dari segala nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku namun aku menyalahgunakannya di jalan maksiat. Aku memohon ampun kepada-Mu dari segala dosa yang tidak ada yang dapat mengampuninya selain-Mu, dan janganlah memperlihatkannya kepada seorang pun selain-Mu, dan tidak ada yang dapat melapangkannya kecuali rahmat-Mu dan kesantunan-Mu, serta tidak ada yang dapat selamat darinya kecuali ampunan-Mu. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw., juga keluarganya, para sahabatnya, dengan keselamatan yang banyak. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

WALLOHUL WALIYYUT TAUFIQ ILA SABILUL HUDA

1 komentar:

  1. bolavita agen bola dan sabung ayam terbaik indonesia dengan minimal taruhan 50rb

    Boss Juga Bisa Kirim Via :
    Wechat : Bolavita
    WA : +6281377055002
    Line : cs_bolavita
    BBM PIN : BOLAVITA ( Huruf Semua )

    BalasHapus